• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.785

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.785

February 12, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

October 24, 2026
Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

October 24, 2026
2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

October 24, 2026
Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

October 24, 2026
700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

October 24, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.785

8 months ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.785
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNCB Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis (12/2/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka di posisi Rp16.785/US$ atau terdepresiasi 0,06%. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (11/2/2026), rupiah ditutup menguat 0,09% di level Rp16.775/US$, sekaligus memperpanjang tren positif rupiah yang telah menguat dalam tiga hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau berada di zona hijau dengan penguatan 0,02% ke level 96,852. Penguatan ini melanjutkan pergerakan pada perdagangan sebelumnya, ketika DXY ditutup menguat tipis di posisi 96,834.


Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global. Dolar menguat setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.

Laporan terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam menambah 130.000 pekerjaan baru atau nonfarm payrolls (NFP) pada Januari 2026. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan 70.000 pekerjaan, sekaligus lebih tinggi dibanding revisi data Desember yang sebesar 48.000 pekerjaan.

Penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor perawatan kesehatan, bantuan sosial, dan konstruksi, sementara sektor keuangan serta pemerintahan mencatat penurunan tenaga kerja.

Seiring lonjakan penciptaan lapangan kerja tersebut, tingkat pengangguran AS juga membaik. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,3% pada Januari 2026, lebih baik dibandingkan Desember yang sebesar 4,4% serta di bawah ekspektasi pasar.

Data yang solid ini memperkuat persepsi ekonomi AS masih cukup tangguh, sehingga mendorong aliran dana kembali ke aset berdenominasi dolar. Kondisi tersebut pada akhirnya menopang greenback dan menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .