• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.785

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.785

February 12, 2026
Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

October 8, 2026
Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

October 8, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 8, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.785

8 months ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.785
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNCB Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis (12/2/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka di posisi Rp16.785/US$ atau terdepresiasi 0,06%. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (11/2/2026), rupiah ditutup menguat 0,09% di level Rp16.775/US$, sekaligus memperpanjang tren positif rupiah yang telah menguat dalam tiga hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau berada di zona hijau dengan penguatan 0,02% ke level 96,852. Penguatan ini melanjutkan pergerakan pada perdagangan sebelumnya, ketika DXY ditutup menguat tipis di posisi 96,834.


Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global. Dolar menguat setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.

Laporan terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam menambah 130.000 pekerjaan baru atau nonfarm payrolls (NFP) pada Januari 2026. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan 70.000 pekerjaan, sekaligus lebih tinggi dibanding revisi data Desember yang sebesar 48.000 pekerjaan.

Penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor perawatan kesehatan, bantuan sosial, dan konstruksi, sementara sektor keuangan serta pemerintahan mencatat penurunan tenaga kerja.

Seiring lonjakan penciptaan lapangan kerja tersebut, tingkat pengangguran AS juga membaik. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,3% pada Januari 2026, lebih baik dibandingkan Desember yang sebesar 4,4% serta di bawah ekspektasi pasar.

Data yang solid ini memperkuat persepsi ekonomi AS masih cukup tangguh, sehingga mendorong aliran dana kembali ke aset berdenominasi dolar. Kondisi tersebut pada akhirnya menopang greenback dan menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

October 8, 2026
Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

October 8, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .