• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.810

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.810

January 9, 2026
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

May 21, 2026
Perputaran Dana US,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

Perputaran Dana US$3,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

May 21, 2026
Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

May 21, 2026
DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

May 21, 2026
OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

May 21, 2026
92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

May 21, 2026
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

May 21, 2026
BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

May 21, 2026
Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.810

4 months ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.810
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (9/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.810/US$, atau terdepresiasi sebesar 0,15%. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (8/1/2026), rupiah ditutup melemah 0,09% di posisi Rp16.785/US$.

Sementara itu, hingga pukul 09.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) terpantau bergerak stabil di level 98,940, setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 0,25% dan ditutup di kisaran 98,934.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global.

Hal ini menunjukkan masih tingginya minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi dolar AS, yang dapat meningkatkan tekanan terhadap mata uang lainnya, terutama mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk rupiah.

Dolar AS menguat seiring pelaku pasar menantikan rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (nonfarm payrolls/NFP) terbaru. Data tersebut dinilai krusial untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS, terutama setelah periode ketidakpastian akibat gangguan aktivitas pemerintahan sebelumnya.

Selain NFP, pasar juga mencermati perkembangan data klaim pengangguran mingguan yang menunjukkan kenaikan tipis jumlah pengajuan tunjangan pengangguran, serta dinamika tingkat pengangguran yang dinilai berpotensi menjadi penentu utama arah kebijakan suku bunga ke depan.

Di sisi lain, pelaku pasar global juga mewaspadai potensi sentimen tambahan dari putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kewenangan Presiden AS dalam menerapkan tarif perdagangan berbasis status darurat. Putusan tersebut berpotensi mempengaruhi arah kebijakan perdagangan AS dan menambah ketidakpastian di pasar global.

Ekspektasi pasar suku bunga saat ini menunjukkan peluang yang semakin besar bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC akhir Januari mendatang. Kondisi ini turut menopang penguatan dolar AS dapat memberikan tekanan bagi rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .