• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.730

Rupiah Dibuka Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.730

December 23, 2025
Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

July 28, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Purbaya Pimpin Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Ini Hasilnya!

Purbaya Pimpin Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Ini Hasilnya!

July 28, 2026
Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Purbaya: Berlangsung Amat Dinamis

Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Purbaya: Berlangsung Amat Dinamis

July 28, 2026
Purbaya, Pjs Gubernur BI hingga OJK Kumpul di Kantor LPS, Ada Apa?

Purbaya, Pjs Gubernur BI hingga OJK Kumpul di Kantor LPS, Ada Apa?

July 28, 2026
BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

July 28, 2026
Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

July 28, 2026
IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

July 28, 2026
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

July 28, 2026
Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Dibuka Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.730

7 months ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Dibuka Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.730
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (23/12/2025).

Merujuk data Refinitiv, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.730/US$ atau mengalami penguatan sebesar 0,21% dari greenback. Hal ini berbanding terbalik dibandingkan dengan perdagangan kemarin, dimana rupiah harus melemah 0,18% atau naik ke level Rp16.765/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB berada di zona koreksi dengan pelemahan sebesar 0,16% dan bertengger di level 98,129.


Pergerakan rupiah di perdagangan hari ini, Selasa (23/12/2025) diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya pergerakan dolar AS di pasar global.

Pelemahan dolar AS pada perdagangan pagi ini tidak terlepas dari ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) ke depan.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed masih akan melanjutkan siklus pelonggaran kebijakan, dengan total pemangkasan suku bunga sekitar 50 basis poin sepanjang 2026. Ekspektasi tersebut membuat daya tarik aset berdenominasi dolar AS cenderung melemah.

Tekanan terhadap dolar AS juga datang dari langkah The Fed yang kembali meningkatkan likuiditas di sistem keuangan. Sejak pertengahan Desember, bank sentral AS mulai melakukan pembelian US Treasury Bills senilai US$40 miliar per bulan, yang dipandang pasar sebagai sinyal kebijakan moneter yang lebih akomodatif dan cenderung membebani pergerakan dolar.

Sentimen pelemahan dolar juga diperkuat oleh pernyataan pejabat The Fed. Gubernur The Fed Stephen Miran pada Senin kemarin menyatakan bahwa kegagalan menurunkan suku bunga berisiko meningkatkan peluang perlambatan ekonomi, meskipun ia menegaskan tidak melihat potensi resesi dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat ekspektasi pasar akan arah kebijakan moneter yang lebih longgar.

Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 20% bagi Federal Open Market Committee untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan 27-28 Januari 2026. Kombinasi faktor tersebut membuat dolar AS bergerak di bawah tekanan.

Pelemahan dolar AS ini mendorong pelaku pasar mulai mengurangi eksposur pada aset berdenominasi dolar dan kembali mencari peluang di aset berisiko. Kondisi tersebut membuka ruang terjadinya aliran dana ke pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk ke rupiah, sehingga diharapkan mampu membuat penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

July 28, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .