• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825

Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825

September 21, 2026
Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

September 21, 2026
KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

September 21, 2026
Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

September 21, 2026
Sukuk Ritel SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

Sukuk Ritel SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

September 21, 2026
Tren Mamin Kekinian Berlanjut,Bisnis Bahan Baku F&B Laris Manis

Tren Mamin Kekinian Berlanjut,Bisnis Bahan Baku F&B Laris Manis

September 21, 2026
Aturan Demutualisasi BEI, Pemegang Saham Haram Genggam Lebih Dari 50%

Aturan Demutualisasi BEI, Pemegang Saham Haram Genggam Lebih Dari 50%

September 21, 2026
IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

September 21, 2026
Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

September 21, 2026
OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T

OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T

September 21, 2026
Ramal Nasib Rupiah & IHSG Jika BI Rate Ditahan Vs BI Rate Naik

Ramal Nasib Rupiah & IHSG Jika BI Rate Ditahan Vs BI Rate Naik

September 21, 2026
Debitur Enggan Tarik Pinjaman, Kredit Nganggur Makin Tinggi

Debitur Enggan Tarik Pinjaman, Kredit Nganggur Makin Tinggi

September 21, 2026
PBOC Kembali Tahan Suku Bunga di Level Terendah Sepanjang Sejarah

PBOC Kembali Tahan Suku Bunga di Level Terendah Sepanjang Sejarah

September 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825

3 hours ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah menutup perdagangan awal pekan dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan Senin (21/9/2026) di posisi Rp17.825/US$ atau terdepresiasi 0,54%.

Melanjutkan posisi rupiah saat pembukaan pagi tadi, ketika rupiah dibuka melemah 0,28% di level Rp17.780/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp17.740-Rp17.840/US$. 

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,11% ke posisi 100,334.


Pelemahan rupiah terjadi ketika dolar AS kembali menguat di pasar global. DXY bertahan di atas level 100 setelah naik lebih dari 1% pada pekan lalu, menyusul keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga dan memberi sinyal bahwa kenaikan berikutnya masih terbuka.

Pasar kini mulai memperbesar perkiraan kenaikan suku bunga AS pada Oktober. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan pada pertemuan tersebut mencapai 55%, naik dari 42,5% sepekan sebelumnya.

Di luar kebijakan The Fed, pelaku pasar juga mencermati konflik di Timur Tengah dan kenaikan imbal hasil obligasi global. Ketegangan kembali meningkat setelah kelompok Houthi Yaman menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi di Riyadh, Arab Saudi, pada akhir pekan.

BI menilai ketegangan tersebut menjadi salah satu penyebab tekanan terhadap rupiah hari ini.

“Pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$100 per barel,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Menurut Erwin, kenaikan harga minyak dapat menambah risiko inflasi global dan tekanan terhadap prospek fiskal. Dari dalam negeri, permintaan dolar oleh importir dan keluarnya dana dari portofolio aset domestik turut membebani rupiah.

“Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik,” ujar Erwin.

BI memastikan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah. Langkahnya mencakup intervensi di pasar valas luar negeri melalui Non-Deliverable Forward (NDF), serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. BI juga menyebut pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya stabilisasi.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

September 21, 2026
KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

September 21, 2026
Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

September 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .