• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp16.650

Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp16.650

December 1, 2025
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 5, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp16.650

10 months ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp16.650
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup stagnan pada perdagangan hari ini, Senin (1/12/2025).

Melansir data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di level Rp16.655/US$, sama seperti penutupan sebelumnya. Sepanjang hari rupiah bergerak dalam rentang Rp16.640-Rp16.670/US$, mencerminkan pergerakan yang terbatas.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pukul 15.00 WIB masih berada di zona pelemahan 0,07% ke posisi 99,390. Meski dolar AS tertekan, rupiah belum mampu memanfaatkan momentum tersebut karena sentimen pelaku pasar masih menunggu data makro dan arah kebijakan global.


Di dalam negeri, pergerakan rupiah hari ini, Senin (1/12/2025) seiring dengan rilis data makro penting.

BPS mengumumkan inflasi November 2025 berada di 0,17% (mtm) dan 2,72% (yoy). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, menyebut inflasi year to date mencapai 2,27%, masih dalam rentang target BI.

Selain itu, BPS melaporkan surplus neraca perdagangan Oktober 2025 sebesar US$2,4 miliar, lebih rendah dibandingkan US$4,34 miliar pada September, namun tetap menandai surplus 66 bulan beruntun.

Di pasar global, dolar AS melemah karena investor bersiap menghadapi Desember sebagai bulan yang krusial, dengan antisipasi pemangkasan suku bunga terakhir The Fed tahun ini serta kemungkinan penunjukan Ketua The Fed baru yang lebih dovish.

Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 87% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga 25 bps pada pertemuan pekan depan. Laporan bahwa Kevin Hassett, ekonom pro-suku bunga rendah, menjadi kandidat terkuat pengganti Jerome Powell telah memberikan tekanan tambahan bagi dolar, yang pada Jumat lalu mencatat penurunan mingguan terdalam dalam empat bulan.

U.S. Treasury Secretary Scott Bessent bahkan menyebut bahwa keputusan Ketua The Fed bisa diumumkan sebelum Natal. Goldman Sachs menilai pasar kini semakin fokus pada kemungkinan pemangkasan berikutnya di awal 2026, terutama jelang rilis data ketenagakerjaan AS yang padat sebelum pertemuan Januari.

Meski dolar sedang tertekan, rupiah tetap bergerak terbatas karena pelaku pasar masih mencermati antara sentimen domestik dan ketidakpastian global.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .