• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.045

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.045

October 22, 2026
IHSG Ditutup Menguat 1,12% ke Level 5.387

IHSG Ditutup Menguat 1,12% ke Level 5.387

October 22, 2026
364 BUMN Digabung dan Ditutup, Target Tahun Ini 700 BUMN

364 BUMN Digabung dan Ditutup, Target Tahun Ini 700 BUMN

October 22, 2026
Danantara Mulai Borong Saham BUMN di Tengah Isu MSCI

Danantara Mulai Borong Saham BUMN di Tengah Isu MSCI

October 22, 2026
OJK Ungkap Literasi Keuangan RI Tembus 69%, Inklusi Sudah 93%

OJK Ungkap Literasi Keuangan RI Tembus 69%, Inklusi Sudah 93%

October 22, 2026
Program 1 Orang 1 Rekening Bakal Naikkan Inklusi Keuangan RI Jadi 99%

Program 1 Orang 1 Rekening Bakal Naikkan Inklusi Keuangan RI Jadi 99%

October 22, 2026
Program ‘1 Orang 1 Rekening’ Sasar 25 Juta Warga, Anggaran Rp1,28 T

Program ‘1 Orang 1 Rekening’ Sasar 25 Juta Warga, Anggaran Rp1,28 T

October 22, 2026
Sektor Keuangan Resilien di Tengah Tekanan

Sektor Keuangan Resilien di Tengah Tekanan

October 22, 2026
Kredit Bank Tumbuh 13,69%, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Kredit Bank Tumbuh 13,69%, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

October 22, 2026
Kredit Perbankan Tumbuh 13,69%, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Kredit Perbankan Tumbuh 13,69%, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

October 22, 2026
RI Kehilangan Rp 100 T Jika Jatuh ke Standalone Market

RI Kehilangan Rp 100 T Jika Jatuh ke Standalone Market

October 22, 2026
Danantara Targetkan RI Kantongi Rp270 T Investasi di NAF 2026

Danantara Targetkan RI Kantongi Rp270 T Investasi di NAF 2026

October 22, 2026
Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita BPR Bangkrut Rp2,78 M ke LPS

Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita BPR Bangkrut Rp2,78 M ke LPS

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 22, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.045

1 hour ago
in News
Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.045
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang Garuda kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026), meskipun indeks dolar AS bergerak melemah.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp18.045/US$, melemah 0,25% atau 45 poin dibandingkan penutupan Rabu (21/10/2026) di posisi Rp18.000/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp18.010-Rp18.050/US$, sebelum mengakhiri perdagangan mendekati level terlemahnya.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,20% ke posisi 101,575.



Meski melemah, DXY masih bertahan di atas level 101. Dolar AS masih mendapat dukungan dari ekspektasi ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam, termasuk perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) yang turut menopang optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ketahanan ekonomi AS juga membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga dapat bertahan tinggi lebih lama. Namun, posisi beli terhadap dolar mulai berkurang, seiring penguatan sejumlah mata uang utama seperti poundsterling, dolar Kanada, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru dalam beberapa hari terakhir.

Perhatian investor kini mulai beralih ke rangkaian keputusan suku bunga bank sentral utama dunia pada pekan depan, yakni Federal Reserve (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of Japan (BOJ).

Ketiganya diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga. Namun, pasar akan mencermati pernyataan masing-masing bank sentral untuk mendapat petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Khusus The Fed, suku bunga diperkirakan tetap berada di kisaran 3,75-4,00% pada Oktober, sementara peluang kenaikan pada Desember masih menjadi perhatian pasar.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia turut menambah kekhawatiran investor. Harga minyak mentah Brent dilaporkan naik sekitar 2,59% menjadi US$111,64 per barel di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Sebagai negara pengimpor minyak bersih, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor energi sekaligus memperbesar risiko inflasi domestik. Kondisi ini menjadi salah satu faktor eksternal yang turut membayangi pergerakan rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Menguat 1,12% ke Level 5.387

IHSG Ditutup Menguat 1,12% ke Level 5.387

October 22, 2026
364 BUMN Digabung dan Ditutup, Target Tahun Ini 700 BUMN

364 BUMN Digabung dan Ditutup, Target Tahun Ini 700 BUMN

October 22, 2026
Danantara Mulai Borong Saham BUMN di Tengah Isu MSCI

Danantara Mulai Borong Saham BUMN di Tengah Isu MSCI

October 22, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .