• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Dekati Rp18.000

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Dekati Rp18.000

July 2, 2026
IHSG Ditutup Naik 0,87%, Saham Bank Jumbo Diserbu

IHSG Ditutup Naik 0,87%, Saham Bank Jumbo Diserbu

July 2, 2026
Incar Pasar & Investor Gen Z, Bisnis Emas Makin Berkilau

Incar Pasar & Investor Gen Z, Bisnis Emas Makin Berkilau

July 2, 2026
Seluruh Lapkeu 2025 BUMN Tuntas, Danantara Progres Laporan Konsolidasi

Seluruh Lapkeu 2025 BUMN Tuntas, Danantara Progres Laporan Konsolidasi

July 2, 2026
BEI Suspensi 37 Saham Pemantauan Khusus, 19 Emiten Aktif Ikut Kena

BEI Suspensi 37 Saham Pemantauan Khusus, 19 Emiten Aktif Ikut Kena

July 2, 2026
Daftar Terbaru Saham HSC per Juli 2026, Ada Dua Emiten Baru Masuk

Daftar Terbaru Saham HSC per Juli 2026, Ada Dua Emiten Baru Masuk

July 2, 2026
Kospi Korea Anjlok 8%, Saham Teknologi Ambruk Berjamaah

Kospi Korea Anjlok 8%, Saham Teknologi Ambruk Berjamaah

July 2, 2026
Baru 3 Bulan Menjabat, Dirut PT Pos Daud Joseph Mengundurkan Diri

Baru 3 Bulan Menjabat, Dirut PT Pos Daud Joseph Mengundurkan Diri

July 2, 2026
Dirut PT Pos Daud Joseph Mengundurkan Diri Setelah Tiga Bulan Menjabat

Dirut PT Pos Daud Joseph Mengundurkan Diri Setelah Tiga Bulan Menjabat

July 2, 2026
Asing Net Buy di Sesi 1 Saham Ini Diincar

Asing Net Buy di Sesi 1 Saham Ini Diincar

July 2, 2026
Analis Ungkap Alasan Saham ANTM Banyak Diburu Investor

Analis Ungkap Alasan Saham ANTM Banyak Diburu Investor

July 2, 2026
IHSG Sesi 1 Naik 1,7%, Nyaris Separuh Emiten di Zona Hijau

IHSG Sesi 1 Naik 1,7%, Nyaris Separuh Emiten di Zona Hijau

July 2, 2026
EMMI Patok Harga Saham Rp 470, Ini Jadwal Listingnya

EMMI Patok Harga Saham Rp 470, Ini Jadwal Listingnya

July 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Dekati Rp18.000

1 hour ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Dekati Rp18.000
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kembali menutup perdagangan hari ini dengan koreksi terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah belum mampu memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS di pasar global. 

Melansir Refinitiv, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026) ditutup melemah 0,32% terhadap greenback atau terdepresiasi ke posisi Rp17.988/US$. Posisi ini membuat rupiah tinggal selangkah lagi menuju level psikologis Rp18.000/US$.

Pelemahan rupiah sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan. Mata uang Garuda langsung dibuka melemah 0,14% terhadap dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp17.960/US$ hingga Rp17.995/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah 0,21% ke posisi 101,177 per pukul 15.00 WIB.


Perjalanan rupiah pada perdagangan hari ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda masih cukup kuat. 

Pelemahan DXY biasanya membuka ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah. Namun, ruang tersebut belum mampu dimanfaatkan. Rupiah justru tetap tertekan dan semakin mendekati level Rp18.000/US$.

Salah satu sentimen yang membebani rupiah datang dari data neraca perdagangan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (1/7/2026) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit pada Mei 2026.

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit terjadi karena nilai ekspor tercatat sebesar US$23,20 miliar, sementara impor mencapai US$24,81 miliar.

Catatan tersebut menjadi perhatian pasar karena neraca perdagangan Indonesia akhirnya kembali masuk zona merah setelah enam tahun bertahan surplus.

Defisit Mei 2026 menjadi defisit pertama sejak April 2020. Saat itu, Indonesia juga mencatat defisit perdagangan sebesar US$0,38 miliar.

Dengan demikian, tren surplus neraca perdagangan Indonesia selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020 resmi terputus.

Jika ditarik lebih jauh, defisit Mei 2026 juga menjadi yang terdalam sejak April 2019. Pada periode tersebut, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit sebesar US$2,33 miliar.

“Tidak adanya penyesuaian harga BBM domestik untuk menekan permintaan, ditambah harga minyak global yang tinggi dan rupiah yang lebih lemah, membebani neraca perdagangan. Ekspor turun 5% yoy, terutama akibat pelemahan pengiriman minyak sawit, besi dan baja, serta mesin, meskipun ekspor nikel tetap tangguh,” tulis ekonom senior DBS Radhika Rao.

Kabar baiknya, ketegangan geopolitik yang mulai mereda telah membuat harga minyak acuan global turun tajam pada Juni. Ia menilai kondisi ini berpotensi mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan Indonesia mulai kuartal III-2026.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Naik 0,87%, Saham Bank Jumbo Diserbu

IHSG Ditutup Naik 0,87%, Saham Bank Jumbo Diserbu

July 2, 2026
Incar Pasar & Investor Gen Z, Bisnis Emas Makin Berkilau

Incar Pasar & Investor Gen Z, Bisnis Emas Makin Berkilau

July 2, 2026
Seluruh Lapkeu 2025 BUMN Tuntas, Danantara Progres Laporan Konsolidasi

Seluruh Lapkeu 2025 BUMN Tuntas, Danantara Progres Laporan Konsolidasi

July 2, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .