• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Loyo, Dolar AS Menguat ke Rp 16.620

Rupiah Loyo, Dolar AS Menguat ke Rp 16.620

December 4, 2025
KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

October 12, 2026
Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

October 12, 2026
Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

October 12, 2026
Dulu Dicap Investasi Ceroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

Dulu Dicap Investasi Ceroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

October 12, 2026
Dulu Dicap InvestasiCeroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

Dulu Dicap InvestasiCeroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

October 12, 2026
Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

October 12, 2026
Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat

Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat

October 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 12, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Loyo, Dolar AS Menguat ke Rp 16.620

10 months ago
in News
Rupiah Loyo, Dolar AS Menguat ke Rp 16.620
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (4/12/2025).

Melansir data Refinitiv, rupiah Garuda pada pembukaan perdagangan pagi ini, melemah tipis 0,03% atau naik ke level Rp16.620/US$. Setelah di perdagangan sebelumnya, rupiah bergerak stagnan di level Rp16.615/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tengah mengalami penguatan 0,10% di level 98,950, setelah di perdagangan kemarin, DXY melemaah hingga tembus level terendahnya dalam sebulan.


Pergerakan rupiah pada hari ini, Kamis (4/12/2025) sedang mendapatkan dorongan positif dari melemahnya dolar AS di pasar global.

DXY diperdagankan sebelumnya merosot 0,51% ke 98,854, sekaligus menjadi posisi terendah sejak 29 Oktober. Ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS (The Fed) juga semakin menguat, dengan probabilitas 89% untuk pemotongan 25 basis poin pada FOMC 10 Desember mendatang, menurut CME FedWatch Tool.

Tekanan global yang mereda dan ekspektasi pelonggaran moneter AS ini memberikan ruang positif bagi rupiah. Bank Indonesia (BI) menegaskan tetap siaga menjaga stabilitas kurs, bahkan di luar hari kerja resmi.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan bahwa upaya menjaga rupiah tidak mengenal hari libur. Dia mencontohkan episode pelemahan tajam pada April lalu, ketika rupiah sempat menembus atas Rp17.000/US$ di tengah libur Lebaran. Pada momen itu, BI melakukan intervensi agresif, termasuk di pasar luar negeri.

“Per April kemarin saat tenang Lebaran, market hit dari luar. Kita langsung coba masuk intervensi di offshore,” ujar Destry dalam acara CNBC Indonesia Financial Forum di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Destry menegaskan bahwa stabilitas kurs tetap menjadi fokus utama kebijakan BI, meskipun bank sentral juga mendapat mandat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UU P2SK.

“Makanya kita pertahankan suku bunga kita. Kita tahu harus dorong growth, tapi kita dorong dengan kebijakan lain agar rupiah tetap menarik,” jelasnya.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .