• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

April 17, 2026
Di Tengah Perang, Begini Kondisi Para Miliuner Israel

Di Tengah Perang, Begini Kondisi Para Miliuner Israel

April 17, 2026
IHSG Happy Weekend, Naik 0,17% ke Level 7.634

IHSG Happy Weekend, Naik 0,17% ke Level 7.634

April 17, 2026
IHSG Happy Weekend, Naik 0,17% ke Level 7.634

IHSG Happy Weekend, Naik 0,17% ke Level 7.634

April 17, 2026
BEI Buka Gembok Saham Emiten Udang (UDNG)

BEI Buka Gembok Saham Emiten Udang (UDNG)

April 17, 2026
Video: Transaksi Hormuz Anjlok 90% – Rupiah Tembus Rp20.200 per Euro

Video: Transaksi Hormuz Anjlok 90% – Rupiah Tembus Rp20.200 per Euro

April 17, 2026
Di Tengah Perang, Begini Kondisi Para Miliarder Israel

Di Tengah Perang, Begini Kondisi Para Miliarder Israel

April 17, 2026
Direktur Emiten Pelayaran (BULL) Borong Rp17,6 M Saham dalam Seminggu

Direktur Emiten Pelayaran (BULL) Borong Rp17,6 M Saham dalam Seminggu

April 17, 2026
Efek Rambatan Perang, Premi Asuransi Risiko Perang Naik

Efek Rambatan Perang, Premi Asuransi Risiko Perang Naik

April 17, 2026
Sesi I Asing Net Sell Rp 454 Miliar, Kompak Lego Deretan Saham Ini

Sesi I Asing Net Sell Rp 454 Miliar, Kompak Lego Deretan Saham Ini

April 17, 2026
ALamtri (ADRO) Bagi Dividen US7,6 Juta Setara 99,96% Laba 2025

ALamtri (ADRO) Bagi Dividen US$447,6 Juta Setara 99,96% Laba 2025

April 17, 2026
LUX Property Group on Sustainability at Nesara Bay City

LUX Property Group on Sustainability at Nesara Bay City

April 17, 2026
Kondisi Dunia Usaha RI Masih Kuat di Kuartal I, BI Ungkap Faktornya

Kondisi Dunia Usaha RI Masih Kuat di Kuartal I, BI Ungkap Faktornya

April 17, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, April 17, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

2 hours ago
in Market
Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (17/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus mengakhiri perdagangan jelang akhir pekan di zona merah dengan koreksi sebesar 0,32% ke level Rp17.180/US$. Level tersebut menjadi posisi penutupan terlemah rupiah sepanjang masa yang baru. Kondisi ini juga membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.200/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 98,240.


Pelemahan rupiah hari ini terutama dipengaruhi faktor eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global yang kembali menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah. Tekanan tersebut juga tercermin dari pergerakan mayoritas mata uang Asia yang terpantau melemah terhadap greenback.

Kondisi ini menunjukkan dolar AS kembali diburu pelaku pasar global. Padahal sebelumnya, sentimen pasar sempat membaik seiring gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta prospek pembicaraan baru antara AS dan Iran, yang sempat mendorong investor melepas aset safe haven.

Gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku pada Kamis kemarin. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa pertemuan lanjutan antara AS dan Iran berpeluang digelar pada akhir pekan ini.

Meski begitu, negosiator AS dan Iran dilaporkan mulai menurunkan ambisi untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif. Kini, kedua pihak disebut lebih fokus mengejar nota kesepahaman sementara untuk mencegah konflik kembali pecah, sementara isu nuklir masih menjadi hambatan utama.

Pelaku pasar kini juga mencermati bagaimana bank sentral akan merespons tekanan inflasi yang dipicu perang, terutama dari lonjakan harga energi. Sejauh ini, mayoritas otoritas moneter masih mengambil sikap hati-hati.

Ekspektasi pasar menunjukkan Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) diperkirakan akan menahan suku bunga tetap stabil tahun ini. Ini merupakan perubahan besar dibandingkan sebelum perang pecah, ketika pasar masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga.

(evw/evw)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Di Tengah Perang, Begini Kondisi Para Miliuner Israel

Di Tengah Perang, Begini Kondisi Para Miliuner Israel

April 17, 2026
IHSG Happy Weekend, Naik 0,17% ke Level 7.634

IHSG Happy Weekend, Naik 0,17% ke Level 7.634

April 17, 2026
IHSG Happy Weekend, Naik 0,17% ke Level 7.634

IHSG Happy Weekend, Naik 0,17% ke Level 7.634

April 17, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .