• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650

Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650

September 15, 2026
Emiten Happy Hapsoro (SINI) Lepas Bisnis di IKN, Kantongi Duit Segini

Emiten Happy Hapsoro (SINI) Lepas Bisnis di IKN, Kantongi Duit Segini

September 15, 2026
Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

September 15, 2026
MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

September 15, 2026
Tok! BEI Aktifkan Kembali Transaksi Short Selling

Tok! BEI Aktifkan Kembali Transaksi Short Selling

September 15, 2026
RUPSLB Lippo Cikarang (LPCK) Ubah Susunan Komisaris

RUPSLB Lippo Cikarang (LPCK) Ubah Susunan Komisaris

September 15, 2026
Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

September 15, 2026
IHSG Lanjut Koreksi, Dibuka Turun 0,21%

IHSG Lanjut Koreksi, Dibuka Turun 0,21%

September 15, 2026
Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US6 per Barel

Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US$106 per Barel

September 15, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BRMS, hingga SOFA

Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BRMS, hingga SOFA

September 15, 2026
Harga Minyak Naik! Gangguan Pipa Saudi Bikin Pasokan Dunia Terancam

Harga Minyak Naik! Gangguan Pipa Saudi Bikin Pasokan Dunia Terancam

September 15, 2026
Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

September 15, 2026
BEI Batal Gelar RUPSLB 15 September 2026, Ini Kata OJK

BEI Batal Gelar RUPSLB 15 September 2026, Ini Kata OJK

September 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 15, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650

1 hour ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Mata uang Garuda mengawali perdagangan Selasa (15/9/2026) di posisi Rp17.650/US$ atau melemah 0,06%, melansir data Refinitiv.

Posisi tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Rupiah mengakhiri perdagangan Senin (14/9/2026) dengan pelemahan 0,31% ke level Rp17.640/US$.

Adapun, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,20% ke posisi 99,588.


Pergerakan rupiah hari ini turut diwarnai perkembangan dari dalam negeri setelah Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026).

Usai dilantik, Suahasil mengatakan fokus utamanya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap mampu membiayai program prioritas pemerintah.

Menurut Suahasil, APBN juga harus dapat mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil.

“Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya,” lanjutnya.

Di tengah kabar tersebut, penguatan indeks dolar AS di pasar global masih mempersempit ruang penguatan bagi rupiah.

Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Senin. Konflik di Timur Tengah yang terus berlangsung mendorong harga minyak naik dan membuat investor kembali mencari aset aman.

Harga minyak Brent sempat melonjak sekitar 5% hingga mencapai US$109,80 per barel. Kondisi terjadi setelah serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi memperbesar kekhawatiran mengenai pasokan energi. Risiko bertambah setelah Arab Saudi menutup jalur pipa utama yang digunakan untuk menghindari Selat Hormuz, sementara jalur menuju Laut Merah juga menghadapi ancaman.

Upaya diplomasi untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran turut menghadapi hambatan setelah pertemuan antara Iran dan sejumlah negara Teluk ditunda. Serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman minyak.

Selain itu, pasar juga bersiap menghadapi keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada FOMC 15-16 September pekan ini. Peluang kenaikan suku bunga meningkat setelah harga energi yang tinggi kembali memperbesar tekanan inflasi AS.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar memperhitungkan peluang sekitar 90% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Probabilitas tersebut meningkat tajam dari sekitar 60% pada pekan lalu.

Ekspektasi kenaikan suku bunga turut memperkuat dolar karena aset berdenominasi mata uang AS menjadi lebih menarik. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Happy Hapsoro (SINI) Lepas Bisnis di IKN, Kantongi Duit Segini

Emiten Happy Hapsoro (SINI) Lepas Bisnis di IKN, Kantongi Duit Segini

September 15, 2026
Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

September 15, 2026
MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

September 15, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .