• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat Jelang Libur Natal, Dolar AS Turun Jadi Rp16.750

Rupiah Menguat Jelang Libur Natal, Dolar AS Turun Jadi Rp16.750

December 24, 2025
DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

July 27, 2026
Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

July 27, 2026
Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

July 27, 2026
OJK Susun Ulang Aturan Unitlink, Ini Bocorannya

OJK Susun Ulang Aturan Unitlink, Ini Bocorannya

July 27, 2026
Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

July 27, 2026
Prabowo Minta KSSK Libatkan Danantara Dalam Pengambilan Keputusan

Prabowo Minta KSSK Libatkan Danantara Dalam Pengambilan Keputusan

July 27, 2026
Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T

Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T

July 27, 2026
Ketahanan Modal Mayoritas Asuransi Bakal Turun, Ada Apa?

Ketahanan Modal Mayoritas Asuransi Bakal Turun, Ada Apa?

July 27, 2026
Fit and Proper Test Gubernur BI Berpotensi Molor karena Reses DPR

Fit and Proper Test Gubernur BI Berpotensi Molor karena Reses DPR

July 27, 2026
DPR Beberkan Syarat Utama Calon Gubernur BI, Bukan Cuma Jago Moneter

DPR Beberkan Syarat Utama Calon Gubernur BI, Bukan Cuma Jago Moneter

July 27, 2026
Pasar Pantau The Fed hingga Efek Perry Warjiyo Mundur ke Rupiah

Pasar Pantau The Fed hingga Efek Perry Warjiyo Mundur ke Rupiah

July 27, 2026
Pjs Gubernur BI Destry Datangi Istana, Tegaskan Rupiah Jadi Prioritas

Pjs Gubernur BI Destry Datangi Istana, Tegaskan Rupiah Jadi Prioritas

July 27, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 27, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Menguat Jelang Libur Natal, Dolar AS Turun Jadi Rp16.750

7 months ago
in Market
Rupiah Menguat Jelang Libur Natal, Dolar AS Turun Jadi Rp16.750
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (24/12/2025), menjelang libur panjang perayaan Natal 2025.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah Garuda ditutup terapresiasi 0,09% ke posisi Rp16.750/US$. Penguatan ini melanjutkan tren positif sejak pembukaan perdagangan pagi, ketika rupiah dibuka menguat di level yang sama.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.740-Rp16.755 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB tercatat melemah 0,08% ke level 97,860, melanjutkan tren pelemahan yang telah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Pelemahan dolar AS tersebut turut memberikan ruang bagi penguatan rupiah hingga penutupan perdagangan hari ini.


Penguatan rupiah pada perdagangan terakhir pekan ini seiring dengan dorongan dari pelemahan dolar AS di pasar global. Tekanan terhadap greenback tercatat berlanjut dalam tiga sesi perdagangan terakhir, mencerminkan menurunnya minat investor terhadap aset berdenominasi dolar.

Melemahnya dolar AS terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar akan berlanjutnya pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), pada tahun depan. Kendati data terbaru menunjukkan perekonomian AS masih tumbuh solid, sentimen pasar tetap mengarah pada prospek penurunan suku bunga, menyusul munculnya tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja.

Data terbaru mencatat produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal terakhir tumbuh 4,3% secara tahunan, melampaui proyeksi pasar sebesar 3,3%. Meski demikian, capaian tersebut belum cukup untuk menopang pergerakan dolar, lantaran pelaku pasar menilai fokus kebijakan The Fed ke depan akan lebih diarahkan pada menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas pasar tenaga kerja.

Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 87% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Januari mendatang. Di sisi lain, kontrak berjangka suku bunga AS menunjukkan bahwa pemangkasan suku bunga berikutnya baru berpotensi dilakukan pada Juni, dengan ekspektasi dua kali penurunan masing-masing 25 basis poin sepanjang 2026.

Kombinasi sentimen tersebut mendorong investor mulai melakukan rotasi portofolio, meninggalkan aset berdenominasi dolar AS dan beralih ke aset berisiko, termasuk ke emerging markets.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

July 27, 2026
Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

July 27, 2026
Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

July 27, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .