• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

April 21, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

October 8, 2026
Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

October 8, 2026
Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

6 months ago
in Market
Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan sore ini di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,15% ke level Rp17.140/US$. Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya, Senin (20/4/2026), juga berhasil menguat 0,09% di level Rp17.165/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah memang sudah bergerak positif sejak pembukaan. Pada awal sesi, rupiah tercatat terapresiasi 0,23% ke level Rp17.125/US$, bahkan sempat menyentuh Rp17.100/US$ sebelum akhirnya sebagian penguatannya tergerus hingga penutupan perdagangan.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,05% ke level 98,145.


Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang masih cukup dinamis.

Sepanjang hari, indeks dolar AS cenderung bergerak stabil dengan kecenderungan menguat. Meski demikian, rupiah tetap mampu memanfaatkan momentum untuk melanjutkan penguatannya terhadap greenback.

Pelaku pasar global saat ini juga masih mencermati perkembangan dari Amerika Serikat. Investor menunggu arah lanjutan delegasi AS dalam pembahasan geopolitik terbaru, setelah sebelumnya Wakil Presiden AS JD Vance yang semula diperkirakan memimpin delegasi dilaporkan masih berada di Amerika Serikat pada Senin.

Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada sidang di Senat AS yang akan menguji independensi kebijakan moneter Negeri Paman Sam, terutama di tengah kritik berulang dari Presiden Donald Trump terhadap Federal Reserve yang dinilai terlambat memangkas suku bunga.

Sidang ini menjadi penting karena berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi, terutama akibat harga energi yang masih tinggi imbas perang di Timur Tengah.

Kondisi tersebut membuat pasar global masih bergerak hati-hati. Namun di tengah ketidakpastian itu, rupiah justru mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .