• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp 16.640

Rupiah Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp 16.640

December 5, 2025
Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

October 9, 2026
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp 16.640

10 months ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp 16.640
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (5/12/2025).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di kisaran Rp16.640/US$ atau tidak berubah dibanding posisi penutupan sebelumnya di Rp16.640/US$, ketika rupiah sempat melemah 0,15%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tercatat menguat tipis 0,01% ke level 98,995, menunjukkan pergerakan yang cenderung terbatas di pasar global.


Pergerakan rupiah hari ini sejalan dengan penantian pelaku pasar terhadap rilis data Bank Indonesia (BI) mengenai posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia untuk periode November. Sebelumnya, cadangan devisa Oktober 2025 mencatat kenaikan solid menjadi US$149,9 miliar dari US$148,7 miliar pada September.

Kenaikan tersebut ditopang oleh penerbitan global bond pemerintah serta meningkatnya penerimaan pajak dan jasa, di tengah langkah stabilisasi pasar valas yang terus dilakukan BI saat menghadapi ketidakpastian global.

Dengan posisi cadev Oktober yang setara 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah, Indonesia masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang hanya sekitar tiga bulan impor. BI menegaskan bahwa cadangan devisa yang kuat menjadi kunci ketahanan sektor eksternal sekaligus penopang stabilitas makroekonomi.

Dari eksternal, pergerakan dolar AS yang secara tren masih melemah dan bergerak mendekati posisi terendah dalam lima pekan terhadap mayoritas mata uang utama, seiring dengan pelaku pasar yang kini bersiap menghadapi kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve pekan depan.

Pasar memperkirakan probabilitas sekitar 86% bahwa bank sentral AS (The Fed) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 9-10 Desember, sekaligus mencari petunjuk mengenai potensi dua sampai tiga kali pemangkasan tambahan tahun depan.

Para pejabat The Fed terus memonitor ketat kondisi pasar tenaga kerja guna menilai kebutuhan stimulus tambahan. Data terbaru menunjukkan jumlah klaim pengangguran AS turun ke level terendah lebih dari tiga tahun, meski pergerakan tersebut kemungkinan terdampak oleh libur Thanksgiving.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

October 9, 2026
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .