• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Dolar AS Naik ke Level Rp16.685!

Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Dolar AS Naik ke Level Rp16.685!

December 8, 2025
Jelang Fit and Proper Test Gubernur BI, Rupiah Menguat dari Dolar AS

Jelang Fit and Proper Test Gubernur BI, Rupiah Menguat dari Dolar AS

August 26, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Balik ke Level 6.429

Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Balik ke Level 6.429

August 26, 2026
BEI Pantau Ketat Saham Emiten Ini Usai Harga Naik Turun Signifikan

BEI Pantau Ketat Saham Emiten Ini Usai Harga Naik Turun Signifikan

August 26, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

August 26, 2026
Bursa Asia Bergerak Beragam, Investor Pantau Ketegangan AS-Kanada

Bursa Asia Bergerak Beragam, Investor Pantau Ketegangan AS-Kanada

August 26, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Lepas Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Diam-Diam Lepas Saham Ini Kala IHSG Merah

August 26, 2026
Hera Handayani Mundur dari Direktur SDM Elnusa (ELSA)

Hera Handayani Mundur dari Direktur SDM Elnusa (ELSA)

August 26, 2026
IHSG Melemah Sebelum Libur, Asing Kompak Jauhi 10 Saham Ini

IHSG Melemah Sebelum Libur, Asing Kompak Jauhi 10 Saham Ini

August 26, 2026
Destry Damayanti Bakal Fit and Proper Test Calon Gubernur BI Hari ini

Destry Damayanti Bakal Fit and Proper Test Calon Gubernur BI Hari ini

August 25, 2026
Laba BUMN Naik Ratusan Persen, Prabowo Mau Beri Rosan Tanda Kehormatan

Laba BUMN Naik Ratusan Persen, Prabowo Mau Beri Rosan Tanda Kehormatan

August 25, 2026
Unggul di Pembayaran Digital, BRI Borong Penghargaan di PRIMA Awards

Unggul di Pembayaran Digital, BRI Borong Penghargaan di PRIMA Awards

August 25, 2026
Ungkap Efek Kartu Kredit Indonesia ke Bisnis Sistem Pembayaran

Ungkap Efek Kartu Kredit Indonesia ke Bisnis Sistem Pembayaran

August 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Dolar AS Naik ke Level Rp16.685!

9 months ago
in Lifestyle
Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Dolar AS Naik ke Level Rp16.685!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pertama pekan ini, meskipun dolar AS justru berada dalam tekanan di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (8/12/2025), terkoreksi sebesar 0,33% dan ditutup di level Rp16.685/US$.

Sejak pembukaan perdagangan pagi, rupiah memang sudah berada di zona merah dengan dibuka melemah 0,03% di level Rp16.640/US$. Sepanjang hari, pergerakan rupiah berada di rentang Rp16.640-Rp16.693/US$.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,11% ke level 98,885. Namun, rupiah masih gagal memanfaatkan momentum pelemahan dolar tersebut.


Pergerakan rupiah hari ini diwarnai oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari luar negeri, pelaku pasar global tengah menantikan keputusan suku bunga bank sentral AS (The Fed) yang akan diputuskan dalam rapat FOMC pada 9-10 Desember atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, saat ini pasar memproyeksikan peluang sebesar 88,4% bahwa The Fed akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 3,50%-3,75% pada pertemuan mendatang.

Ekspektasi pemangkasan ini mendorong tekanan pada dolar AS di pasar global seiring investor mulai mengambil posisi risk-on dan mengalihkan dana ke aset berisiko serta pasar emerging. Namun, rupiah belum mampu memetik sentimen positif tersebut secara optimal.

Dari sisi domestik, pasar juga mencermati langkah pemerintah yang telah memulai sosialisasi ketentuan baru terkait kewajiban penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) ke perbankan.

Aturan baru yang merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PP Nomor 36 Tahun 2023 itu mengatur sejumlah ketentuan baru yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

Salah satu pengaturan krusial adalah revisi Pasal 6 yang mengatur penempatan DHE SDA yang tidak lagi diwajibkan kepada eksportir di LPEI dan/atau bank non-Himbara, melainkan seluruhnya wajib ditempatkan di Himbara.

“Tidak ada penempatan dan pemanfaatan DHE di rekening non-Himbara. 100% dana wajib masuk Himbara,” dikutip dari dokumen sosialisasi pemerintah terkait Strategi Kebijakan Penguatan Likuiditas Valas Domestik ke perbankan, Senin (8/12/2025).

Ketentuan penting lainnya adalah perubahan kewajiban konversi dolar hasil ekspor yang sebelumnya 100% harus dikonversi ke rupiah, kini menjadi paling banyak 50%. Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan kewajiban retensi DHE SDA nonmigas sebesar 100% dengan jangka waktu paling singkat 12 bulan.

“Aktivitas transfer ke rupiah maksimal 50% dan penggunaan untuk kewajiban valas hanya bisa dilakukan di rekening khusus Himbara,” sebagaimana tercantum dalam dokumen sosialisasi tersebut.

Di sisi lain, pemerintah juga memperluas pemanfaatan valas yang telah ditempatkan eksportir di Himbara. Sisa dana setelah konversi dapat digunakan untuk pemenuhan kewajiban valas dari dana pihak ketiga (DPK) di Himbara serta penempatan pada instrumen yang telah diatur, termasuk Surat Berharga Negara dalam valuta asing (SBN Valas).

CNBC INDONESIA RESEARCH

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Jelang Fit and Proper Test Gubernur BI, Rupiah Menguat dari Dolar AS

Jelang Fit and Proper Test Gubernur BI, Rupiah Menguat dari Dolar AS

August 26, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Balik ke Level 6.429

Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Balik ke Level 6.429

August 26, 2026
BEI Pantau Ketat Saham Emiten Ini Usai Harga Naik Turun Signifikan

BEI Pantau Ketat Saham Emiten Ini Usai Harga Naik Turun Signifikan

August 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .