• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp16.840

Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp16.840

January 13, 2026
BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

October 8, 2026
4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Nasib Waskita-Wika

4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Nasib Waskita-Wika

October 8, 2026
4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Naib Waskita-Wika

4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Naib Waskita-Wika

October 8, 2026
IKK September Turun ke 118,1, Konsumen RI Masih Optimistis

IKK September Turun ke 118,1, Konsumen RI Masih Optimistis

October 8, 2026
IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

October 8, 2026
IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

October 8, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1,03% ke Level 6.083

Breaking! IHSG Anjlok 1,03% ke Level 6.083

October 8, 2026
OJK Cabut Izin Usaha Perusahaan Modal Ventura di Kawasan SCBD

OJK Cabut Izin Usaha Perusahaan Modal Ventura di Kawasan SCBD

October 8, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

October 8, 2026
Danantara Resmikan Hasil Merger 23 Entitas Kawasan Industri 5 November

Danantara Resmikan Hasil Merger 23 Entitas Kawasan Industri 5 November

October 8, 2026
Emiten Sinar Ini Caplok Bank di Timor Leste, Rogoh Duit Rp64,44 Miliar

Emiten Sinar Ini Caplok Bank di Timor Leste, Rogoh Duit Rp64,44 Miliar

October 8, 2026
Danantara & Bakrie Kompak Borong Migas AS, Ini Profil HighPeak Energy

Danantara & Bakrie Kompak Borong Migas AS, Ini Profil HighPeak Energy

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 8, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp16.840

9 months ago
in Market
Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp16.840
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (13/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah Garuda dibuka terdepresiasi 0,09% ke level Rp16.840/US$. Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah melemah 0,18% hingga menembus level Rp16.825/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,08% ke level 98,950, setelah pada perdagangan kemarin sempat terkoreksi 0,27% dan ditutup di level 98,862.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global. Pelemahan dolar yang terjadi pada perdagangan sebelumnya diharapkan dapat menjadi penopang sentimen positif bagi rupiah, meski pergerakan pasar global masih diwarnai ketidakpastian yang tinggi.

Dolar AS masih berada di bawah tekanan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump membuka penyelidikan pidana terhadap Ketua The Federal Reserve Jerome Powell. Langkah tersebut dinilai pasar berpotensi mengancam independensi bank sentral AS dan memunculkan kembali kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan moneter Amerika Serikat.

Reaksi pasar terhadap kabar tersebut cenderung melepas aset berdenominasi dolar dan surat utang AS, sementara sebagian investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas. Meski demikian, tekanan di pasar dinilai relatif terbatas dan tidak sedalam gejolak yang terjadi pasca kebijakan tarif besar-besaran AS pada April tahun lalu.

Sejumlah analis menilai prospek dolar ke depan masih bersifat campuran. Di satu sisi, ketahanan ekonomi AS membuat The Fed secara fundamental memiliki ruang untuk bersikap lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Namun di sisi lain, meningkatnya tekanan politik terhadap bank sentral berpotensi mendorong arah kebijakan yang lebih dovish dari yang diisyaratkan oleh kondisi ekonomi.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menegaskan bahwa independensi The Fed merupakan salah satu faktor kunci penopang peringkat kredit Amerika Serikat. Oleh karena itu, perkembangan isu ini akan terus menjadi perhatian pelaku pasar global dan berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS, serta mata uang negara berkembang seperti rupiah, dalam beberapa waktu ke depan.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

October 8, 2026
4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Nasib Waskita-Wika

4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Nasib Waskita-Wika

October 8, 2026
4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Naib Waskita-Wika

4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Naib Waskita-Wika

October 8, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .