• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

July 26, 2026
Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

July 26, 2026
Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

July 26, 2026
Upaya Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara

Upaya Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara

July 26, 2026
Video Viral Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Ini Cara Aktivasi Rekening PIP

Video Viral Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Ini Cara Aktivasi Rekening PIP

July 26, 2026
Bos Perusahaan Efek Yakin RI Pertahankan Posisi Emerging Market

Bos Perusahaan Efek Yakin RI Pertahankan Posisi Emerging Market

July 26, 2026
Pejabat RI Jadi Sopir Truk Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan

Pejabat RI Jadi Sopir Truk Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan

July 26, 2026
IPO Terheboh Sampai Pecah Rekor, Sekarang Sahamnya Dibuang Investor

IPO Terheboh Sampai Pecah Rekor, Sekarang Sahamnya Dibuang Investor

July 26, 2026
Utilitas Rendah, Pengusaha Elektronik Incar Pasar Ekspor Baru

Utilitas Rendah, Pengusaha Elektronik Incar Pasar Ekspor Baru

July 26, 2026
UMKM Teriak, Bisnis Makin Susah Gara-Gara Ulah Presiden

UMKM Teriak, Bisnis Makin Susah Gara-Gara Ulah Presiden

July 26, 2026
Bos Pusat Gadai Ungkap Strategi Bisnis Gadai Untuk Anak Muda

Bos Pusat Gadai Ungkap Strategi Bisnis Gadai Untuk Anak Muda

July 26, 2026
Video: Tekan Kredit Macet di Pindar – Pegadaian, Bos OJK Pesan Begini

Video: Tekan Kredit Macet di Pindar – Pegadaian, Bos OJK Pesan Begini

July 26, 2026
Allianz Akuisisi Unit Asuransi HSBC di Negeri Singa Senilai Rp 37,5 T

Allianz Akuisisi Unit Asuransi HSBC di Negeri Singa Senilai Rp 37,5 T

July 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, July 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

1 hour ago
in Market
Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah
Share on FacebookShare on Twitter




 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

 

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bahkan sempat menyentuh Rp 18.000.

Ada kisah menarik saat pelemahan rupiah di tahun 1998 lalu. Saat itu anak sulung Presiden ke-2 RI Soeharto Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto berupaya menggagas gerakan khusus demi memperkuat rupiah di tengah krisis moneter.

Wanita yang akrab disapa Tutut ini menggagas gerakan untuk mendorong rupiah. Kala itu, Indonesia memang sedang berada dalam situasi sulit.

Menurut catatan Jan Luiten van Zanden dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), nilai tukar rupiah jatuh drastis dari semula stabil di kisaran Rp2.000 per dolar AS merosot hingga sekitar Rp10.000-12.000 per dolar AS. Kondisi ini dipicu gejolak mata uang baht Thailand pada pertengahan 1997 yang kemudian merambat ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Di tengah situasi tersebut, Tutut Soeharto pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Tujuannya sederhana, yakni mengajak masyarakat melepas simpanan dolar AS demi membantu penguatan rupiah sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi nasional.

“Gerakan Cinta Rupiah (Getar) yang dipelopori Ny. Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut benar-benar menggetarkan,” tulis koran Bali Post (16 Januari 1998).

Tutut sendiri memberi contoh langsung. Dia tercatat melepas US$50 ribu milik pribadinya untuk ditukar ke rupiah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan bukan hanya untuk membantu menguatkan rupiah, tetapi juga meningkatkan rasa cinta terhadap Indonesia.

Tak lama setelah diinisiasi Tutut, sejumlah pejabat negara ikut melakukan hal serupa. Dalam pemberitaan Bali Post (13 Januari 1998), beberapa anggota MPR tercatat mendatangi bank untuk menukar dolar AS mereka ke rupiah. Salah satu nama yang ikut melakukan aksi tersebut adalah sosok Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjadi anggota MPR Fraksi ABRI.

“Di antara rombongan itu (red, yang menukar dolar AS) tampak ketua Panitia Ad Hoc MPR, Hartono, Wakil Ketua Susilo Bambang Yudhoyono. […] Susilo Bambang Yudhoyono menukar US$1.300,” ungkap Bali Post (13 Januari 1998).

Selain anggota parlemen, sejumlah pejabat ekonomi juga ikut melepas kepemilikan dolar AS mereka. Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad, Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono, hingga tokoh lain disebut ikut berpartisipasi. Dari aksi tersebut, dana yang terkumpul di Gedung Bank Indonesia mencapai sekitar US$650 ribu.

Kalangan pengusaha pun ikut ambil bagian. Menurut Berita Yudha (13 Januari 1998), pengusaha Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing tercatat melepas US$100 ribu. Ini menjadikannya sebagai individu terbesar yang melepas kepemilikan dolar di Indonesia. Sementara pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono berada di posisi berikutnya.

“Rangking kedua diduduki pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono yang melepas US$ 50.100 dan merelakan 1 Kg emas miliknya kepada pemerintah,” ungkap Berita Yudha (13 Januari 1998).

Seiring berjalannya waktu, Gerakan Cinta Rupiah mulai meluas dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan profesi. Di tengah aksi tersebut, Tutut juga diketahui kembali menambah kontribusinya dengan menyerahkan 2 kilogram emas miliknya kepada pemerintah.

Meski begitu, gerakan tersebut mulai dikritik hanya beberapa minggu kemudian. Sejumlah pengamat menilai Gerakan Cinta Rupiah tidak akan cukup kuat menahan tekanan pasar. Sebab, dana yang terkumpul disebut tak lebih dari US$5 juta alias jauh dari kebutuhan Indonesia untuk menghadapi krisis yang mencapai miliaran dolar AS.

“Ini tak akan menyelesaikan masalah,” ungkap pengusaha Fahmi Idris, dikutip Bali Post (1 Februari 1998).

Kritik tersebut kemudian terbukti. Nilai tukar rupiah terus melemah dalam bulan-bulan berikutnya dan membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam. Pada Mei 1998, krisis ekonomi berubah menjadi krisis sosial dan politik yang memicu kerusuhan besar di berbagai daerah.

Tak lama setelah itu, tepat pada 21 Mei 1998, Soeharto resmi mengundurkan diri setelah lebih dari 32 tahun berkuasa.

(fab/fab)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

July 26, 2026
Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

July 26, 2026
Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

Libatkan Kelompok Tani dan Nelayan, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove

July 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .