• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saham CDIA Terkoreksi Untuk Pertama Kali Sejak IPO, Ada Apa?

Saham CDIA Terkoreksi Untuk Pertama Kali Sejak IPO, Ada Apa?

July 30, 2025
Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

May 21, 2026
Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

May 21, 2026
Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

May 21, 2026
IHSG Ambruk 2% ke 6.100 hingga Ada BUMN Khusus Ekspor Sawit Cs

IHSG Ambruk 2% ke 6.100 hingga Ada BUMN Khusus Ekspor Sawit Cs

May 21, 2026
Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40 Jadi 12

Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40 Jadi 12

May 21, 2026
Analisis Penyebab IHSG Turun 2% Hari Ini, Sentuh Level 6.100-an

Analisis Penyebab IHSG Turun 2% Hari Ini, Sentuh Level 6.100-an

May 21, 2026
Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40Jadi 12

Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40Jadi 12

May 21, 2026
Breaking News! IHSG Anjlok 2%

Breaking News! IHSG Anjlok 2%

May 21, 2026
BI Rate Naik Jadi 5.25%, Nasib Rupiah Bisa Menguat ke Rp17.300

BI Rate Naik Jadi 5.25%, Nasib Rupiah Bisa Menguat ke Rp17.300

May 21, 2026
Danantara Bongkar Masalah BUMN: Impairment Tembus Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Masalah BUMN: Impairment Tembus Rp100 Triliun

May 21, 2026
Rupiah Masih Melemah di Rp 17.600 per Dolar AS

Rupiah Masih Melemah di Rp 17.600 per Dolar AS

May 21, 2026
Breaking News! IHSG Anjlok 1,43%

Breaking News! IHSG Anjlok 1,43%

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Saham CDIA Terkoreksi Untuk Pertama Kali Sejak IPO, Ada Apa?

10 months ago
in News
Saham CDIA Terkoreksi Untuk Pertama Kali Sejak IPO, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten infrastruktur milik Konglomerat Prajogo Pangestu, Chandra Daya Investasi (CDIA), terkoreksi untuk pertama kalinya sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal bulan ini.

Pada perdagangan intraday sesi pertama, Rabu (30/7/2025), saham CDIA turun 5,74% ke Rp 1.725 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 215,33 triliun.

Meski mengalami koreksi, saham emiten yang tergabung dalam Grup Barito ini tercatat masih membukukan kenaikan harga saham lebih dari 800% sejak pertama melantai di bursa dan ditawarkan di harga Rp 190 per saham kala IPO.

Saham CDIA sendiri diketahui telah dua kali perdagangannya ditangguhkan oleh Bursa akibat kenaikan harga yang tajam. Sejak hari Jumat (25/7/2025) saham CDIA resmi diperdagangkan di papan pemantauan khusus BEI. Perdagangan di papan tersebut akan berlangsung selama tujuh hari perdagangan atau hingga Senin pekan depan.

Saham CDIA yang terus menerus melesat sejak IPO mulai kehilangan tenaga sejak diperdagangkan lewat mekanisme call auction. Pada perdagangan Jumat, saham CDIA masih mampu menyentuh batas auto rejection atas (ARA), kemudian kemarin ditutup stagnan dan hari ini terkoreksi, namun masih belum menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Sebelumnya, diketahui sejumlah petinggi CDIA kompak memborong saham perusahaan dengan jumlah yang fantastis.

Komisaris PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) Andre Khor Kah Hin memborong saham emiten yang tergabung dalam grup bisnis Prajogo Pangestu tersebut sebanyak 4,25 juta lembar. Transaksi tersebut dilakukan pada 21 Juli 2025 pada harga Rp 1.050. Dengan demikian nilai transaksi tersebut diperkirakan senilai Rp 4,46 miliar.

Andre juga diketahui memborong 15 juta saham CDIA pada 18 Juli dengan harga Rp 800 per saham atau merogoh kocek Rp 12 miliar.

Sebelumnya lagi, dua Direksi Chandra Daya Investasi (CDIA) mengumumkan pembelian total 10.000.000 lembar saham perusahaan. Pembelian tersebut dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2025 dan dieksekusi di harga Rp 800 per saham.

Dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia Presiden Direktur (Presdir) CDIA Fransiskus Ruly Aryawan mengumumkan membeli 5.000.000 saham CDIA dengan harga Rp 800 per saham. Artinya dirinya merogoh kocek Rp 4 miliar. Diketahui sebelum transaksi ini Fransiskus tidak memiliki saham CDIA dan setelahnya porsi kepemilikan dirinya adalah sebesar 0,004%.

Senada, Direktur CDIA lainnya Jonathan Kandinata juga membeli 5.000.000 saham CDIA di harga yang sama dan kepemilikannya pasca transaksi juga menjadi 0,004%.

Keduanya mengumumkan pembelian saham biasa tersebut bertujuan untuk investasi dengan kepemilikan langsung dan bukan merupakan bagian dari pengendali perusahaan.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Investor Siap-Siap! Anak Usaha TPIA Chandra Daya Investasi Akan IPO




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

May 21, 2026
Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

May 21, 2026
Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .