• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saham RI Masih Tangguh, Emiten Tambang Pelat Merah Tunjukkan Buktinya

Saham RI Masih Tangguh, Emiten Tambang Pelat Merah Tunjukkan Buktinya

June 10, 2026
OJK Sebut Pasar Modal RI Resilen, Ditopang Investor Ritel Domestik

OJK Sebut Pasar Modal RI Resilen, Ditopang Investor Ritel Domestik

June 10, 2026
BI Rate Naik 75 Bps Dalam Waktu Singkat, Bisa Redam Gejolak?

BI Rate Naik 75 Bps Dalam Waktu Singkat, Bisa Redam Gejolak?

June 10, 2026
Rupiah Ditutup Perkasa, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.950

Rupiah Ditutup Perkasa, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.950

June 10, 2026
Raih Dana Rp500 M dari Danamon, Akulaku Perluas Akses Pembiayaan

Raih Dana Rp500 M dari Danamon, Akulaku Perluas Akses Pembiayaan

June 10, 2026
Asing Net Sell Rp2,75 T Meski IHSG Hijau, Kompak Lego 10 Saham Ini

Asing Net Sell Rp2,75 T Meski IHSG Hijau, Kompak Lego 10 Saham Ini

June 10, 2026
AsingNet Sell Rp2,75 T Meski IHSG Hijau,Kompak Lego 10 Saham Ini

AsingNet Sell Rp2,75 T Meski IHSG Hijau,Kompak Lego 10 Saham Ini

June 10, 2026
Video: Kebut Proyek PLTA Sumut, Industri Fokus Urus Izin

Video: Kebut Proyek PLTA Sumut, Industri Fokus Urus Izin

June 10, 2026
Emiten Happy Hapsoro (RAJA) Mau Stock Split Saham Rasio 1:5

Emiten Happy Hapsoro (RAJA) Mau Stock Split Saham Rasio 1:5

June 10, 2026
IHSG Sesi I Naik 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham-Saham Ini

IHSG Sesi I Naik 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham-Saham Ini

June 10, 2026
IHSG Lanjut Menguat & Rupiah Melaju ke Bawah Rp 18.000 per USD

IHSG Lanjut Menguat & Rupiah Melaju ke Bawah Rp 18.000 per USD

June 10, 2026
Bos BI Beberkan 5 Alasan Mengapa Dolar Bisa Balik ke Rp17.500 di 2027

Bos BI Beberkan 5 Alasan Mengapa Dolar Bisa Balik ke Rp17.500 di 2027

June 10, 2026
Siap-Siap Warga RI! Dompet Menipis, Cicilan Kredit Mencekik

Siap-Siap Warga RI! Dompet Menipis, Cicilan Kredit Mencekik

June 10, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, June 10, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Saham RI Masih Tangguh, Emiten Tambang Pelat Merah Tunjukkan Buktinya

1 hour ago
in Lifestyle
Saham RI Masih Tangguh, Emiten Tambang Pelat Merah Tunjukkan Buktinya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Fundamental emiten pertambangan pelat merah di Indonesia dinilai kuat di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 32,8% secara year to date (ytd).

Bila menilik pada laporan keuangannya, seluruh anggota holding MIND ID justru mencatat kinerja yang solid dan konsisten positif sepanjang tahun lalu. Diantara emiten tersebut adalah ANTM, PTBA, TINS, dan INCO.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai capaian kinerja Grup MIND ID telah melampaui ekspektasi dan bukan semata-mata hasil dari kenaikan harga komoditas.

“Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil,” tutur Toto tertulis, dikutip Rabu, (10/6/2026).

Selain itu, Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, fundamental emiten tambang BUMN dinilai solid lantaran secara kinerja, perusahaan mampu melampaui target tahunan. Hal ini menandakan bahwa operasional perusahaan optimal.

“Belum lagi juga kontribusi dividen ke negara, walaupun juga ada kontribusi pajak loyalty ke negara, ini bisa menjadi sinyal yang positif dari sisi cashflownya sehat. Sehingga emiten dari MIND ID ini memiliki sustainability yang baik,” ungkap Nafan dihubungi terpisah.

Bila dirinci berdasarkan komoditas, segmen emas melalui PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Capaian tersebut melonjak 106% dibandingkan laba tahun berjalan 2024 yang sebesar Rp3,85 triliun.

Pertumbuhan laba itu sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh bisnis emas yang menyumbang sekitar 79% terhadap total penjualan perusahaan.

Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini berlangsung di tengah tekanan harga batu bara global yang masih berlanjut.

Di segmen timah, PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119% dari target RKAP 2025. Pendapatan TINS tercatat sebesar Rp11,55 triliun atau meningkat 6,41% dibandingkan Rp10,86 triliun pada 2024.

Dari hasil tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut mencatatkan pertumbuhan laba 32% ke angka US$76,1 juta di tahun 202. Pendapatannya pun naik menjadi US$990,19 juta.

Raihan ini sejalan dengan pernyataan Pelaksana Tugas Sementara (PJS) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik sebelumnya. Ia mengatakan fundamental pasar modal Indonesia saat ini berada dalam kondisi baik, tercermin dari kinerja keuangan perusahaan tercatat yang terus mencatatkan pertumbuhan laba.

Menurut Jeffrey, seluruh perusahaan tercatat di BEI membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21% pada akhir tahun buku 2025. Sementara itu, pada kuartal I-2026, emiten yang tergabung dalam kelompok LQ45 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Sebut Pasar Modal RI Resilen, Ditopang Investor Ritel Domestik

OJK Sebut Pasar Modal RI Resilen, Ditopang Investor Ritel Domestik

June 10, 2026
BI Rate Naik 75 Bps Dalam Waktu Singkat, Bisa Redam Gejolak?

BI Rate Naik 75 Bps Dalam Waktu Singkat, Bisa Redam Gejolak?

June 10, 2026
Saham RI Masih Tangguh, Emiten Tambang Pelat Merah Tunjukkan Buktinya

Saham RI Masih Tangguh, Emiten Tambang Pelat Merah Tunjukkan Buktinya

June 10, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .