• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saran Investasi dari Warren Buffett Saat Harga Saham Turun

Saran Investasi dari Warren Buffett Saat Harga Saham Turun

January 6, 2026
Panas Houthi Vs Saudi, Harga Minyak Brent Tembus USD 113/barel

Panas Houthi Vs Saudi, Harga Minyak Brent Tembus USD 113/barel

October 23, 2026
Menkeu Suahasil Ungkap Jurus Redam Perang Bunga Deposito Bank

Menkeu Suahasil Ungkap Jurus Redam Perang Bunga Deposito Bank

October 23, 2026
Wall Street Ambruk Hingga IHSG Rebound ke Level 5.400-an

Wall Street Ambruk Hingga IHSG Rebound ke Level 5.400-an

October 23, 2026
Pengadilan Batalkan Putusan KPPU Soal Bunga Kartel Bunga Pinjol

Pengadilan Batalkan Putusan KPPU Soal Bunga Kartel Bunga Pinjol

October 23, 2026
Emiten Haji Isam (PACK) Rights Issue Jumbo, Dananya Buat Akuisisi Ini

Emiten Haji Isam (PACK) Rights Issue Jumbo, Dananya Buat Akuisisi Ini

October 23, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Naik 1,09% ke 5.446

Akhiri Sesi I, IHSG Naik 1,09% ke 5.446

October 23, 2026
Adhi Karya (ADHI) Mau Gelar RUPSLB, Salah Satunya Bahas Divestasi

Adhi Karya (ADHI) Mau Gelar RUPSLB, Salah Satunya Bahas Divestasi

October 23, 2026
Antam Bakal Dapat Limpahan Tambang Emas Baru, di Papua!

Antam Bakal Dapat Limpahan Tambang Emas Baru, di Papua!

October 23, 2026
Saham Turun Belum Tentu Murah, Ini Pesan Danantara Buat Investor

Saham Turun Belum Tentu Murah, Ini Pesan Danantara Buat Investor

October 23, 2026
Inflasi Jepang Makin Panas, Tertinggi Tahun Ini-Bikin Waswas

Inflasi Jepang Makin Panas, Tertinggi Tahun Ini-Bikin Waswas

October 23, 2026
Agoes Projosasmito Borong Saham Bumi Resources (BRMS) Senilai Rp 2,4 M

Agoes Projosasmito Borong Saham Bumi Resources (BRMS) Senilai Rp 2,4 M

October 23, 2026
BEI Pelototi Saham PNSE dan DKHH Usai Harga Naik-Turun Drastis

BEI Pelototi Saham PNSE dan DKHH Usai Harga Naik-Turun Drastis

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Saran Investasi dari Warren Buffett Saat Harga Saham Turun

10 months ago
in Lifestyle
Saran Investasi dari Warren Buffett Saat Harga Saham Turun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sejak 1965, saham konglomerasi milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway, membukukan imbal hasil tahunan gabungan sebesar 19,9%, hampir dua kali lipat kinerja indeks S&P 500 dalam periode yang sama. Capaian tersebut diraih bukan dengan strategi rumit, melainkan lewat konsistensi membeli bisnis berkualitas saat pasar dilanda kepanikan.

Berbeda dengan banyak manajer investasi ternama Wall Street, Buffett justru kerap mencetak keuntungan besar di tengah krisis pasar. Ia memanfaatkan momen ketika investor lain menjual asetnya karena takut, sementara valuasi bisnis bagus terdiskon tajam.

Melansir Investopedia, prinsip pertama Buffett adalah tetap tenang dan menghindari panic selling saat pasar bergejolak. Ia menegaskan pasar saham dirancang untuk memindahkan uang dari investor yang tidak sabar kepada mereka yang sabar.

Kinerja jangka panjang indeks S&P 500 memperkuat pandangan tersebut meski pasar berulang kali diterpa krisis dan resesi. Investasi US$100 pada 1928, misalnya, kini nilainya mendekati US$1 juta berkat kekuatan compounding dalam jangka panjang.

Prinsip kedua yang paling terkenal adalah pepatah Buffett, “takutlah ketika orang lain serakah, dan serakahlah ketika orang lain takut.” Filosofi ini menjadi fondasi utama strateginya dalam membangun kekayaan.

Saat krisis keuangan global 2008, Buffett justru menanamkan dana US$5 miliar di Goldman Sachs ketika saham perbankan terjun bebas. Investasi itu menghasilkan lebih dari US$3 miliar keuntungan bagi Berkshire Hathaway melalui dividen tinggi dan waran saham.

Prinsip ketiga Buffett adalah fokus pada fundamental bisnis, bukan fluktuasi harga saham jangka pendek. Ia kerap bertanya apakah penurunan harga saham benar-benar mengubah permintaan produk atau jasa perusahaan tersebut.

Pendekatan ini tercermin saat Berkshire membeli saham Washington Post pada 1973 di tengah kejatuhan pasar. Investasi US$10,6 juta itu berkembang menjadi lebih dari US$200 juta pada 1985, atau melonjak hampir 1.900%.

Prinsip keempat adalah tidak mencoba menebak waktu pasar, yang menurut Buffett merupakan permainan sia-sia. Ia memilih menahan saham dalam jangka sangat panjang, seperti Coca-Cola yang telah dipegang selama 36 tahun dan American Express sejak era 1960-an.

Prinsip kelima adalah menjaga cadangan kas sebagai amunisi saat peluang langka muncul. Buffett memandang kas bukan sebagai aset menganggur, melainkan senjata strategis ketika pasar kembali panik.

Posisi kas Berkshire Hathaway yang besar kerap dikritik saat pasar bullish, namun justru menjadi keunggulan saat krisis. Buffett bahkan berkomitmen menjaga kas minimal US$10 miliar, dan belakangan memegang rekor cadangan kas di tengah ketidakpastian pasar global.

Secara keseluruhan, filosofi Buffett menekankan rasionalitas, kesabaran, dan keyakinan pada nilai intrinsik bisnis. Bagi Buffett, kejatuhan pasar bukanlah ancaman, melainkan peluang emas untuk membeli aset berkualitas dengan harga murah.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Panas Houthi Vs Saudi, Harga Minyak Brent Tembus USD 113/barel

Panas Houthi Vs Saudi, Harga Minyak Brent Tembus USD 113/barel

October 23, 2026
Menkeu Suahasil Ungkap Jurus Redam Perang Bunga Deposito Bank

Menkeu Suahasil Ungkap Jurus Redam Perang Bunga Deposito Bank

October 23, 2026
Wall Street Ambruk Hingga IHSG Rebound ke Level 5.400-an

Wall Street Ambruk Hingga IHSG Rebound ke Level 5.400-an

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .