• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Sepanjang 2025, 7 Bank Bangkrut, 21 Merger Besar-Besaran

Sepanjang 2025, 7 Bank Bangkrut, 21 Merger Besar-Besaran

December 25, 2025
DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

July 27, 2026
Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

July 27, 2026
Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

July 27, 2026
OJK Susun Ulang Aturan Unitlink, Ini Bocorannya

OJK Susun Ulang Aturan Unitlink, Ini Bocorannya

July 27, 2026
Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

July 27, 2026
Prabowo Minta KSSK Libatkan Danantara Dalam Pengambilan Keputusan

Prabowo Minta KSSK Libatkan Danantara Dalam Pengambilan Keputusan

July 27, 2026
Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T

Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T

July 27, 2026
Ketahanan Modal Mayoritas Asuransi Bakal Turun, Ada Apa?

Ketahanan Modal Mayoritas Asuransi Bakal Turun, Ada Apa?

July 27, 2026
Fit and Proper Test Gubernur BI Berpotensi Molor karena Reses DPR

Fit and Proper Test Gubernur BI Berpotensi Molor karena Reses DPR

July 27, 2026
DPR Beberkan Syarat Utama Calon Gubernur BI, Bukan Cuma Jago Moneter

DPR Beberkan Syarat Utama Calon Gubernur BI, Bukan Cuma Jago Moneter

July 27, 2026
Pasar Pantau The Fed hingga Efek Perry Warjiyo Mundur ke Rupiah

Pasar Pantau The Fed hingga Efek Perry Warjiyo Mundur ke Rupiah

July 27, 2026
Pjs Gubernur BI Destry Datangi Istana, Tegaskan Rupiah Jadi Prioritas

Pjs Gubernur BI Destry Datangi Istana, Tegaskan Rupiah Jadi Prioritas

July 27, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 27, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Sepanjang 2025, 7 Bank Bangkrut, 21 Merger Besar-Besaran

7 months ago
in News
Sepanjang 2025, 7 Bank Bangkrut, 21 Merger Besar-Besaran
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Peristiwa bank tutup kerap mengisi tahun 2025. Sepanjang tahun ini, tercatat ada tujuh bank perekonomian rakyat (BPR) yang harus gulung tikar dicabut izin usahanya.

Angka tersebut memang sedikit, bahkan tak sampai setengah dari tahun 2024 yang totalnya mencapai 20 BPR. Namun demikian, keadaan ini menunjukkan bahwa jumlah pelaku industri BPR terus menyusut.

Sama seperti tahun lalu, mayoritas BPR yang tutup disebabkan oleh kurangnya modal atau kondisi keuangan yang sakit yang tidak kunjung dapat disehatkan. Alhasil, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan cabut izin usaha (CIU) terhadap bank-bank tersebut, diikuti dengan proses likuidasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sukarela Minta Ditutup

Yang menarik di tahun ini, terdapat dua BPR yang secara sukarela meminta otoritas untuk dilikuidasi. Antara lain, BPR Artha Kramat dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa.

Pada 24 Oktober 2025, OJK mengumumkan telah melakukan CIU terhadap BPR Artha Kramat yang beralamat di Jalan Raya Munjungagung Nomor 28, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, atas permintaan Pemegang Saham (Self Liquidation). Alasannya, pemegang saham pengendali bank itu ingin lebih fokus terhadap pengembangan BPR Bumi Sediaguna yang masih dalam satu grup kepemilikan yang sama dengan BPR Artha Kramat.

Hanya selang lima hari, OJK mengumumkan telah melakukan CIU atas BPR Nagajayaraya karena permintaan sukarela pemegang sahamnya. Pemegang saham bank yang beralamat di Jalan P.B. Sudirman No. 85, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur itu mempertimbangkan belum terpenuhinya modal inti minimum sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengenai dua kejadian tak biasa tersebut, Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Mahendra Siregar menilainya sebagai proses normal dan merupakan bagian dari penataan dan konsolidasi industri BPR.

“Kami melihatnya bahwa ini merupakan permintaan self-liquidation ini bagai proses yang normal dan justru bagian dari penataan dan konsolidasi industri BPR,” pungkasnya saat Konferensi Pers KSSK, Gedung Bank Indonesia (BI), Senin (3/11/2025) lalu.

Dengan demikian, Mahendra mengatakan BPR akan semakin efisien dan berdaya tahan terhadap guncangan dan tuntutan yang diperlukan ke depannya. Selain itu, dengan ini, diharapkan peran dari pengurus maupun pemilik BPR lebih optimal dan meningkatkan penerapan tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan atas seluruh ketentuan yang juga merupakan hal yang penting tentunya demi kinerja BPR.

Lebih lanjut, Mahendra memastikan proses likuidasi BPR secara sukarela tetap mendorong perlindungan nasabah.

Adapun, ketujuh BPR/BPR Syariah (BPRS) yang tutup tahun sepanjang tahun ini adalah BPRS Gebu Prima, BPR Dwicahaya Nusaperkasa, BPR Disky Surya Jaya, BPRS Gayo Perseroda, BPR Artha Kramat, BPR Nagajayaraya Sentrasentosa, dan BPR Bumi Pendawa Raharja.

Konsolidasi Besar-Besaran BPR

OJK sendiri memang mendorong penguatan industri BPR, salah satunya dengan konsolidasi. Selain penutupnya BPR-BPR yang sakit, aksi konsolidasi juga sedang marak dilakukan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae memperkirakan jumlah BPR/BPRS dapat lanjut menurun hingga tersisa 1.000 bank.

“Karena itu BPR kan sekarang konsolidasinya sangat rame ya. Sedang besar-besaran dari BPR melakukan konsolidasi itu,” katanya di Amanaia Menteng, pada Selasa (3/6/2025) lalu.

Dian melanjutkan, “Dulu kan saya pernah ngomong pada awal-awal gitu kan, saya akan targetkan menjadi seribu. Tapi ternyata tanpa saya harus memaksa segala macam pun, kayaknya jumlah itu akan tercapai.”

Ia mengatakan penguatan BPR/BPRS penting dilakukan. Sebab, BPR yang hanya diwajibkan memiliki modal inti minimum Rp6 miliar, bisa melakukan berbagai layanan seperti bank umum.

“Bisa listed, bisa payment system, bisa transaksi devisa gitu kan. Kan ini kalau tidak dibenahi, tidak diperkuat dari semua aspeknya gitu, risk managementnya, terus kemudian masalah yang apa namanya, governance dan lain sebagainya, itu malah repot gitu. Malah jangan-jangan yang cita-citanya BPR itu bisa ke pasar modal, jangan-jangan kalau tidak diberesin, tidak akan banyak BPR yang akan bisa listed gitu,” terang Dian.

Sepanjang tahun ini ada dua aksi merger BPR besar-besaran. Pertama, ada sebanyak empat BPR dalam satu naungan memutuskan untuk melebur.

Antara lain, PT BPR Bina Sejahtera Insani (Binsani), PT BPR Rejeki Insani, PT BPR Dutabhakti Insani, dan PT BPR Bina Kharisma Insani. BPR Binsani yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah itu menjadi surviving entity yang menerima penggabungan ketiga BPR lainnya. Merger resmi dilakukan pada 27 Agustus 2025.

Kedua, Bank Syariah Matahari besutan Pimpinan Pusat (PP) mendapatkan izin operasional oleh OJK pada 18 Juni 2025. Bank tersebut sebelumnya merupakan BPRS yang dijadikan cangkang untuk mendirikan Bank Umum Syariah (BUS).

Adapun, Bank Syariah Matahari dipilih sebagai perusahaan cangkang, karena Muhammadiyah sulit untuk melebur sebanyak 17 BPRS yang dimiliknya menjadi 1.

“BPRS Matahari Artha Daya itu yang [jadi] bank nanti, kemudian [BPRS lain] ikut gabung. Jadi BPR lain bisa memegang saham ke bank yang baru. Satu yang jadi magnet. Jadi satu itu yang ditransformasi menjadi bank. Habis itu yang lain akan masuk juga. Jadi bukan di-merger, ya. Dia akan melebur,” ungkap Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mukhaer Pakkanna, usai acara Kolaborasi Strategis Muhammadiyah dan DMMX di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Disclaimer: Big Stories merupakan kumpulan berita lama dari CNBC Indonesia yang telah dipublikasikan sebelumnya dan disajikan kembali karena menjadi berita terpopuler dan paling banyak diminati sepanjang tahun 2025. Informasi yang dimuat tidak selalu mencerminkan kondisi atau perkembangan terbaru. Pembaca disarankan untuk meninjau tanggal publikasi dan mencari referensi tambahan untuk mendapatkan informasi terkini

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

July 27, 2026
Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

July 27, 2026
Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

July 27, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .