• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Setoran Pajak RI Terendah di ASEAN, Pemerintah Siapkan Gebrakan Besar

Setoran Pajak RI Terendah di ASEAN, Pemerintah Siapkan Gebrakan Besar

April 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
BMRI Ungkap 3 Fokus Prioritas Perusahaan di Sisa 2026

BMRI Ungkap 3 Fokus Prioritas Perusahaan di Sisa 2026

October 23, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,95% ke Level 5.439

IHSG Ditutup Menguat 0,95% ke Level 5.439

October 23, 2026
Laba Bank Mandiri Meroket 20,7% Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III

Laba Bank Mandiri Meroket 20,7% Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III

October 23, 2026
Kredit Bank Mandiri Kuartal III Tumbuh 16% Jadi Rp 1.605 Triliun

Kredit Bank Mandiri Kuartal III Tumbuh 16% Jadi Rp 1.605 Triliun

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Setoran Pajak RI Terendah di ASEAN, Pemerintah Siapkan Gebrakan Besar

6 months ago
in ENTREPRENEUR
Setoran Pajak RI Terendah di ASEAN, Pemerintah Siapkan Gebrakan Besar
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengatakan Indonesia masih memiliki potensi penerimaan dari pajak yang besar, utamanya dari sektor teknologi.

‎Hal ini ia ungkapkan saat menyoroti capaian penerimaan Indonesia yang kalah dari negara-negara tetangga di ASEAN, bahkan kalah dari Kamboja.
‎
‎Meskipun menjadi salah satu negara dengan penerimaan negara terendah di ASEAN, Hashim tetap optimis akan terjadinya pertumbuhan melalui program-program pemerintah.

‎

‎”sebetulnya yang juga berikan harapan bagi saya adalah pemerintah saat ini sedang persiapkan dan akan mulai dengan program-program peningkatan penerimaan negara,” katanya di Menata Patra Jasa, Jakarta, Kamis (23/4/2026.
‎
‎Hashim menyoroti potensi penerimaan negara dari pajak perusahaan-perusahaan teknologi, seperti perusahaan e-commerce hingga game online.
‎
‎E-commerce misalnya, tutur Hashim, volume transaksinya mencapai US$60 miliar hingga US$90 miliar. Jika pajak pertambahan nilai (PPN) saat ini dikenakan 11%, dengan hitung-hitungan yang kasar pemerintah berpotensi mendapatkan sekitar US$6,6 miliar atau bisa mencapai RP100 triliun. Namun, yang diterima negara jauh lebih rendah.
‎
‎”E-commerce kurang lebih volume-nya yang saya dapat laporan itu US$60 sampai US$90 miliar, datanya bervariasi. Tapi kalau kita pakai angka terendah US$60 miliar seharusnya kita dapat pajak PPN 11% itu Rp6,6 miliar atau kurang lebih Rp100 triliun. Tapi kenyataannya yang diterima pemerintah tahun lalu hanya Rp8 triliun. Yang seharusnya Rp100 triliun yang didapat Rp8 triliun, Rp92 triliun itu ke mana? Saya juga bertanya,” jelas Hashim.

‎‎Selain itu, Hashim juga mengatakan ada potensi pajak dari game online, yang disebutnya belum membayar pajak pemerintah. ‎Pajak game online, ungkap Hashim, sedang dipersiapkan oleh pemerintah sebagai tambahan penerimaan negara.
‎
‎”Game anak-anak itu ternyata kita pelajari belum bayar pajak. Perusahaan asing banyak dari china, dari Korea Selatan mereka tidak banyak pajak. Sebentar lagi mereka harus bayar pajak,” imbuh Hashim.

Sebelumnya menurut catatan Bank Dunia atau World Bank dalam laporan berjudul Macro Poverty Outlook edisi April 2025, rasio penerimaan negara atau revenue ratio pada 2024 hanya sebesar 12,8%. Turun dibandingkan catatan pada 2022 yang sebesar 13,5%, dan 2023 sebesar 13,3%.

“Dengan angka 12,7%, rasio pendapatan terhadap PDB Indonesia pada tahun 2024 merupakan yang terendah di antara negara-negara berpendapatan menengah,” dikutip dari laporan Bank Dunia itu, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, dibanding negara-negara tetangga Asia Tenggara atau ASEAN, juga masih tertinggal. Misalnya, Kamboja mampu mencatatkan revenues ratio sebesar 15,2% pada 2025, dan masih akan stabil di level 15,2% pada 2025.

Lalu, Filipina sebesar 16,7% dan akan sedikit turun menjadi 16,2% pada 2025, Malaysia 16,8% menjadi 16,5%, Laos 18,2% menjadi 18,1%, Vietnam 18,4% menjadi 16,4%, Myanmar 20% menjadi 22%, dan Thailand 21,3% menjadi 21,2%.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .