
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Vietnam kini menetapkan batas minimum kepemilikan saham negara sebesar 65% di sejumlah bank milik pemerintah. Kebijakan ini menjadi bagian dari program restrukturisasi modal negara untuk mempertahankan kendali pemerintah atas sektor-sektor strategis.
Mengutip Reuters, Kamis (29/10/2026), rencana restrukturisasi dirilis pada Rabu malam. Secara rinci, ini mencakup 21 perusahaan milik negara maupun perusahaan yang didukung negara dan menjadi bagian dari agenda restrukturisasi modal negara 2026-2030.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin mempertahankan kendali di sektor-sektor strategis sekaligus memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kepemilikan saham di perusahaan dan lembaga keuangan tertentu. Kepemilikan minimal 65% saham ditarget di tiga bank besar, yakni Bank for Investment and Development of Vietnam (BIDV), Vietcombank, dan VietinBank.
Saat ini, pemerintah Vietnam memiliki 76,73% saham BIDV dan 74,80% saham Vietcombank. Kedua bank tersebut telah berada di atas ambang batas kepemilikan baru yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, kepemilikan pemerintah di VietinBank tercatat sebesar 64,46%, sedikit di bawah target minimum 65%.
Namun, dokumen tersebut belum menjelaskan mekanisme yang akan digunakan untuk mencapai target kepemilikan tersebut, termasuk apakah pemerintah akan melakukan penjualan saham, penempatan saham, atau penghimpunan modal. Pemerintah juga berencana mempertahankan kepemilikan penuh sebesar 100% di Agribank hingga 2030. Bank tersebut menjadi satu-satunya bank dalam daftar yang akan tetap sepenuhnya dimiliki negara.
Selain perbankan, Vietnam juga akan mempertahankan kepemilikan negara sebesar 100% hingga 2030 di sejumlah perusahaan strategis lain. Perusahaan tersebut meliputi Vietnam Electricity (EVN), perusahaan energi nasional Vietnam National Industry-Energy Group atau PetroVietnam, serta Vietnam Expressway Corporation (VEC) yang bergerak di bidang jalan tol.
Di sektor penerbangan, pemerintah justru berencana meningkatkan kepemilikan langsungnya di Vietnam Airlines menjadi 86,42% pada 2030, dari posisi saat ini sebesar 39,29%. Berdasarkan data London Stock Exchange Group (LSEG), investor milik negara Vietnam, State Capital Investment Corporation (SCIC), saat ini telah memegang sekitar 47% saham maskapai tersebut.
Di sisi lain, pemerintah berencana mengurangi kepemilikan sahamnya di Vietnam Rubber Group menjadi 75% dari posisi saat ini sebesar 96,77%. Meski dikurangi, pemerintah tetap akan mempertahankan kepemilikan mayoritas di perusahaan tersebut.
Media lokal melaporkan bahwa Vietnam memiliki 695 perusahaan milik negara pada akhir 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 497 perusahaan sepenuhnya dimiliki pemerintah.
(sef/sef)



















