
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) alias KB Bank mencatatkan pertumbuhan tinggi pada transaksi korean won (KRW) di tengah volatilitas nilai tukar rupiah. Pertumbuhan ini juga berkontribusi pada simpanan valuta asing (valas) di bank milik raksasa finansial Korea Selatan itu, seiring dengan tren meningkatnya simpanan valas di industri perbankan.
Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi mengatakan pihaknya merupakan satu-satunya bank milik Korea Selatan yang memiliki izin untuk menjalankan local currency transaction (LCT) rupiah-won. Dengan begitu, para nasabah terutama bertransaksi langsung menggunakan mata uang lokal tanpa konversi perantara.
Widodo mengatakan fasilitas ini memudahkan para nasabah serta menjadi opsi transaksi yang lebih hemat biaya konversi kurs hingga 20%.
“LCT ini bisa menghemat spread ya, karena kalau dulu kan Rupiah ke USD, USD ke Korean Won gitu ya, atau sebaliknya gitu ya. Itu mungkin bisa sampai 20% dari spread itu, yang bisa dihemat oleh nasabah-nasabah,” ujar Widodo saat Media Workshop di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).
Ia tidak mengungkapkan secara rinci berapa pertumbuhan transaksi dan jumlah simpanan KRW di KB Bank. Namun, Widodo mengakui transaksi KRW di bank itu dari bulan ke bulan terus meningkat, dan secara tahunan mencatatkan kenaikan high single digit.
Widodo meyakini ke depannya transaksi won di KB Bank dapat bertumbuh hingga double digit. Sebab, saat ini belum semua perusahaan Korea sendiri mengetahui adanya layanan LCT Rupiah-Won di KB Bank, dan diharapkan penggunanya akan bertambah ke depannya.
Transaction Banking Division Head KB Bank, Novita S. Djani mengatakan LCT ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan transaksi di bank tersebut. Menurutnya, ini juga membuka peluang bagi KB Bank dalam menyediakan solusi bagi para nasabah terutama nasabah wholesale, di tengah volatilitas nilai tukar rupiah.
Wholesale Banking KB Bank sendiri bertindak sebagai mitra keuangan strategis yang melayani segmen pelaku bisnis hingga institusi skala besar di Indonesia. Struktur layanannya terbagi ke dalam tiga pilar utama yaitu Corporate Banking, Commercial Banking, dan Enterprise Banking, ketiga pilar ini disokong penuh oleh pilar operasional Transaction Banking.
Mengintip laporan keuangan KB Bank per 30 Juni 2026, keuntungan dari penjabaran transaksi valuta asing tercatat sebesar Rp64,19 miliar. Perolehan itu berbalik dari kerugian Rp25,94 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya, atau melesat 347,41% secara persentase tahunan.
Sementara itu, secara Year-to-Date (YTD) nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah sekitar 6,98% per September 2026.
(fsd/fsd)

















