• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Volatilitas Tinggi, IHSG Ditutup Lompat 0,72% ke Level 8.948

Volatilitas Tinggi, IHSG Ditutup Lompat 0,72% ke Level 8.948

January 13, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1,03% ke Level 6.083

Breaking! IHSG Anjlok 1,03% ke Level 6.083

October 8, 2026
OJK Cabut Izin Usaha Perusahaan Modal Ventura di Kawasan SCBD

OJK Cabut Izin Usaha Perusahaan Modal Ventura di Kawasan SCBD

October 8, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

October 8, 2026
Danantara Resmikan Hasil Merger 23 Entitas Kawasan Industri 5 November

Danantara Resmikan Hasil Merger 23 Entitas Kawasan Industri 5 November

October 8, 2026
Emiten Sinar Ini Caplok Bank di Timor Leste, Rogoh Duit Rp64,44 Miliar

Emiten Sinar Ini Caplok Bank di Timor Leste, Rogoh Duit Rp64,44 Miliar

October 8, 2026
Danantara & Bakrie Kompak Borong Migas AS, Ini Profil HighPeak Energy

Danantara & Bakrie Kompak Borong Migas AS, Ini Profil HighPeak Energy

October 8, 2026
Akhir Sesi I IHSG Melemah 0,80% ke Level 6.097

Akhir Sesi I IHSG Melemah 0,80% ke Level 6.097

October 8, 2026
Sosok Mu’min Ali Gunawan, Taipan RI yang Mundur dari Preskom PANS

Sosok Mu’min Ali Gunawan, Taipan RI yang Mundur dari Preskom PANS

October 8, 2026
Sehari Pasca Caplok Perusahaan Migas AS, Saham ENRG Anjlok 5%

Sehari Pasca Caplok Perusahaan Migas AS, Saham ENRG Anjlok 5%

October 8, 2026
Haji Isam Tambah Porsi Kepemilikan Saham Bayan (BYAN), BEI Buka Suara

Haji Isam Tambah Porsi Kepemilikan Saham Bayan (BYAN), BEI Buka Suara

October 8, 2026
Bank Raya (AGRO) Rombak Direksi, Ini Susunan Terbarunya

Bank Raya (AGRO) Rombak Direksi, Ini Susunan Terbarunya

October 8, 2026
OJK Mau Perpanjang Batas Kredit Macet Pinjaman Online Jadi 180 Hari

OJK Mau Perpanjang Batas Kredit Macet Pinjaman Online Jadi 180 Hari

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 8, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Volatilitas Tinggi, IHSG Ditutup Lompat 0,72% ke Level 8.948

9 months ago
in ENTREPRENEUR
Volatilitas Tinggi, IHSG Ditutup Lompat 0,72% ke Level 8.948
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melesat 0,72% atau lompat 63,58 poin ke level 8.948,30 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (13/1/2025). IHSG berhasil menguat meski pasar saham domestik masih dalam fase volatilitas yang tinggi.

Tercatat hari ini, dari titik tertinggi ke terendah perdagangan hari ini, IHSG bergerak volatil dan tiba-tiba kehilangan 115 poin atau terpangkas 1,28%, sebelum nyaris memulihkan seluruh poin yang hilang pada akhir perdagangan.

Sebanyak 348 saham naik, 327 turun, dan 131 tidak bergerak. Total nilai transaksi hari ini tergolong sangat ramai atau mencapai Rp 33,43 triliun yang melibatkan 62,87 miliar saham dalam 3,80 juta kali transaksi.

Perdagangan IHSG hari ini masih volatil seperti yang terjadi pada perdagangan kemarin tatkala IHSG sempat tersungkur lebih dari 2% pada perdagangan intraday kemarin. Meski tidak sampai terkoreksi dalam, volatilitas IHSG hari ini terlihat dari pemangkasan apresiasi IHSG lebih dari 1% (diukur dari posisi tertinggi) lenyap dalam hitungan menit.

Saham-saham konglomerat, khususnya Grup Bakrie tercatat masih menjadi yang paling ramai diperdagangkan hari ini dan merupakan pendorong IHSG ke zona merah. Saham BUMI dan BRMS tercatat terkoreksi lebih dari 5% pada perdagangan hari ini, sedangkan saham DEWA ambruk 10% lebih. 

Hanya sektor konsumer non-primer dan industri yang tercatat mengalami koreksi hari ini, sedangkan sektor properti dan infrastruktur menguat paling signifikan.

Tiga saham Grup Bakrie masuk dalam jajaran empat emiten paling membebani kinerja indeks hari ini.Saham Bumi Resources (BUMI), Bumi Resources Minerals (BRMS) dan Darma Henwa (DEWA) secara kumulatif menyumbang koreksi 22,53 indeks poin.

Adapun saham-saham yang menjadi penopang kinerja positif IHSG hari ini termasuk ASII, TLKM, MBMA, BREN dan MDKA.

Pada perdagangan sesi pertama, asing tercatat membukukan pembelian Rp 5,7 triliun dan melakukan aksi jual senilai Rp 4,4 triliun, sehingga net foreign buy sesi 1 hari ini mencapai Rp 1,3 triliun.

Saham bank dan komoditas mendominasi dalam daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar. Namun posisi teratas dihuni oleh Astra (ASII) yang mencatat net foreign buy Rp 149,3 miliar.

Kemudian diikuti oleh Alamtri Resources (ADRO) Rp 146,8 miliar, Merdeka Battery Materials (MBMA) Rp 135,4 miliar, dan Vale Indonesia (INCO) Rp 130,3 miliar.

Pasar keuangan hari ini akan menghadapi banyak sentimen, baik dari dalam negeri dan luar negeri. Ambruknya IHSG dalam waktu singkat Senin sore kemarin dan berbalik tajam pada perdagangan hari ini menjadi peringatan buat investor jika pasar bisa jatuh kapan pun.

Sejumlah analis pun buka suara terkait ambruknya IHSG secara tiba-tiba kemarin. Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan koreksi dalam hari ini terjadi karena adanya aksi profit taking di saham-saham energi.

Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengaitkan koreksi dalam ini dengan gejolak geopolitik global.

Adapun memasuki tahun 2026, indikator ekonomi menunjukkan pergerakan yang dinamis baik dari sisi domestik maupun global. Di dalam negeri, daya beli masyarakat mencatatkan pemulihan solid yang tercermin dari data penjualan ritel, sementara sektor energi terus bermanuver melalui kebijakan produksi dan penyelesaian proyek strategis.

Sektor konsumsi rumah tangga Indonesia menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada akhir 2025. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) pada November 2025 tumbuh sebesar 6,3% secara tahunan.

Angka ini menunjukkan percepatan yang signifikan dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,3% (yoy). Data ini memberikan sinyal positif bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

Di kancah internasional, volatilitas harga minyak akibat ketegangan geopolitik serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi sorotan utama pelaku pasar.

Pasar komoditas energi global membuka awal pekan di Januari 2026 dengan tren penguatan. Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober tahun lalu, dengan Brent berada di posisi US$63,42 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di level US$59,17 per barel.

Kenaikan harga lebih dari 3% dalam sepekan ini dipicu oleh faktor geopolitik yang memanas di Timur Tengah, khususnya situasi di Iran.

Gelombang protes besar di Iran telah memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi. Sebagai salah satu produsen utama OPEC, gangguan di Iran memiliki dampak sistemik.

Jika situasi memburuk dan terjadi pemogokan pekerja di sektor minyak, potensi kehilangan pasokan bisa mencapai 1,9 juta barel per hari. Angka ini cukup signifikan untuk mengguncang keseimbangan neraca minyak global, terlebih jika jalur distribusi di Selat Hormuz turut terdampak.

Namun, lonjakan harga minyak tertahan oleh perkembangan di belahan bumi lain. Pasar merespons positif sinyal dari Pemerintah Amerika Serikat yang berencana membuka kembali akses ekspor minyak Venezuela.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! IHSG Anjlok 1,03% ke Level 6.083

Breaking! IHSG Anjlok 1,03% ke Level 6.083

October 8, 2026
OJK Cabut Izin Usaha Perusahaan Modal Ventura di Kawasan SCBD

OJK Cabut Izin Usaha Perusahaan Modal Ventura di Kawasan SCBD

October 8, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

October 8, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .