• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
218 Emiten Kena Sanksi BEI Akibat Telat Lapor Lapkeu, Ini Daftarnya

218 Emiten Kena Sanksi BEI Akibat Telat Lapor Lapkeu, Ini Daftarnya

April 17, 2026
PTPP Dukung Percepatan Restrukturisasi BUMN Karya, Ini Buktinya!

PTPP Dukung Percepatan Restrukturisasi BUMN Karya, Ini Buktinya!

April 17, 2026
IHSG Sesi I Naik 0,2% ke Level 7.645 Ditopang Kinerja Saham-Saham Ini

IHSG Sesi I Naik 0,2% ke Level 7.645 Ditopang Kinerja Saham-Saham Ini

April 17, 2026
Kinerja Manufaktur RI Ekspansif, PMI Capai 52,03% di Q1-2026

Kinerja Manufaktur RI Ekspansif, PMI Capai 52,03% di Q1-2026

April 17, 2026
Video: Posisi Sulit Nilai Tukar Rupiah

Video: Posisi Sulit Nilai Tukar Rupiah

April 17, 2026
Menunggu Damai AS-Iran, Harga Minyak Manteng di US per Barel

Menunggu Damai AS-Iran, Harga Minyak Manteng di US$98 per Barel

April 17, 2026
Ekspansi Bisnis Gadai & Bank Emas,Pegadaian Incar Nasabah Gen-Z

Ekspansi Bisnis Gadai & Bank Emas,Pegadaian Incar Nasabah Gen-Z

April 17, 2026
Daftar 10 Orang Terkaya RI Terbaru, Posisi Salim Melejit

Daftar 10 Orang Terkaya RI Terbaru, Posisi Salim Melejit

April 17, 2026
BTPN Syariah (BTPS) Tebar Dividen Rp660 M dan Angkat Komut Baru

BTPN Syariah (BTPS) Tebar Dividen Rp660 M dan Angkat Komut Baru

April 17, 2026
Saham Emiten Ini Terbang 307,74%, BEI Minta Investor Hati-Hati

Saham Emiten Ini Terbang 307,74%, BEI Minta Investor Hati-Hati

April 17, 2026
BEI Buka Gembok Saham Emiten Udang (UDNG) Milik Kaesang

BEI Buka Gembok Saham Emiten Udang (UDNG) Milik Kaesang

April 17, 2026
12 Negara Minta Utang ke IMF, Purbaya: Indonesia Tidak Perlu!

12 Negara Minta Utang ke IMF, Purbaya: Indonesia Tidak Perlu!

April 17, 2026
Emiten Wisnu Whardana (TLDN) Bagi Dividen Rp 701,05 Miliar

Emiten Wisnu Whardana (TLDN) Bagi Dividen Rp 701,05 Miliar

April 17, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, April 17, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

218 Emiten Kena Sanksi BEI Akibat Telat Lapor Lapkeu, Ini Daftarnya

1 hour ago
in News
218 Emiten Kena Sanksi BEI Akibat Telat Lapor Lapkeu, Ini Daftarnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pemberian sanksi terhadap para perusahaan dan efek tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan auditan tahunan per 31 Desember 2025. Adapun batas dari penyampaikan laporan keuangan tahun lalu adalah 31 Maret 2026.

Bursa mencatat jumlah perusahaan dan efek tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan sebanyak 218. Perinciannya, sebanyak 204 perusahaan tercatat dan efek belum menyampaikan dan dikenakan sanksi peringatan tertulis I, 12 perusahaan perasuransian atau induknya, 1 perusahaan tercatat berbeda tahun buku, dan 1 perusahaan tercatat berbeda batas penyampaian.

Di antaranya, ada sejumlah emiten BUMN Karya yang menjadi penerima sanksi tertulis. Seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan entitas usahanya PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA).

Terdapat pula perusahaan BUMN lainnya seperti PT Indofarma Tbk. (INAF), PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) serta entitas usahanya PT Phapros Tbk. (PEHA), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), dan PT Timah Tbk. (TINS).

Selain itu, terdapat sejumlah emiten yang baru melantai di BEI, alias baru atau kurang dari setahun genap melakukan initial public offering. Antara lain, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk. (OBAT), PT Cipta Sarana Medika Tbk. (DKHH), PT Merry Riana Edukasi Tbk. (MERI) dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO).

Sementara itu, banyaknya perusahaan asuransi yang belum menyampaikan laporan keuangan merupakan imbas dari implementasi PSAK 117. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan standar baru tersebut menimbulkan kesulitan bagi pelaku industri dalam proses penyusunan laporan keuangan.

Ogi menyebut OJK tengah mempertimbangkan pemberian relaksasi berupa perpanjangan waktu pelaporan. Langkah ini diambil agar penyusunan laporan keuangan tidak dipaksakan dalam kondisi yang belum siap.

Dengan begitu, tenggat pelaporan diperkirakan dapat diperpanjang hingga sekitar April hingga paling lambat Juni 2026. Meski demikian, Ogi menegaskan kebijakan relaksasi ini hanya untuk periode pelaporan kuartal IV 2025.

(ayh/ayh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
PTPP Dukung Percepatan Restrukturisasi BUMN Karya, Ini Buktinya!

PTPP Dukung Percepatan Restrukturisasi BUMN Karya, Ini Buktinya!

April 17, 2026
IHSG Sesi I Naik 0,2% ke Level 7.645 Ditopang Kinerja Saham-Saham Ini

IHSG Sesi I Naik 0,2% ke Level 7.645 Ditopang Kinerja Saham-Saham Ini

April 17, 2026
Kinerja Manufaktur RI Ekspansif, PMI Capai 52,03% di Q1-2026

Kinerja Manufaktur RI Ekspansif, PMI Capai 52,03% di Q1-2026

April 17, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .