Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah kondisi geopolitik global yang memanas imbas perang Iran Vs AS-Israel, tren transaksi emas masyarakat di Pegadaian di awal tahun 2026 masih sangat kuat bahkan cenderung meningkat.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti menyebutkan peran komoditas emas sebagai instrumen investasi yang aman. Kinerja positif bisnis bullion ini juga tercermin pada pertumbuhan bisnis gadai emas fisik maupun emas fisik digital yang menjadi sumber likuiditas masyarakat bahkan penjualan emas melonjak 120%.
Pegadaian optimistis terhadap prospek bisnis emas baik gadai maupun bullion ditopang 3 hal yakni meningkatnya permintaan emas, ekosistem bullion di tahap awal menjadi peluang bagi pengembangan produk bullion yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta didukung kinerja Pegadaian yang mengelola 130 ton emas dan 120 juta nasabah.
Dalam berekspansi, Pegadaian setidaknya memiliki 3 strategi yakni penguatan tata kelola dan disiplin manajemen risiko, manajemen likuiditas dan manajemen persediaan emas, penguatan layanan aplikasi digital Tring untuk menggaet nasabah Gen- Z serta meningkatkan literasi terkait bank emas
Seperti apa prospek dan tantangan ekspansi bisnis gadai hingga bullion bank di Pegadaian? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Kamis, 16/04/2026)



















