• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
8 Kebijakan Andalan Sarjito, Calon Bos Bursa Mineral & Komoditas OJK

8 Kebijakan Andalan Sarjito, Calon Bos Bursa Mineral & Komoditas OJK

August 24, 2026
Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik Jadi Rp17.705

Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik Jadi Rp17.705

August 24, 2026
Danantara Fokus Bereskan 3 Persoalan Utama BUMN, Begini Jurusnya

Danantara Fokus Bereskan 3 Persoalan Utama BUMN, Begini Jurusnya

August 24, 2026
Asing Net Sell Rp391,96 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp391,96 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

August 24, 2026
Bos Danantara Bongkar Skema Baru Bunga PNM Mekaar Turun ke 8%

Bos Danantara Bongkar Skema Baru Bunga PNM Mekaar Turun ke 8%

August 24, 2026
Uang Palsu di Taman Tekno BSD-Jakarta Kota Berkualitas Rendah

Uang Palsu di Taman Tekno BSD-Jakarta Kota Berkualitas Rendah

August 24, 2026
Mutuagung Lestari (MUTU) Usulkan Sandiaga Uno Jadi Presiden Komisaris

Mutuagung Lestari (MUTU) Usulkan Sandiaga Uno Jadi Presiden Komisaris

August 24, 2026
PGN Bakal Ubah Bisnis Total, Bos Danantara Kasih Bocoran

PGN Bakal Ubah Bisnis Total, Bos Danantara Kasih Bocoran

August 24, 2026
Efisiensi Jumbo! Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Telkom 68 Jadi 18

Efisiensi Jumbo! Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Telkom 68 Jadi 18

August 24, 2026
IHSG Sesi I Balik Arah, Melemah 0,69% Tinggalkan Level 6.500

IHSG Sesi I Balik Arah, Melemah 0,69% Tinggalkan Level 6.500

August 24, 2026
Bos Danantara Sebut Butuh Rp100 T Buat Bersihkan ‘Dosa Lama’ BUMN

Bos Danantara Sebut Butuh Rp100 T Buat Bersihkan ‘Dosa Lama’ BUMN

August 24, 2026
Bom Waktu Dapen BUMN, Pos Indonesia Kurang Rp4 Triliun

Bom Waktu Dapen BUMN, Pos Indonesia Kurang Rp4 Triliun

August 24, 2026
PR Besar Danantara, Dua Ditarget Selesai Tahun Ini

PR Besar Danantara, Dua Ditarget Selesai Tahun Ini

August 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, August 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

8 Kebijakan Andalan Sarjito, Calon Bos Bursa Mineral & Komoditas OJK

12 minutes ago
in News
8 Kebijakan Andalan Sarjito, Calon Bos Bursa Mineral & Komoditas OJK
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito memaparkan delapan kebijakan strategis untuk mengembangkan ekosistem bursa mineral dan komoditas strategis di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sarjito dalam proses fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi XI DPR RI. Delapan pilar kebijakan tersebut meliputi Trusted Infrastructure, Trusted Market, Trusted Player, Trusted Product, Trusted Data, Trusted Regulator, Trusted Ecosystem, serta Trusted Price.

Dalam aspek Trusted Infrastructure, Sarjito menekankan pentingnya membangun infrastruktur pasar yang aman, andal, terintegrasi, dan memiliki daya tahan. Infrastruktur tersebut mencakup berbagai elemen, mulai dari sistem pergudangan, lembaga penilai atau surveyor, bursa, hingga lembaga kliring.

“Kalau dari awal tentu kita harus lihat dari pergudangan kemudian siapa yang jadi penilai, surveyor, bursanya, lembaga kliringnya, karena itu infrastruktur harus aman, andal dan terintegrasi dengan baik,” ujar Sarjito di kompleks parlemen, Senin, (24/8/2026).

Selanjutnya, melalui konsep Trusted Market, Sarjito ingin membangun pasar mineral dan komoditas strategis yang transparan, adil, teratur, mendalam, likuid, dan berintegritas. Menurutnya, tingkat kepercayaan terhadap mekanisme perdagangan menjadi faktor penting agar pelaku industri dan trader bersedia aktif melakukan transaksi di dalam bursa.

Selain pasar, Sarjito juga menempatkan pengembangan Trusted Product sebagai salah satu pilar utama dalam strategi tersebut. Produk yang diperdagangkan diharapkan relevan dengan kebutuhan nasional, memiliki standar yang jelas, transparan, serta memberikan manfaat bagi kepentingan ekonomi Indonesia.

Pilar berikutnya adalah Trusted Data, yakni penyediaan data pasar yang akurat dan terintegrasi. Ketersediaan data yang kredibel dinilai penting untuk mendukung transparansi perdagangan, pengambilan keputusan, hingga pembentukan harga yang dapat dipercaya oleh seluruh pelaku pasar.

Sementara dalam aspek Trusted Regulator, Sarjito menekankan pentingnya membangun regulator yang kredibel, konsisten, adaptif, dan dipercaya oleh pasar. Menurutnya, pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis tidak hanya berkaitan dengan OJK, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga dan pihak lain.

Sarjito juga menyoroti pentingnya membangun Trusted Ecosystem melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, harmonisasi kebijakan, serta peningkatan konektivitas global. Ia menilai OJK tidak dapat menjalankan fungsi pengawasan dan pengembangan ekosistem tersebut sebagai satu-satunya regulator yang berjalan sendiri.

Ia mencontohkan China yang mengamankan pasokan mineral melalui impor dari berbagai negara sekaligus mendorong pemanfaatannya untuk memperkuat industri nasional.

“Kalau lihat di China, China melakukan sekua impor mineral dari negara lain, mendorong industri nasional untuk memakainya dan ekspansi di beberapa yurisdiksi dengan smelter. Oleh karena itu ekosistem ini harus terkoneksi sehingga OJK tidak bisa menjadi sole regulator yang berjalan sendiri,” katanya.

Menurut Sarjito, koordinasi dan harmonisasi perlu dilakukan bersama kementerian serta lembaga terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Intelijen Negara (BIN), untuk memastikan seluruh ekosistem berjalan dengan baik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan tata kelola yang saling terhubung, mulai dari produksi, perdagangan, pengolahan, hingga pengawasan komoditas strategis.

Pilar terakhir adalah Trusted Price yang berfokus pada pembentukan harga atau price discovery yang kredibel serta pengembangan Indonesia Reference Price. Harga referensi tersebut harus ditopang oleh transaksi riil, standar mutu yang jelas, likuiditas yang memadai, serta metodologi pembentukan harga yang kredibel.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik Jadi Rp17.705

Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik Jadi Rp17.705

August 24, 2026
Danantara Fokus Bereskan 3 Persoalan Utama BUMN, Begini Jurusnya

Danantara Fokus Bereskan 3 Persoalan Utama BUMN, Begini Jurusnya

August 24, 2026
8 Kebijakan Andalan Sarjito, Calon Bos Bursa Mineral & Komoditas OJK

8 Kebijakan Andalan Sarjito, Calon Bos Bursa Mineral & Komoditas OJK

August 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .