• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.875

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.875

February 18, 2026
BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

October 23, 2026
Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

October 23, 2026
IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

October 23, 2026
IHSG Parkir di Zona Hijau, Tapi 10 Saham Ini Dibuang Asing

IHSG Parkir di Zona Hijau, Tapi 10 Saham Ini Dibuang Asing

October 23, 2026
SBN Ritel Bidik Rp141 T Tahun Ini, ST017 Jadi Kesempatan Terakhir

SBN Ritel Bidik Rp141 T Tahun Ini, ST017 Jadi Kesempatan Terakhir

October 22, 2026
BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

October 22, 2026
BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

October 22, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.875

8 months ago
in Lifestyle
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.875
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (18/2/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup di posisi Rp16.875/US$ atau terdepresiasi 0,30%. Level ini sekaligus menjadi yang terlemah sejak 22 Januari 2026, atau lebih dari tiga pekan terakhir.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.820-Rp16.892/US$. Rupiah sejatinya sempat dibuka menguat tipis 0,03% di level Rp16.820/US$, namun seiring berjalannya sesi rupiah berbalik melemah tajam hingga akhir perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau berada di zona hijau dengan penguatan 0,14% ke level 97,295.


Pelemahan rupiah hari ini terjadi di tengah adanya sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung selama dua hari mulai hari ini.

Setelah memangkas suku bunga acuan lima kali sepanjang 2025, BI pada Januari 2026 memilih menahan suku bunga di level 4,75%. Pasar pun cenderung menilai sikap mempertahankan suku bunga berpeluang berlanjut pada RDG kali ini.

Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan stabilisasi nilai tukar, termasuk intensitas intervensi BI di tengah pasar yang masih rentan terhadap risiko arus keluar asing pasca gejolak yang terjadi di akhir Januari.

Pada saat yang sama, perhatian juga mengarah pada transmisi pelonggaran suku bunga ke sektor riil, mengingat penurunan suku bunga belum sepenuhnya diikuti penurunan suku bunga kredit sehingga dorongan ekspansi pembiayaan dinilai masih terbatas.

Dari eksternal, sentimen global masih dibayangi meningkatnya ketidakpastian geopolitik, termasuk perkembangan pembicaraan nuklir AS-Iran yang memicu sikap hati-hati pelaku pasar. Dalam situasi seperti ini, dolar AS cenderung diuntungkan karena investor mencari aset aman, termasuk dolar dan surat utang AS, sehingga menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

(evw/evw)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

October 23, 2026
Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

October 23, 2026
IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .