• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.875

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.875

February 18, 2026
Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

October 8, 2026
Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

October 8, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 8, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.875

8 months ago
in Lifestyle
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.875
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (18/2/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup di posisi Rp16.875/US$ atau terdepresiasi 0,30%. Level ini sekaligus menjadi yang terlemah sejak 22 Januari 2026, atau lebih dari tiga pekan terakhir.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.820-Rp16.892/US$. Rupiah sejatinya sempat dibuka menguat tipis 0,03% di level Rp16.820/US$, namun seiring berjalannya sesi rupiah berbalik melemah tajam hingga akhir perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau berada di zona hijau dengan penguatan 0,14% ke level 97,295.


Pelemahan rupiah hari ini terjadi di tengah adanya sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung selama dua hari mulai hari ini.

Setelah memangkas suku bunga acuan lima kali sepanjang 2025, BI pada Januari 2026 memilih menahan suku bunga di level 4,75%. Pasar pun cenderung menilai sikap mempertahankan suku bunga berpeluang berlanjut pada RDG kali ini.

Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan stabilisasi nilai tukar, termasuk intensitas intervensi BI di tengah pasar yang masih rentan terhadap risiko arus keluar asing pasca gejolak yang terjadi di akhir Januari.

Pada saat yang sama, perhatian juga mengarah pada transmisi pelonggaran suku bunga ke sektor riil, mengingat penurunan suku bunga belum sepenuhnya diikuti penurunan suku bunga kredit sehingga dorongan ekspansi pembiayaan dinilai masih terbatas.

Dari eksternal, sentimen global masih dibayangi meningkatnya ketidakpastian geopolitik, termasuk perkembangan pembicaraan nuklir AS-Iran yang memicu sikap hati-hati pelaku pasar. Dalam situasi seperti ini, dolar AS cenderung diuntungkan karena investor mencari aset aman, termasuk dolar dan surat utang AS, sehingga menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

(evw/evw)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

October 8, 2026
Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

October 8, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .