• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,59%, DSSA dan BREN Ambruk

IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,59%, DSSA dan BREN Ambruk

April 21, 2026
Laba Bank Mandiri Meroket 20,7% Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III

Laba Bank Mandiri Meroket 20,7% Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III

October 23, 2026
Kredit Bank Mandiri Kuartal III Tumbuh 16% Jadi Rp 1.605 Triliun

Kredit Bank Mandiri Kuartal III Tumbuh 16% Jadi Rp 1.605 Triliun

October 23, 2026
Rupiah Berbalik Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040

Rupiah Berbalik Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040

October 23, 2026
Kredit Ngebut, DPK Tertinggal! BI Turunkan Setoran Wajib Bank

Kredit Ngebut, DPK Tertinggal! BI Turunkan Setoran Wajib Bank

October 23, 2026
Disorot Singapura Soal Kabut Asap, Ini Hubungan Bisnis TBLA dengan PML

Disorot Singapura Soal Kabut Asap, Ini Hubungan Bisnis TBLA dengan PML

October 23, 2026
IHSG Menguat Tapi Asing Terus Keluar, Efek Danantara?

IHSG Menguat Tapi Asing Terus Keluar, Efek Danantara?

October 23, 2026
BEI Ubah Kriteria Evaluasi IHSG, Ini Perbandingan yang Baru dan Lama

BEI Ubah Kriteria Evaluasi IHSG, Ini Perbandingan yang Baru dan Lama

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,23 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,23 T

October 23, 2026
MSCI Bikin Cemas, Danantara Punya Kabar Baik soal Emiten RI

MSCI Bikin Cemas, Danantara Punya Kabar Baik soal Emiten RI

October 23, 2026
Airlangga Buka Suara soal MSCI, Soroti Free Float 15% & Demutualisasi

Airlangga Buka Suara soal MSCI, Soroti Free Float 15% & Demutualisasi

October 23, 2026
Trimegah Sekuritas Borong Saham Grup Bakrie (ENRG), Ada Apa?

Trimegah Sekuritas Borong Saham Grup Bakrie (ENRG), Ada Apa?

October 23, 2026
Ini Alasan Dolar AS Begitu Perkasa Sampai Tembus Rp18.000

Ini Alasan Dolar AS Begitu Perkasa Sampai Tembus Rp18.000

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,59%, DSSA dan BREN Ambruk

6 months ago
in Lifestyle
IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,59%, DSSA dan BREN Ambruk
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi 1 ditutup di level 7.549,41, Selasa (21/4/2026). Indeks turun 44,7 poin atau 0,59%. 

IHSG mengalami koreksi, meskipun saham yang berada di zona hijau lebih banyak. Tercatat 373 saham naik, 315 turun, dan 271 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 9,79 triliun. Sebanyak 22,83 miliar saham berpindah tangan dalam 1,55 juta kali transaksi. 

Hingga jeda makan siang, BBRI dan BRPT menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, dengan masing-masing Rp 1,75 triliun dan Rp 1,35 triliun. 

Mengutip Refinitiv, ada empat saham yang menjadi pemberat utama IHSG siang ini. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang turun 13,15% ke level 2.840 berkontribusi -37,92 poin. Begitu pula dengan Barito Renewables Energy (BREN) yang berkontribusi -17,52 poin. 

Saham keduanya anjlok seiring dengan potensi didepak dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI menegaskan bahwa saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) berpotensi dikeluarkan dari indeks, mengikuti kebijakan global yang berlaku.

Dalam konteks tersebut, BREN dan DSSA termasuk dalam daftar 9 saham HSC yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodia Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tercatat, BBRI juga masuk dalam daftar top laggards siang ini. BBRI menyeret IHSG sebesar 26,66 poin. Emiten bank jumbo ini koreksi 4,94% seiring dengan memasuki periode ex dividend hari ini. 

Sebagaimana diketahui, MSCI telah mengumumkan pembaruan terkait evaluasi free float sekuritas Indonesia per 20 April 2026, sebagai tindak lanjut dari kebijakan pembekuan rebalancing indeks yang telah disampaikan sebelumnya pada Januari 2026.

Dalam pernyataannya, MSCI menyoroti adanya kebijakan reformasi transparansi pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan KSEI.

Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan untuk mempertahankan kebijakan sementara, yakni tetap membekukan peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak menambahkan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tidak melakukan kenaikan kelas saham antar segmen kapitalisasi.

Selain itu, MSCI dapat menggunakan data keterbukaan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan. Namun, data baru lainnya belum akan dimasukkan dalam perhitungan indeks hingga proses evaluasi selesai dan masukan dari pelaku pasar telah dipertimbangkan.

Ke depan, MSCI membuka ruang bagi masukan dari pelaku pasar terkait efektivitas kebijakan baru tersebut. Pembaruan lanjutan diharapkan akan disampaikan dalam Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Juni 2026.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Laba Bank Mandiri Meroket 20,7% Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III

Laba Bank Mandiri Meroket 20,7% Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III

October 23, 2026
Kredit Bank Mandiri Kuartal III Tumbuh 16% Jadi Rp 1.605 Triliun

Kredit Bank Mandiri Kuartal III Tumbuh 16% Jadi Rp 1.605 Triliun

October 23, 2026
Rupiah Berbalik Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040

Rupiah Berbalik Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .