• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Menguat ke US,48, Pasokan Jadi Ancaman

Harga Minyak Menguat ke US$72,48, Pasokan Jadi Ancaman

July 7, 2026
Perry Ungkap Skema ‘Win-Win’, BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

Perry Ungkap Skema ‘Win-Win’, BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

July 7, 2026
Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

July 7, 2026
OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

July 7, 2026
OJK Ungkap Kondisi Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

OJK Ungkap Kondisi Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

July 7, 2026
Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000

Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000

July 7, 2026
Peredaran Uang Primer (M0) Melambat, Cuma Tumbuh 13,8% di Juni 2026

Peredaran Uang Primer (M0) Melambat, Cuma Tumbuh 13,8% di Juni 2026

July 7, 2026
Asing Net Sell Rp 365,1 M di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp 365,1 M di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

July 7, 2026
Ditopang Dana Murah, Laba BSI Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

Ditopang Dana Murah, Laba BSI Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

July 7, 2026
Pendiri Blue Bird Ini Borong Saham Sampai Rp78,31 Miliar, Ada Apa?

Pendiri Blue Bird Ini Borong Saham Sampai Rp78,31 Miliar, Ada Apa?

July 7, 2026
IHSG Sesi 1 Naik 0,41%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.000

IHSG Sesi 1 Naik 0,41%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.000

July 7, 2026
Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

July 7, 2026
Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Harga Minyak Menguat ke US$72,48, Pasokan Jadi Ancaman

3 hours ago
in Market
Harga Minyak Menguat ke US,48, Pasokan Jadi Ancaman
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Selasa (7/7/2026), meski kenaikannya masih terbatas. Pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah ke prospek pasokan yang semakin melimpah dan arah permintaan global.

Mengacu Refinitiv hingga pukul 10.00 WIB, harga minyak Brent berada di US$72,48 per barel, naik 0,68% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$71,99 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,67% ke US$69,01 per barel dari posisi US$68,55 per barel.



Kenaikan ini terjadi setelah harga minyak sempat kembali ke kisaran sebelum pecahnya konflik Iran beberapa waktu lalu. Dengan kata lain, premi risiko akibat konflik mulai memudar sehingga pasar kini kembali fokus pada keseimbangan fundamental.

Menurut Reuters, pemulihan produksi minyak di sejumlah negara produsen menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan harga. Di sisi lain, pelaku pasar masih berhati-hati karena hubungan Amerika Serikat dan Iran masih menyisakan ketidakpastian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin kembali mengatakan negaranya akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau “menyelesaikan tugasnya”, sembari mengulang ancaman aksi militer. Pernyataan tersebut muncul ketika Iran masih memperlihatkan sikap keras setelah pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Meski demikian, perhatian pasar kini lebih banyak tertuju pada arus ekspor minyak dari kawasan Teluk, termasuk keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Dari sisi pasokan, Reuters memperkirakan produksi minyak Uni Emirat Arab telah melampaui 3,8 juta barel per hari pada Juni, menjadi level tertinggi sejak April 2020. Produksi tersebut bahkan sudah melampaui level sebelum konflik Iran, setelah negara itu keluar dari kuota produksi OPEC+ pada Mei lalu.

Di saat yang sama, OPEC+ pada Minggu menyepakati tambahan target produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus. Tambahan tersebut mengikuti peningkatan produksi yang telah dilakukan pada Juni dan Juli.

Tekanan dari sisi pasokan semakin besar setelah Saudi Aramco memangkas official selling price (OSP) minyak Arab Light untuk pengiriman Agustus ke pasar Asia menjadi US$1,50 per barel di bawah rata-rata Oman/Dubai. Penurunan tersebut mencapai US$11 dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi pemangkasan terbesar dalam lebih dari dua dekade.

Reuters menilai pasar kini telah banyak mengakomodasi kabar positif dari sisi pasokan. Pergerakan harga selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan permintaan riil, terutama dari China, yang selama ini menjadi importir minyak terbesar di dunia. Jika konsumsi di negara tersebut pulih lebih cepat, ruang penguatan harga minyak masih terbuka. Sebaliknya, permintaan yang melemah berpotensi membuat tekanan terhadap harga kembali muncul.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perry Ungkap Skema ‘Win-Win’, BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

Perry Ungkap Skema ‘Win-Win’, BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

July 7, 2026
Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

July 7, 2026
OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .