Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang siswi berusia 15 tahun di sebuah sekolah menengah di Banting, negara bagian Selangor, Malaysia, mengalami luka serius setelah diduga ditikam berkali-kali oleh sesama pelajar pada Senin (6/7/2026). Korban mengalami cedera pada paru-paru kiri dan kini menjalani perawatan di rumah sakit, sementara pelaku telah diamankan polisi.
Departemen Pendidikan Selangor (JPN Selangor) mengonfirmasi insiden tersebut melalui pernyataan resmi pada hari yang sama. Lembaga itu menyatakan peristiwa terjadi di salah satu sekolah di negara bagian tersebut dan saat ini fokus utama adalah memastikan korban memperoleh penanganan medis terbaik.
“JPN Selangor memberikan kerja sama penuh kepada pihak berwenang untuk memfasilitasi penyelidikan yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan lembaga tersebut, dilansir The Strait Times, Rabu (8/7/2026).
“Fokus utama saat ini adalah memastikan siswa yang terluka mendapatkan perawatan terbaik dan bantuan diberikan kepada keluarganya,” lanjut pernyataan itu.
Selain itu, JPN Selangor juga mengerahkan para konselor serta guru bimbingan dan konseling untuk memberikan dukungan psikososial kepada para siswa, guru, dan staf sekolah yang terdampak oleh insiden tersebut.
Pihaknya turut mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat mengganggu proses penyelidikan kepolisian.
Kepala Kepolisian Distrik Kuala Langat Mohd Akmalrizal Radzi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kondisi korban saat ini stabil dan pelaku telah ditahan polisi.
Sebelumnya, sejumlah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang remaja perempuan berpakaian hitam berjalan di area sekolah sambil memegang sebilah pisau. Rekaman lainnya menunjukkan para siswa berlarian berusaha menyelamatkan diri ketika insiden berlangsung.
Hingga kini, polisi belum mengungkap rincian lebih lanjut, termasuk motif penyerangan maupun identitas pelaku. Otoritas menyatakan keterangan resmi lanjutan akan disampaikan kemudian.
Berdasarkan informasi awal, pelaku yang juga berusia 15 tahun diketahui telah beberapa bulan tidak masuk sekolah karena menjalani perawatan medis. Sejumlah guru disebut berhasil menenangkan pelaku sebelum pihak kepolisian dihubungi.
Setelah petugas tiba di lokasi, pelaku langsung diamankan. Polisi juga menyita sebilah pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan tersebut sebagai barang bukti.
Ayah korban, Muhammad Firuz Ibrahim, 43 tahun, meyakini putrinya kemungkinan bukan sasaran utama dalam insiden penikaman tersebut. Ia mengatakan putrinya mengenal pelaku karena keduanya pernah menjadi teman sekelas pada tahun sebelumnya.
Di media sosial sempat beredar klaim bahwa pelaku merupakan mantan siswa sekolah tersebut yang diduga telah dikeluarkan dan kembali ke sekolah untuk melakukan aksi balas dendam. Namun, informasi tersebut hingga kini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
“Sepengetahuan saya, siswa tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah, tetapi sedang menjalani tindakan disipliner,” kata Firuz yang bekerja sebagai kurir pengiriman.
Firuz menilai putrinya kemungkinan hanya berada di tempat dan waktu yang tidak tepat saat insiden terjadi sehingga menjadi korban penikaman tersebut.
(luc/luc)
Add
as a preferred
source on Google



















