Jakarta, CNBC Indonesia – Investor asing kembali membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) pada perdagangan sesi I Kamis (9/7/2026), meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026), seiring pelaku pasar masih mencermati sentimen global serta menanti sejumlah katalis ekonomi.
Pada akhir sesi pertama hari ini, IHSG bertengger di level 5.885,69, naik 12,32 poin atau 0,21% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp221,68 miliar di seluruh pasar (all market).
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp4,32 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,05 triliun dan foreign sell Rp2,27 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dengan nilai mencapai Rp138,39 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang dilepas asing senilai Rp73,71 miliar.
Selain itu, investor asing juga tercatat melakukan aksi jual pada PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp30,39 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp27,46 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp18,77 miliar, serta PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp16,45 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebesar Rp13,03 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp11,88 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp8,88 miliar, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) Rp6,85 miliar.
Di tengah derasnya aksi jual asing, sejumlah saham masih menjadi incaran investor global. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp262,08 miliar – jauh melampaui saham lainnya.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) senilai Rp53,96 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp19,42 miliar, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) Rp7,19 miliar, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Rp6,86 miliar, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Rp6,64 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Kamis (9/7/2026).
Net Foreign Buy
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) – Rp262,08 miliar
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp53,96 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) – Rp19,42 miliar
PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) – Rp7,19 miliar
PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) – Rp6,86 miliar
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) – Rp6,64 miliar
PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) – Rp6,47 miliar
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp5,64 miliar
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) – Rp5,23 miliar
PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) – Rp5,13 miliar
Net Foreign Sell
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp138,39 miliar
PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) – Rp73,71 miliar
PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp30,39 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) – Rp27,46 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) – Rp18,77 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) – Rp16,45 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) – Rp13,03 miliar
PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) – Rp11,88 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) – Rp8,88 miliar
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) – Rp6,85 miliar
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google


















