• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Asuransi Bintang Laporkan Dugaan Fraud, Duit Hilang Rp400 Juta/ Bulan

Asuransi Bintang Laporkan Dugaan Fraud, Duit Hilang Rp400 Juta/ Bulan

September 1, 2026
Gubernur BI Destry Bawa Arah Kebijakan 3I Plus S, Apa Itu?

Gubernur BI Destry Bawa Arah Kebijakan 3I Plus S, Apa Itu?

September 2, 2026
Purbaya, Bos OJK & BEI Sampaikan Harapan Buat Destry Cs, Ini Isinya!

Purbaya, Bos OJK & BEI Sampaikan Harapan Buat Destry Cs, Ini Isinya!

September 2, 2026
IHSG Hari Ini Ditutup lesu, Turun Tipis ke Level 6.595,8

IHSG Hari Ini Ditutup lesu, Turun Tipis ke Level 6.595,8

September 2, 2026
Bank Mega Syariah Bidik Nasabah Baru Lewat Strategi Komunitas

Bank Mega Syariah Bidik Nasabah Baru Lewat Strategi Komunitas

September 2, 2026
Purbaya Pede Penempatan SAL Bisa Dorong Kredit Bank Tumbuh 20%

Purbaya Pede Penempatan SAL Bisa Dorong Kredit Bank Tumbuh 20%

September 2, 2026
Lampaui Ekspektasi Analis, Kredit BRI Tumbuh di Atas Target

Lampaui Ekspektasi Analis, Kredit BRI Tumbuh di Atas Target

September 2, 2026
IHSG Hari Ini Ditutup lesu, Turun 0,14% ke Level 6.590,9

IHSG Hari Ini Ditutup lesu, Turun 0,14% ke Level 6.590,9

September 2, 2026
RUPSLB BEI Ditunda, Bos OJK Buka Suara

RUPSLB BEI Ditunda, Bos OJK Buka Suara

September 2, 2026
Top! Purbaya hingga Amran Datangi Pelantikan Destry Jadi Gubernur BI

Top! Purbaya hingga Amran Datangi Pelantikan Destry Jadi Gubernur BI

September 2, 2026
Resmi Jadi Gubernur BI! Destry Ucap Sumpah Jabatan di MA

Resmi Jadi Gubernur BI! Destry Ucap Sumpah Jabatan di MA

September 2, 2026
Robert Kiyosaki Ngaku Punya Utang Rp19 Triliun, Buat Apa?

Robert Kiyosaki Ngaku Punya Utang Rp19 Triliun, Buat Apa?

September 2, 2026
Kredit BBRI Ngebut Naik 16,2%, Analis Sebut Target Bisa Dikerek Naik

Kredit BBRI Ngebut Naik 16,2%, Analis Sebut Target Bisa Dikerek Naik

September 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Asuransi Bintang Laporkan Dugaan Fraud, Duit Hilang Rp400 Juta/ Bulan

1 day ago
in News
Asuransi Bintang Laporkan Dugaan Fraud, Duit Hilang Rp400 Juta/ Bulan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten asuransi PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) mengungkap perkembangan penanganan dugaan tindak pidana penggelapan uang dan investasi yang melibatkan oknum internal perusahaan. Adapun kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta per bulan.

Kejahatan kolektif struktural ini disebut dijalankan oleh divisi Human Resources (HR). Dalam pemeriksaan lanjutan, ASBI menemukan dugaan penggelapan dalam jabatan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan secara sistematis melalui proses pembayaran gaji bulanan.

“Telah terjadi penggelapan dana Perusahaan secara sistematis melalui proses pembayaran gaji bulanan sekitar Rp 400 juta rupiah per bulan dalam kurun waktu sedikitnya 2.5 tahun,” sebagaimana diungkap dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa, (1/9/2026).

Atas temuan tersebut, perseroan telah melaporkan dugaan tindak pidana tersebut kepada kepolisian pada 31 Agustus 2026. Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor LP/3454/VIII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA dengan terlapor berinisial JCM, HCP, dan SAA.

Pada saat yang bersamaan, perseroan juga telah melaporkan tindakan fraud tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Sistem Pelaporan Aplikasi Pelaporan Online OJK (APOLO).

Sementara itu, terkait dampak dana dan investasi yang hilang dan/atau digelapkan, ASBI telah melaporkan kembali posisi kesehatan keuangan per 31 Juli 2026 kepada OJK melalui surat Nomor 192/SK/PDIR-HW/VIII/2026 tertanggal 20 Agustus 2026.

Berdasarkan perhitungan ulang setelah pembebanan keseluruhan aset investasi yang digelapkan, perseroan mencatat Rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 140,77%, Rasio Kecukupan Investasi 178,76%, Rasio Likuiditas 101,78%, dan rasio pemenuhan SBN 3,28%.

ASBI menyatakan fundamental kesehatan perusahaan per 31 Juli 2026 masih berada dalam kondisi baik meski telah memperhitungkan dana dan investasi yang digelapkan. Ekuitas perseroan tercatat sekitar Rp403 miliar secara unaudited berdasarkan standar keuangan PSAK 117 yang berlaku.

Dari sisi kemampuan memenuhi kewajiban, hasil perhitungan proforma menunjukkan Available Capital mencapai Rp371,8 miliar, sedangkan Required Capital sebesar Rp177,9 miliar. Dengan demikian, perseroan mencatat New RBC Ratio sebesar 209%.

Perseroan juga menyebut kondisi likuiditas yang sempat ketat, tercermin dari Rasio Likuiditas atau Current Ratio sebesar 101,78% berdasarkan PSAK 104, mulai berhasil diatasi. Perbaikan tersebut didukung komitmen pemegang saham pengendali melalui suntikan dana talangan serta percepatan rencana pelepasan aset properti di Surabaya dan Jakarta.

Menurut ASBI, langkah cepat dan komitmen kuat pemegang saham pengendali mulai mengatasi kondisi cash-flow mismatch yang terjadi akibat dugaan tindak kejahatan tersebut. Perseroan menilai dukungan tersebut membantu menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di tengah proses penanganan kasus.

Selanjutnya, perseroan telah menyiapkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2026. Agenda utama RUPSLB tersebut mencakup penggantian pengurus serta persetujuan pelepasan aset.

ASBI menyatakan kasus tersebut menunjukkan bahwa penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dapat runtuh ketika menghadapi kejahatan terstruktur yang dilakukan secara sistematis oleh satu direktorat penuh. Mekanisme pengawasan formal yang seharusnya menjadi check and balance disebut telah direkayasa secara kolektif oleh para pelaku sehingga sistem pengendalian internal kehilangan efektivitasnya.

Meski demikian, perseroan menilai nilai-nilai perusahaan dan integritas individu di luar lingkup direktorat yang diduga menjadi pelaku utama tetap menjadi benteng dalam menjaga tata kelola. Kualitas kepemimpinan, integritas dan soliditas pemegang saham yang dipadukan dengan teknologi adaptif serta big-data analytics disebut memungkinkan perseroan mendeteksi dan mengungkap dugaan tindak kejahatan tersebut.

 

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Gubernur BI Destry Bawa Arah Kebijakan 3I Plus S, Apa Itu?

Gubernur BI Destry Bawa Arah Kebijakan 3I Plus S, Apa Itu?

September 2, 2026
Purbaya, Bos OJK & BEI Sampaikan Harapan Buat Destry Cs, Ini Isinya!

Purbaya, Bos OJK & BEI Sampaikan Harapan Buat Destry Cs, Ini Isinya!

September 2, 2026
IHSG Hari Ini Ditutup lesu, Turun Tipis ke Level 6.595,8

IHSG Hari Ini Ditutup lesu, Turun Tipis ke Level 6.595,8

September 2, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .