• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Wall Street Cetak Rekor, Data Ketenagakerjaan AS Jadi Stimulus

Wall Street Cetak Rekor, Data Ketenagakerjaan AS Jadi Stimulus

July 4, 2025
IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

July 29, 2026
Saham Chip Rontok, Kospi Ambles 10% Lagi

Saham Chip Rontok, Kospi Ambles 10% Lagi

July 29, 2026
ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara

ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara

July 29, 2026
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo Rp 9,3 T di MAPI

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo Rp 9,3 T di MAPI

July 29, 2026
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Melonjak 4% ke USD 83/barel

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Melonjak 4% ke USD 83/barel

July 29, 2026
IHSG Anjlok Lebih dari 1% & Merosot ke Level 6.000-an

IHSG Anjlok Lebih dari 1% & Merosot ke Level 6.000-an

July 29, 2026
Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5%

Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5%

July 29, 2026
Breaking News! IHSG Turun 1,51% ke Bawah 6.050

Breaking News! IHSG Turun 1,51% ke Bawah 6.050

July 29, 2026
Stok AS Menyusut & OPEC+ Siap Tahan Produksi, Harga Minyak Naik 4%

Stok AS Menyusut & OPEC+ Siap Tahan Produksi, Harga Minyak Naik 4%

July 29, 2026
Laba PGEO Sentuh US,62 Juta di Semester I-2026

Laba PGEO Sentuh US$79,62 Juta di Semester I-2026

July 29, 2026
IHSG Menguat Tapi Rupiah Melemah & Dekati Rp 18.100 per USD

IHSG Menguat Tapi Rupiah Melemah & Dekati Rp 18.100 per USD

July 29, 2026
Semester I-2026, Laba TINS Melesat ke Rp 2,71 Triliun, Ini Penyebabnya

Semester I-2026, Laba TINS Melesat ke Rp 2,71 Triliun, Ini Penyebabnya

July 29, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 29, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Wall Street Cetak Rekor, Data Ketenagakerjaan AS Jadi Stimulus

1 year ago
in Market
Wall Street Cetak Rekor, Data Ketenagakerjaan AS Jadi Stimulus
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Wall Street kompak menguat bahkan mencetak rekor baru pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia. Kemarin adalah hari perdagangan terakhir pekan ini karena Jumat bursa saham AS akan libur untuk merayakan Hari Kemerdekaan AS.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi baru, setelah laporan ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan. Laporan tersebut memicu optimisme bahwa ekonomi AS tetap tangguh meskipun ada perubahan cepat dalam kebijakan perdagangan dan geopolitik.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 344,11 poin atau 0,77%, berakhir di 44.828,53.

Indeks S&P 500 melesat 0,83% dan ditutup di 6.279,35, sementara Nasdaq melonjak 1,02% ke 20.601,10. Baik S&P 500 maupun Nasdaq Composite menutup hari di level rekor.

Data terbaru menunjukkan non-farm payrolls meningkat sebanyak 147.000 pada Juni. Angka ini melampaui perkiraan ekonom Dow Jones yang memperkirakan kenaikan sebesar 110.000, dan juga lebih tinggi dari revisi naik pada Mei sebesar 144.000. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1%, berbanding terbalik dengan proyeksi ekonom yang memperkirakan kenaikan menjadi 4,3%.

Laporan pekerjaan yang kuat ini juga memicu lonjakan imbal hasil obligasi Treasury dan mengurangi ekspektasi bahwa bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed)akan segera menurunkan suku bunga.

Menurut alat FedWatch dari CME Group, para pelaku pasar kini memperkirakan kemungkinan 95% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan akhir bulan ini.

“Implikasi terbesar dari laporan ketenagakerjaan ini tampaknya adalah tidak ada kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga pada Juli, bahkan belum tentu tahun ini sama sekali,” kata Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management, kepada CNBC International.

Sebelumnya, laporan tenaga kerja ADP menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja sektor swasta berkurang sebanyak 33.000 pada bulan lalu, memicu kekhawatiran bahwa ekonomi mungkin mulai melemah akibat perubahan kebijakan cepat dari Washington.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Akibat Bencana Gempa Myanmar, Bursa Thailand Disuspensi




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

July 29, 2026
Saham Chip Rontok, Kospi Ambles 10% Lagi

Saham Chip Rontok, Kospi Ambles 10% Lagi

July 29, 2026
ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara

ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara

July 29, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .