• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ada 13 Calon Emiten Antre IPO Semester I-2026

Ada 13 Calon Emiten Antre IPO Semester I-2026

April 10, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

July 7, 2026
Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US5,6 M di Juni

Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US$145,6 M di Juni

July 7, 2026
BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

July 7, 2026
KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

July 7, 2026
Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

July 7, 2026
Tinggalkan Rp18.000, Rupiah Menguat ke Rp17.970 Pagi Ini

Tinggalkan Rp18.000, Rupiah Menguat ke Rp17.970 Pagi Ini

July 7, 2026
Jurus Cari Cuan Investasi Saat IHSG & Rupiah Hadapi Tekanan

Jurus Cari Cuan Investasi Saat IHSG & Rupiah Hadapi Tekanan

July 7, 2026
IHSG Pagi Ini Naik 0,35%, Bertahan di Level 5.900-an

IHSG Pagi Ini Naik 0,35%, Bertahan di Level 5.900-an

July 7, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TPIA hingga IMPC

Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TPIA hingga IMPC

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Ada 13 Calon Emiten Antre IPO Semester I-2026

3 months ago
in ENTREPRENEUR
Ada 13 Calon Emiten Antre IPO Semester I-2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat akan ada 13 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui skema pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, 13 calon emiten tersebut bergerak di berbagai sektor mulai dari sektor keuangan, energi, entertainment, hingga consumer goods.

“Jadi di list kita masih ada sekitar 13 perusahaan,” ujarnya saat ditemui di gedung BEI Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Nyoman menyebut, meskipun industri pasar modal diterpa ketidakpastian dan bergerak dinamis, sektor pasar modal masih menarik dalam mencari pendanaan alternatif bagi perusahaan.

“Kembali lagi saya sampaikan, kita dalam kondisi yang dinamis namun appetite-nya masih kelihatan gitu, jadi itu yang perlu di dicatat ya,” ucapnya.

Ia melanjutkan lebih jauh, harapannya 13 perusahaan tersebut dapat meresmikan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester I tahun ini karena seluruhnya menggunakan laporan keuangan per Desember 2025.

“Harapan kita memang pencatatannya ya sekitar-sekitar bulan ini maksimal bulan Juni. Nanti tergantung dari kecepatan mereka memberikan tanggapan kepada kita. Once mereka segera menyampaikan tanggapan tentu proses di kita akan lebih cepat gitu ya,” tuturnya.

Sebelumnya, BEI mencatat ada sebanyak 11 perusahaan tercatat memiliki aset skala besar. Rinciannya, hanya satu perusahaan yang masuk kategori aset menengah dengan nilai antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara sisanya, yakni 11 perusahaan, memiliki aset di atas Rp 250 miliar.

Dari sisi sektoral, antrean IPO tersebut tersebar di berbagai lini bisnis. Rinciannya, tiga perusahaan berasal dari sektor konsumer primer, masing-masing satu perusahaan dari sektor energi dan finansial, dua perusahaan dari sektor kesehatan, dua dari infrastruktur, dua dari teknologi, serta satu dari sektor transportasi & logistik.

Tak hanya IPO, BEI juga mencatat pipeline instrumen utang yang masih padat. Hingga akhir Maret 2026, terdapat 28 emisi dari 20 penerbit yang berada dalam antrean penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).

Secara kumulatif, BEI telah menerbitkan 45 emisi dari 30 penerbit dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 50,87 triliun.

“Hingga saat ini telah diterbitkan 45 emisi dari 30 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 50,87 triliun. Sampai dengan 27 Maret 2026 terdapat 28 emisi dari 20 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” jelas Nyoman.

Adapun dari sisi sektor, antrean obligasi didominasi oleh sektor finansial dengan 10 perusahaan, diikuti enam perusahaan dari sektor infrastruktur. Selebihnya berasal dari sektor energi, konsumer primer, serta bahan baku.

Sementara itu, Bursa juga melaporkan ada satu perusahaan dalam pipeline rights issue. Perusahaan ini bergerak di sektor properti.

Sepanjang 2026, hingga 27 Maret telah ada tiga emiten yang menerbitkan saham baru dengan total nilai Rp 3,75 triliun.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

July 7, 2026
Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US5,6 M di Juni

Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US$145,6 M di Juni

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .