• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ada Faktor Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Menguat

Ada Faktor Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Menguat

January 13, 2026
Serangan AS Bikin Harga Minyak Naik, Apa Efeknya ke Rupiah?

Serangan AS Bikin Harga Minyak Naik, Apa Efeknya ke Rupiah?

September 4, 2026
Transaksi & Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja BMRI Tetap Solid

Transaksi & Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja BMRI Tetap Solid

September 4, 2026
Arus Modal Asing Masuk Tapi IHSG Masih Fluktuatif, Ini Kata Analis

Arus Modal Asing Masuk Tapi IHSG Masih Fluktuatif, Ini Kata Analis

September 4, 2026
Rupiah Ditutup Hijau Sore Ini, Dolar AS Terkoreksi ke Rp17.630

Rupiah Ditutup Hijau Sore Ini, Dolar AS Terkoreksi ke Rp17.630

September 4, 2026
Bos Bank Mandiri Jelaskan Alasan Tebar Dividen Interim Rp6,16 T

Bos Bank Mandiri Jelaskan Alasan Tebar Dividen Interim Rp6,16 T

September 4, 2026
Emiten Prajogo (CUAN) Nego Akuisisi SINI, Siap Jadi Pengendali Baru

Emiten Prajogo (CUAN) Nego Akuisisi SINI, Siap Jadi Pengendali Baru

September 4, 2026
Asing Net Buy Rp124,85 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Buy Rp124,85 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

September 4, 2026
Petugas Pajak Kejar Perusahaan Multinasional Soal Transfer Pricing

Petugas Pajak Kejar Perusahaan Multinasional Soal Transfer Pricing

September 4, 2026
Petugas PajakKejar Perusahaan MultinasionalSoal Transfer Pricing

Petugas PajakKejar Perusahaan MultinasionalSoal Transfer Pricing

September 4, 2026
Soal Merger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI

Soal Merger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI

September 4, 2026
IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis 0,11% ke Level 6.660

IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis 0,11% ke Level 6.660

September 4, 2026
Video: Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 Triliun

Video: Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 Triliun

September 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 4, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Ada Faktor Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Menguat

8 months ago
in News
Ada Faktor Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Menguat
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa pagi (13/1/2026). Melansir dari Refinitiv Brent berada di level US$63,91 per barel, sementara WTI di US$59,54 per barel.

Kenaikan ini memang tipis dibandingkan sehari sebelumnya, tetapi secara struktur pasar, harga kini bertahan di area tertinggi sejak akhir 2025.

Dalam sepekan terakhir, Brent telah naik dari kisaran US$59,96 per barel pada 7 Januari menjadi hampir US$64. WTI bergerak dari US$55,99 ke US$59,54 pada periode yang sama. Ini menandakan pasar tidak lagi sekadar bereaksi terhadap data harian, melainkan sedang membangun ekspektasi baru terhadap risiko pasokan global.



Pemicunya datang dari Iran salah satu produsen terbesar OPEC dan saat ini sedang dilanda gelombang protes terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Ancaman sanksi tambahan dan potensi eskalasi militer dari Amerika Serikat membuat pasar mulai menghitung ulang risiko pasokan dari Teluk Persia.

Barclays bahkan menilai gejolak Iran sudah menyuntikkan premi geopolitik sekitar US$3-4 per barel ke harga minyak.

Inilah mengapa harga tidak turun meskipun ada kabar kembalinya minyak Venezuela ke pasar. Setelah perubahan politik di Caracas, Amerika Serikat disebut berpotensi menerima hingga 50 juta barel minyak Venezuela. Secara teori, tambahan pasokan sebesar ini seharusnya menekan harga. Namun, pasar melihat risiko Iran jauh lebih struktural dibanding potensi suplai Venezuela yang masih penuh ketidakpastian logistik dan sanksi.

Artinya, keseimbangan pasar saat ini ditentukan oleh rasa aman terhadap jalur distribusi minyak global. Selama risiko Iran belum mereda, setiap tambahan pasokan dari Venezuela hanya berfungsi sebagai penahan kenaikan, bukan pembalik tren.

Melansir dari Reuters, dari sisi teknikal, Brent kini stabil di atas US$63 per barel, level yang dalam dua bulan terakhir sering menjadi titik tarik-menarik antara pembeli dan penjual. WTI juga mulai nyaman di atas US$59 per barel, mengindikasikan bahwa pasar sudah menerima harga yang lebih mahal dibandingkan awal Januari.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Serangan AS Bikin Harga Minyak Naik, Apa Efeknya ke Rupiah?

Serangan AS Bikin Harga Minyak Naik, Apa Efeknya ke Rupiah?

September 4, 2026
Transaksi & Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja BMRI Tetap Solid

Transaksi & Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja BMRI Tetap Solid

September 4, 2026
Arus Modal Asing Masuk Tapi IHSG Masih Fluktuatif, Ini Kata Analis

Arus Modal Asing Masuk Tapi IHSG Masih Fluktuatif, Ini Kata Analis

September 4, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .