Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas empat saham sekaligus mulai Selasa, (28/7/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Keempat saham tersebut adalah PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF), PT Puri Sentul Permai Tbk. (KDTN), PT Saranacentral Bajatama Tbk. (BAJA) dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML).
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BEEF tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulisnya.
Mengutip data pasar, saham BEEF bergerak naik 10,00% ke harga Rp374 per saham pada perdagangan kemarin. Di sisi lain, saham BEEF naik 185,50% selama satu bulan. Sementara dalam year to date turun 20,09%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan BEEF, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham KDTN karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.
Selama perdagangan kemarin, saham perusahaan properti ini turun 14,89% di level Rp320. Adapun saham KDTN terpantau turun 40,19% dalam periode bulanan, dan telah turun 61,21% selama year to date (YTD).
Di sisi lain, perusahaan BAJA juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Sepanjang perdagangan kemarin, emiten perdagangan baja ini bergerak naik 0,90% di level Rp224 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 40% dan secara year to date naik 35,76%.
Tak sampai di situ, bursa juga menyoroti perdagangan saham BSML. Saham BSML telah turun 2,86% kemarin. Sementara selama sebulan dan year to date, sahamnya telah naik masing-masing sebesar 3,66% dan 97,67%.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google



















