
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pemberhentian sementara (suspensi) perdagangan saham atas tiga emiten sekaligus pada Kamis, (15/10/2026).
Adapun ketiga emiten tersebut antara lain, PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU), PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) dan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO).
Suspensi terhadap ketiga emiten tersebut dimulai pada sesi I perdagangan hari ini, Jumat, (16/10/2026). Untuk AKKU misalnya, keputusan ini mengacu pada Pengumuman bernomor Peng-SPT-00214/BEI.WAS/10-2026.
Suspensi ini dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang keputusan investasinya.
“BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai,” sebagaimana tertuang dalam pengumuman dalam laman resmi BEI.
Emiten yang digembok bursa tersebut terpantau mengalami kenaikan harga sebelum suspensi. Mengutip data pasar, harga saham AKKU pada perdagangan kemarin tercatat naik 34% ke angka Rp105 per perdagangan kemarin. Dalam sebulan, sahamnya telah naik 176,32%, dan year to date naik 228,13%.
Dengan ini, BEI berharap para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
Selanjutnya, saham ALDO juga terpantau mengalami kenaikan harga hingga 24,92% ke Rp1.955 per saham. Adapun dalam satu bulan saham ALDO telah naik mencapai 104,7% dan secara year to date 144,38%.
Di sisi lain, peningkatan harga saham juga terjadi di saham TFCO dengan kenaikan sebesar 24,6% ke harga Rp2.000 per saham. Angka tersebut naik 150% dalam sebulan dan naik 300% secara year to date.
(ayh/ayh)



















