• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bank BUMN Dapat Suntikan Likuiditas Rp 281 T dari Purbaya

Bank BUMN Dapat Suntikan Likuiditas Rp 281 T dari Purbaya

June 29, 2026
Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

July 1, 2026
BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

July 1, 2026
Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

July 1, 2026
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See

IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See

July 1, 2026
Ada Emiten Mau Aksi Korporasi, Sahamnya Hari Ini ARA

Ada Emiten Mau Aksi Korporasi, Sahamnya Hari Ini ARA

July 1, 2026
Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930

Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930

July 1, 2026
Dongkrak Kinerja, Begini Jurus MDIY Tarik Minat Konsumen

Dongkrak Kinerja, Begini Jurus MDIY Tarik Minat Konsumen

July 1, 2026
MDIY Siap Bagi Dividen, Catat Tanggalnya!

MDIY Siap Bagi Dividen, Catat Tanggalnya!

July 1, 2026
Anak Usaha Prodia (PRDL) Pasang Harga IPO Rp 120 per Saham

Anak Usaha Prodia (PRDL) Pasang Harga IPO Rp 120 per Saham

July 1, 2026
Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

July 1, 2026
Perusahaan Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

Perusahaan Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

July 1, 2026
IHSG Sesi 1 Naik 0,84%, Asing Net Sell Rp349 M dan Saham Ini Diborong

IHSG Sesi 1 Naik 0,84%, Asing Net Sell Rp349 M dan Saham Ini Diborong

July 1, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 1, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Bank BUMN Dapat Suntikan Likuiditas Rp 281 T dari Purbaya

3 days ago
in ENTREPRENEUR
Bank BUMN Dapat Suntikan Likuiditas Rp 281 T dari Purbaya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bank BUMN kembali mendapatkan kucuran likuiditas dari pemerintah senilai Rp 281 triliun. Dana sebesar Rp100 triliun juga siaga jika perbankan tiba-tiba membutuhkan.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah sudah menarik dana tersebut dari perbankan dan dikembalikan ke Bank Indonesia (BI). 

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan bahwa penempatan kembali dana pemerintah tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi. 

“Setelah dievaluasi bahwa dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi yang Rp 281 triliun dan diperpanjang hingga akhir 2026,” kata Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam konferensi pers di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dalam koordinasi dengan perbankan, Juda menyampaikan bahwa permintaan kredit terus meningkat sehingga butuh dana dalam jumlah besar. Hingga Mei pertumbuhan kredit 11,5% dan diharapkan tetap tinggi sampai akhir tahun.

“Karena info perbankan, permintaan kredit masih cukup tinggi tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank menyalurkan kredit,” tegas Juda.

Hal tersebut disampaikan Juda usai rapat pembahasan sinergi fiskal moneter yang dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco.

Rapat dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti dan Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta

Kemudian hadir Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah, Ketua Komisi XI M. Misbakhun, dan Wakil Ketua Komisi I Budi Djiwandono.

Terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri pertumbuhan kredit perbankan bisa tumbuh di kisaran 14%-15% secara tahunan (yoy) pada tahun ini, seiring dengan upaya pemerintah menjaga kecukupan likuiditas bank.

Dengan likuiditas yang lebih memadai itu, sektor perbankan ia anggap memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha.

“Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi,” ujar Menkeu dikutip Senin (29/6/2026).

Purbaya menekankan, nilai dana yang akan diguyur ke sistem perbankan itu merupakan arahan Presiden agar berbagai hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat segera diatasi, termasuk soal masalah likuiditas kering.

Penambahan likuiditas ia anggap akan memperkuat kepercayaan pelaku usaha, meningkatkan investasi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional.

“Pak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikan perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari,” jelasnya.

Purbaya menilai penguatan likuiditas akan mendorong mekanisme pasar kembali bekerja secara optimal sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan lebih efektif. “Jadi saya memaksa market mechanism berjalan,” ujar Menkeu.

Berdasarkan komunikasi dengan perbankan, Purbaya mengklaim tambahan likuiditas tersebut akan memberikan ruang mereka untuk kembali menjalankan rencana ekspansi kredit yang sebelumnya sempat tertahan.

“Mereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan tumbuh turun pertumbuhannya ke 8%, 7%, 6%. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang mereka selama ini tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13-14%,” katanya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan kredit per April 2026 sebesar 9,98% secara tahunan (yoy). OJK mencatat pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja bank pelat merah. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae menjabarkan bahwa kredit bank BUMN naik 14,35% yoy. 

Adapun secara total industri, kredit yang disalurkan mencapai Rp 8.755 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan kredit investasi naik 19,48% yoy, konsumsi 6,13% yoy, dan modal kerja 6,04% yoy.

Pada periode yang sama dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,4% yoy menjadi Rp 10.077 triliun. 

Seiring dengan laju pertumbuhan DPK, Dian mengatakan bahwa likuiditas perbankan tetap memadai. Hal ini juga terlihat dari rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) yang di posisi 111,13% dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) 25,39%.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

July 1, 2026
BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

July 1, 2026
Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

July 1, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .