• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Belajar dari Sejarah, Wamenkeu Beberkan 3 Sumber Krisis di Dunia

Belajar dari Sejarah, Wamenkeu Beberkan 3 Sumber Krisis di Dunia

May 25, 2026
Net Sell Tembus Rp 1,1 Triliun, Asing Terciduk Banyak Lepas Saham ini

Net Sell Tembus Rp 1,1 Triliun, Asing Terciduk Banyak Lepas Saham ini

May 25, 2026
Transaksi Tanpa Dolar Lewat LCT Meroket 309% di April 2026

Transaksi Tanpa Dolar Lewat LCT Meroket 309% di April 2026

May 25, 2026
IHSG Melesat 0,93% Ditopang Saham Sektor Perbankan

IHSG Melesat 0,93% Ditopang Saham Sektor Perbankan

May 25, 2026
Sektor Jasa Keuangan Dituntut Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sektor Jasa Keuangan Dituntut Dorong Pertumbuhan Ekonomi

May 25, 2026
Dongkrak Kinerja, Begini Strategi AHI (ACES) Hadapi Tantangan Global

Dongkrak Kinerja, Begini Strategi AHI (ACES) Hadapi Tantangan Global

May 25, 2026
Rupiah Lemah Bisa Bikin Ekspor Kuat, Ekonom: Itu Keliru!

Rupiah Lemah Bisa Bikin Ekspor Kuat, Ekonom: Itu Keliru!

May 25, 2026
Sasar Pasar Premium, Sarang Burung Walet RI Tahan Guncangan

Sasar Pasar Premium, Sarang Burung Walet RI Tahan Guncangan

May 25, 2026
Andry Hakim Jadi Standby Buyer Rights Issue CBRE

Andry Hakim Jadi Standby Buyer Rights Issue CBRE

May 25, 2026
Video: FTSE Russel Hapus 4 Saham RI – Rupiah Melemah ke Rp 17.720/USD

Video: FTSE Russel Hapus 4 Saham RI – Rupiah Melemah ke Rp 17.720/USD

May 25, 2026
Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

May 25, 2026
Jangan Tergiur! Aplikasi Penghasil Uang Ini Diduga Investasi Bodong

Jangan Tergiur! Aplikasi Penghasil Uang Ini Diduga Investasi Bodong

May 25, 2026
Harga Minyak Ambruk! Pasar Yakin AS-Iran Segera Damai

Harga Minyak Ambruk! Pasar Yakin AS-Iran Segera Damai

May 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Belajar dari Sejarah, Wamenkeu Beberkan 3 Sumber Krisis di Dunia

10 minutes ago
in Lifestyle
Belajar dari Sejarah, Wamenkeu Beberkan 3 Sumber Krisis di Dunia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menyebut terdapat tiga sumber krisis dari pengalaman di berbagai negara di dunia. Ia mengatakan Indonesia masih jauh dari kondisi tersebut.

“Ada yang mengatakan ekonomi kita menuju krisis seperti 1997-1998, kalau melihat angka-angka tadi jauh dari situasi krisis. Kalau kita lihat historinya pengalaman-pengalaman negara-negara di dunia ini yang mengalami krisis sebenarnya ada tiga sumber krisis,” ujar Juda dalam sambutannya di Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan sumber krisis pertama adalah krisis fiskal seperti yang dialami oleh negara-negara wilayah Amerika Latin pada tahun 1980-an. Saat itu, wilayah tersebut tidak mampu membayar utang publik atau debt crisis yang kemudian menyebabkan fiskal membengkak. Tidak hanya itu, pemerintah negara-negara Amerika Latin tidak dapat menutup defisit fiskal yang melebar tersebut melalui pembiayaan.

“Defisit fiskal membengkak dan pemerintah tidak bisa lagi menutup melalui pembiayaannya karena tidak ada lagi orang yang percaya, ngeluarin bonds, tidak ada yang beli. Jadi terjadilah krisis fiskal di Latin Amerika,” terang Juda.

Menurutnya, Indonesia jauh dari kondisi tersebut, dengan defisit fiskal relatif terjaga di bawah 3%. Sama halnya dengan pembiayaan fiskal yang masih sangat dipercayai oleh investor domestik serta asing. Hal ini tercermin dari imbal hasil atau yield SBN yang masih berada di sekitar level 6,5%-6,7%.

“Jadi krisis yang bersumber dari fiskal tidak ada tanda-tandanya,” tutur Juda.

Ia menyebut sumber kedua adalah krisis neraca pembayaran seperti pada 1997-1998, kala berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk menarik dana dari luar negeri, melemahnya nilai tukar, hingga sudden stop alias penghentian tiba-tiba arus modal asing.

“Maka utang banyak perusahaan yang kolaps. Karena tidak bisa lagi membayar utang luar negeri dan neraca pembayaran kita waktu itu memang sangat jeblok dan saat ini kalau kita lihat angka-angka neraca pembayaran kita relatif sehat dan relatif balance. Jadi dari krisis neraca pembayaran tidak ada tanda-tanda itu,” jelas Juda.

Terakhir, krisis sistem keuangan yang ditandai dengan lending besar-besaran serta bubble atau gelembung ekonomi, yang ketika mencapai puncaknya akan terjadi kolaps di sistem perbankan seperti yang terjadi di tahun 2008.

“Ketika bubble itu pecah, maka terjadi kolaps di sistem perbankan atau terjadi krisis di sistem keuangan seperti 2008 di Amerika dan sebagainya. Tanda-tanda itu tidak ada juga di kita. Jadi tiga sumber krisis itu tidak ada di dalam data-data yang kita amati sampai dengan hari ini,” papar Juda.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Net Sell Tembus Rp 1,1 Triliun, Asing Terciduk Banyak Lepas Saham ini

Net Sell Tembus Rp 1,1 Triliun, Asing Terciduk Banyak Lepas Saham ini

May 25, 2026
Belajar dari Sejarah, Wamenkeu Beberkan 3 Sumber Krisis di Dunia

Belajar dari Sejarah, Wamenkeu Beberkan 3 Sumber Krisis di Dunia

May 25, 2026
Transaksi Tanpa Dolar Lewat LCT Meroket 309% di April 2026

Transaksi Tanpa Dolar Lewat LCT Meroket 309% di April 2026

May 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .