• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun

Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun

May 1, 2026
Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

May 1, 2026
KRAS Balikkan Rugi Jadi Untung Rp 5,75 T, Dua Hal Ini Jadi Triggernya

KRAS Balikkan Rugi Jadi Untung Rp 5,75 T, Dua Hal Ini Jadi Triggernya

May 1, 2026
Harga Emas Menggila, Margin Laba MDKA Lompat 130%

Harga Emas Menggila, Margin Laba MDKA Lompat 130%

April 30, 2026
Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Penyebabnya

Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Penyebabnya

April 30, 2026
Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Alasannya

Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Alasannya

April 30, 2026
Laba Emiten Grup Bakrie (BNBR) Melonjak 240%, Ternyata Gara-Gara Ini

Laba Emiten Grup Bakrie (BNBR) Melonjak 240%, Ternyata Gara-Gara Ini

April 30, 2026
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

April 30, 2026
Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US,14 Juta

Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US$24,14 Juta

April 30, 2026
Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

April 30, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, May 1, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun

3 hours ago
in News
Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten BUMN Tambang, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mencatat laba bersih sebesar Rp1,5 triliun pada kuartal I tahun 2026. Capaian laba tersebut melampaui 595% dari target yang sudah ditentukan Perseroan yaitu Rp252 miliar.

Capaian ini didorong oleh peningkatan signifikan produksi, optimalisasi operasional, serta perbaikan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, TINS mencatat pendapatan sebesar Rp5,47 triliun atau melonjak 160,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,10 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah.

Selain itu, laba usaha Perseroan mencapai Rp1,88 triliun, atau meningkat tajam dibandingkan kuartal I 2025 sebesar Rp148 miliar. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp2,1 triliun atau naik lebih dari 450% secara tahunan dari Rp348 miliar.

Nilai aset Perseroan pada kuartal I 2026 naik 11,62% menjadi Rp15,23 triliun dari Rp13,64 triliun pada akhir tahun 2025. Sedangkan posisi liabilitas Perseroan sebesar Rp5,27 triliun, naik 1% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp5,23 triliun.

Posisi ekuitas sebesar Rp9,96 triliun mengalami kenaikan 18,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp8,41 triliun, seiring dengan dibukukannya laba di kuartal I 2026.

Kinerja keuangan Perseroan menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan penting di antaranya Quick Ratio sebesar 105,1%, Current Ratio sebesar 276,1%, Debt to Asset Ratio sebesar 6,9%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 10,6%.

Direktur Utama PT TIMAH (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, menyampaikan bahwa kinerja positif ini merupakan hasil dari konsistensi strategi efisiensi dan optimalisasi di seluruh lini bisnis.

“Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian operasional yang signifikan serta konsistensi strategi optimalisasi yang berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Sehingga Perseroan mampu melampaui target laba yang ditetapkan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (1/5/2026).

Dari sisi operasional, Perseroan mencatat lonjakan produksi bijih timah sebesar 6.312 ton Sn atau meningkat 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.225 ton Sn. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya unit operasi, baik Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), maupun tambang darat kemitraan.

Selain itu, peningkatan produksi juga ditopang oleh beroperasinya Kapal Keruk Singkep 1, perbaikan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan area produksi, serta dukungan Satuan Tugas (Satgas) dari Pemerintah yang ditempatkan di Perseroan.

Pada kuartal I 2026, Perseroan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja operasional dan produksi. Di penambangan darat, perusahaan menambah jumlah unit operasi serta memperkuat kegiatan eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu untuk memastikan arah penggalian yang lebih presisi dan selaras dengan blok Rencana Kerja yang telah ditetapkan.

Sementara itu, pada penambangan laut, Perseroan mengoperasikan satu unit Kapal Keruk (KK) dan terus mengoptimalkan kinerja Kapal Isap Produksi (KIP). Peningkatan kinerja juga didukung dengan optimalisasi fasilitas pengolahan sisa hasil pengolahan KIP guna meningkatkan efektivitas proses pengolahan, serta peningkatan produktivitas Ponton Isap Produksi (PIP).

Adapun produksi logam timah naik 82% menjadi 5.630 metrik ton Sn dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 3.095 metrik ton Sn. Sedangkan penjualan logam timah naik 113% menjadi 6.009 metrik ton dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2.824 ton.

Harga jual rata-rata logam timah sebesar USD49.221 per metrik ton, naik 51% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD32.495 per metrik ton.

Pada kuartal I 2026, Perseroan mencatat penjualan logam timah yang didominasi oleh pasar ekspor sebesar 97%, sementara penjualan domestik sebesar 3%. Adapun enam negara tujuan ekspor utama meliputi China 48%; India 11%; Korea Selatan 10%; Italia 6%; Singapura 5%; dan Belanda 4%.

Ke depan, manajemen optimistis tren kinerja positif akan berlanjut. Peningkatan produksi, optimalisasi penambangan darat dan laut, serta penguatan tata kelola operasi diyakini menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Di sisi eksternal, tren harga timah global yang masih menguat di tengah ketatnya pasokan juga menjadi katalis positif bagi kinerja Perseroan.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

May 1, 2026
Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun

Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun

May 1, 2026
KRAS Balikkan Rugi Jadi Untung Rp 5,75 T, Dua Hal Ini Jadi Triggernya

KRAS Balikkan Rugi Jadi Untung Rp 5,75 T, Dua Hal Ini Jadi Triggernya

May 1, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .