Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) memperluas operasi moneter dan instrumen keuangan lainnya berdenominasi renminbi. Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono saat konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI pada hari ini (20/5/2026).
Thomas mengatakan bahwa dengan adanya operasi moneter ini, BI mendorong penerbitan instrumen surat utang pemerintah seperti Panda Bonds dan Dim Sum Bonds.
“Ini termasuk mendorong penerbitan instrumen pemerintah antara lain, Panda Bonds dan Dim Sum Bonds sebagai alternatif outlet penempatan renminbi sekaligus sumber pendanaan dan penguatan likuiditas renminbi tadi,” katanya saat konferensi pers.
Di sisi lain, ada juga upaya pemanfaatan SRBI dan dukungan atas penyediaan SBN di pasar offshore dilakukan dalam rangka penyediaan alternatif penempatan likuiditas rupiah offshore.
Kebijakan operasi moneter tersebut, kata Thomas, sebagai langkah upaya dalam menjaga stabilitas rupiah dengan memberikan alternatif mata uang selain dolar Amerika Serikat, yakni dengan renminbi.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan BI telah memperluas operasi moneter valas dalam yuan China terhadap rupiah dan perluasan perdagangan dengan local currency settlement (LCS). Adapun, rencana perluasan ini telah dimulai sejak akhir 2025.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google



















