• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Intervensi Besar-besaran Usai Dolar Tembus Rp 17.400

BI Intervensi Besar-besaran Usai Dolar Tembus Rp 17.400

May 7, 2026
Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

July 22, 2026
Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

July 22, 2026
Warga RI Makin Jarang Pakai Uang Tunai

Warga RI Makin Jarang Pakai Uang Tunai

July 22, 2026
Kredit Bank Tumbuh 12,67% pada Juni 2026 Meski Suku Bunga Mulai Naik

Kredit Bank Tumbuh 12,67% pada Juni 2026 Meski Suku Bunga Mulai Naik

July 22, 2026
Airlangga Sambut BI Tahan Suku Bunga: Bisa Dorong Kredit

Airlangga Sambut BI Tahan Suku Bunga: Bisa Dorong Kredit

July 22, 2026
Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah

Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah

July 22, 2026
Video: Kantongi Izin Nasional, Pusat Gadai Ekspansi ke Gadai HP

Video: Kantongi Izin Nasional, Pusat Gadai Ekspansi ke Gadai HP

July 22, 2026
QRIS Antarnegara Tembus Rp1,52 Triliun

QRIS Antarnegara Tembus Rp1,52 Triliun

July 22, 2026
BI Sudah Kucurkan Insentif Likuiditas Rp431,9 T, Bank BUMN Dapat 50,8%

BI Sudah Kucurkan Insentif Likuiditas Rp431,9 T, Bank BUMN Dapat 50,8%

July 22, 2026
Strategi OJK Perluas Akses Keuangan & Pembiayaan Industri PVML

Strategi OJK Perluas Akses Keuangan & Pembiayaan Industri PVML

July 22, 2026
Bank RI Tahan Hadapi Dampak Perang Timur Tengah

Bank RI Tahan Hadapi Dampak Perang Timur Tengah

July 22, 2026
Video: Kantoi Izin Nasional, Pusat Gadai Ekspansi ke Gadai HP

Video: Kantoi Izin Nasional, Pusat Gadai Ekspansi ke Gadai HP

July 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 22, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

BI Intervensi Besar-besaran Usai Dolar Tembus Rp 17.400

3 months ago
in News
BI Intervensi Besar-besaran Usai Dolar Tembus Rp 17.400
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku telah melakukan intervensi secara besar-besaran untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah tertekan beberapa waktu terakhir.

Ia mengatakan untuk menjaga stabilitas kurs selama ini, BI sudah melakukan intervensi dengan mengandalkan cadangan devisa (cadev).

Perry mencontohkan, intervensi besar-besaran ini terlihat dari cadev Indonesia yang tersisa US$ 148,2 miliar pada Maret 2026, merosot sekitar US$ 3,7 miliar dibanding catatan bulan sebelumnya US$ 151,9 miliar.

“Itu bukan busines as usual, itu all out. Intervensi dalam jumlah besar dengan cadev yang ditunjukkan turun menjadi US$ 148,2 miliar,” kata Perry saat konferensi pers hasil rapat KSSK, Kamis (7/5/2026).

Ia mengatakan, meski cadev menjadi salah satu andalan intervensi untuk stabilitas kurs, namun besarannya itu lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan eksternal Indonesia.

Besaran terakhir pun masih berada di atas standar kecukupan minimal internasional, yakni tiga bulan impor, sebab data per Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Itu lebih dari cukup, kami ukur kebutuhan-kebutuhan untuk intervensi dan tolong diingat cadev dikumpulkan saat panen inflow besar,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, pada awal pekan ini kurs rupiah sempat tersudutkan hingga ke level atas Rp 17.400/US$.

Melansir data Refinitiv, per pukul 09.07 WIB, rupiah terpantau melemah 0,22% ke level Rp17.403/US$. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan yang semakin dalam dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi di level Rp17.380/US$.

Dengan pergerakan tersebut, rupiah resmi menembus level psikologis Rp17.400/US$ yang sekaligus mencetak level terlemah intraday terbaru sepanjang masa.

Namun, nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (7/5/2026).

Data Refinitiv menunjukkan mata uang Garuda berhasil mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,29% ke level Rp17.330/US$.

(arj/arj)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

July 22, 2026
Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

July 22, 2026
Warga RI Makin Jarang Pakai Uang Tunai

Warga RI Makin Jarang Pakai Uang Tunai

July 22, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .