• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Setelah Kemarin Pesta Pora

Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Setelah Kemarin Pesta Pora

April 9, 2026
Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

July 7, 2026
Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

July 7, 2026
Harga Minyak Menguat ke US,48, Pasokan Jadi Ancaman

Harga Minyak Menguat ke US$72,48, Pasokan Jadi Ancaman

July 7, 2026
Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

July 7, 2026
Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US5,6 M di Juni

Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US$145,6 M di Juni

July 7, 2026
BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

July 7, 2026
KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

July 7, 2026
Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Setelah Kemarin Pesta Pora

3 months ago
in ENTREPRENEUR
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Setelah Kemarin Pesta Pora
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 1% pagi ini, Kamis (9/4/2026). Indeks turun 1,2% ke level 7.191,58 atau melemah 88 poin. Koreksi ini terjadi setelah indeks melesat tajam pada perdagangan kemarin dengan kenaikan lebih dari 4%.

Dalam sepuluh menit pertama perdagangan, sebanyak 319 saham turun, 208 naik, dan 188 belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 2,34 triliun, melibatkan 4,54 miliar saham dalam 322.193 kali transaksi.

Kapitalisasi pasar pun terkoreksi menjadi Rp 12.684 triliun.

Adapun saham-saham yang paling aktif diperdagangkan oleh investor dengan nilai transaksi paling besar pagi ini termasuk BUMI, BBCA, BBRI, BMRI dan DEWA.

Pasar keuangan Indonesia hari ini diharapkan melanjutkan tren penguatan meskipun banyak dibayangi sentimen negatif. Perkembangan perang yang tidak sesuai harapan serta risalah Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan nada hawkish bisa menekan saham hingga rupiah.

Sementara itu, pasar saham Asia-Pasifik dibuka bergerak bervariasi pada Kamis (9/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Hal ini terjadi setelah parlemen Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang sebelumnya diumumkan.

Melansir CNBC, Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan gencatan senjata “dua arah” setelah lebih dari satu bulan konflik berlangsung dengan Iran. Dalam pernyataannya, Trump menyebut akan menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu sebagai dasar untuk membuka ruang negosiasi.

Trump juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai cukup layak untuk menjadi dasar perundingan. Namun, kesepakatan ini bergantung pada kesediaan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi global.

Pemerintah Teheran menyatakan akan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap wilayahnya dihentikan sepenuhnya. Selain itu, Israel juga dilaporkan menyetujui gencatan senjata tersebut, meskipun situasi di kawasan masih rapuh.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, kemudian menuduh AS telah melanggar kesepakatan tersebut. Ia menyebut pelanggaran meliputi penolakan hak Iran untuk memperkaya uranium, serangan Israel di Lebanon, serta masuknya drone ke wilayah udara Iran.

Di pasar saham, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6% sementara Kosdaq bergerak datar. Di Jepang, Nikkei 225 naik tipis 0,12% dan Topix menguat 0,26%, sedangkan S&P/ASX 200 melemah 0,24%.

Sementara itu, harga minyak dunia melonjak seiring ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi. Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk Mei naik 2,3% menjadi US$96,63 per barel, sedangkan Brent kontrak Juni naik 1,87% ke US$96,50 per barel.

Di pasar berjangka AS, kontrak S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,1%. Sementara itu, kontrak Dow Jones Industrial Average melemah 32 poin atau kurang dari 0,1%.

Pada perdagangan sebelumnya di Wall Street, pasar saham AS melonjak tajam setelah pengumuman gencatan senjata tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 1.325,46 poin atau 2,85% ke 47.909,92, menjadi kenaikan harian terbaik sejak April 2025.

Indeks S&P 500 naik 2,51% ke 6.782,81, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,80% ke 22.635,00. Kenaikan ini terjadi setelah konflik lima pekan yang sempat menutup jalur penting pasokan energi global mulai mereda.

Sentimen lain yang ikut menjadi perhatian investor adalah terkait arah keputusan The Fed. Sejumlah pejabat Federal Reserve mulai membuka peluang kenaikan suku bunga setelah inflasi tetap di atas target 2%, terutama dipicu lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah, menurut risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Maret.

The Fed mengadopsi pendekatan “dua arah”, memberi sinyal suku bunga bisa naik atau turun tergantung arah inflasi. Meski sebelumnya condong ke pemangkasan sejak 2024, jumlah pejabat yang mempertimbangkan kenaikan kini bertambah dibanding Januari.

Mayoritas peserta menilai risiko inflasi meningkat, terutama jika harga energi tetap tinggi dan mendorong inflasi inti. Ekspektasi inflasi jangka panjang juga dinilai berisiko naik.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

July 7, 2026
Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

July 7, 2026
Harga Minyak Menguat ke US,48, Pasokan Jadi Ancaman

Harga Minyak Menguat ke US$72,48, Pasokan Jadi Ancaman

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .