• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking News! Dolar AS Bertahan di Rp17.650

Breaking News! Dolar AS Bertahan di Rp17.650

May 19, 2026
Jangan Panik Dolar Rp17.700, DPR-Pemerintah Cari Solusi Buat Rupiah

Jangan Panik Dolar Rp17.700, DPR-Pemerintah Cari Solusi Buat Rupiah

May 19, 2026
Emiten Ini Ubah Haluan Bisnis dan Caplok Dua Perusahaan Singapura

Emiten Ini Ubah Haluan Bisnis dan Caplok Dua Perusahaan Singapura

May 19, 2026
Rupiah Tembus Rp 17.650/USD, Suku Bunga BI Ditahan Atau Naik?

Rupiah Tembus Rp 17.650/USD, Suku Bunga BI Ditahan Atau Naik?

May 19, 2026
Breaking News! Dolar AS Tembus Rp17.700

Breaking News! Dolar AS Tembus Rp17.700

May 19, 2026
Trump Bakal Lantik Bos Baru The Fed, Terkaya Sepanjang Sejarah AS

Trump Bakal Lantik Bos Baru The Fed, Terkaya Sepanjang Sejarah AS

May 19, 2026
Breaking News! Dolas AS Tembus Rp17.700

Breaking News! Dolas AS Tembus Rp17.700

May 19, 2026
Tekanan Jual Masih Tinggi, IHSG & Rupiah Lanjut Dibuka Melemah

Tekanan Jual Masih Tinggi, IHSG & Rupiah Lanjut Dibuka Melemah

May 19, 2026
IHSG Masih Tertekan, Melemah 0,53% di Awal Perdagangan Sesi I

IHSG Masih Tertekan, Melemah 0,53% di Awal Perdagangan Sesi I

May 19, 2026
Kejutan dari Jepang! Ekonomi Tumbuh 2,1%, Lampaui Ekspektasi

Kejutan dari Jepang! Ekonomi Tumbuh 2,1%, Lampaui Ekspektasi

May 19, 2026
Purbaya Sediakan Rp2 T/Hari Buat Stabilkan Rupiah, Uangnya dari Mana?

Purbaya Sediakan Rp2 T/Hari Buat Stabilkan Rupiah, Uangnya dari Mana?

May 19, 2026
Bursa Asia Mayoritas Menguat Respons Penurunan Harga Minyak

Bursa Asia Mayoritas Menguat Respons Penurunan Harga Minyak

May 19, 2026
IHSG Masih Tertekan, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Tertekan, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

May 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, May 19, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Breaking News! Dolar AS Bertahan di Rp17.650

50 minutes ago
in ENTREPRENEUR
Breaking News! Dolar AS Bertahan di Rp17.650
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (19/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan pagi ini di zona merah dengan pelemahan 0,06% ke level Rp17.650/US$.

Pelemahan ini memperpanjang tekanan pada rupiah setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (18/5/2026), mata uang Garuda ditutup melemah tajam 1,03% ke level Rp17.640/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi salah satu level terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, justru terpantau melemah. Per pukul 09.00 WIB, DXY turun 0,15% ke posisi 99,044.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari dalam dan luar negeri.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dimulai hari selasa ini. Agenda tersebut akan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (20/5/2026).

Dalam RDG kali ini, pelaku pasar menantikan keputusan terbaru BI mengenai arah suku bunga acuan. Keputusan tersebut menjadi sangat penting karena berlangsung di tengah tekanan berat terhadap pasar keuangan domestik, terutama rupiah dan pasar saham.

Pada RDG sebelumnya, yakni 21-22 April 2026, BI mempertahankan BI Rate di level 4,75%. Suku bunga Deposit Facility juga tetap di 3,75%, sementara suku bunga Lending Facility dipertahankan di 5,50%.

Dari pasar global, pelaku pasar masih mencermati peluang berakhirnya perang Iran dalam waktu dekat, sekaligus menimbang apakah bank sentral global perlu kembali memperketat kebijakan jika harga minyak tetap tinggi.

Harga minyak sendiri naik sekitar 2% ke level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Senin kemarin.

Kenaikan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat perang Iran, meski muncul laporan bahwa AS telah sepakat untuk memberikan keringanan sanksi terhadap minyak mentah Iran dalam proses pembicaraan.

Sebelumnya, dolar AS sempat menguat pada pekan lalu seiring kenaikan imbal hasil Treasury. Kenaikan yield terjadi karena pasar khawatir lonjakan harga energi akan merembet ke inflasi konsumen dan membuka peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Dengan melemahnya indeks dolar AS pada pagi ini, ruang penguatan mata uang lain, termasuk rupiah, menjadi lebih terbuka.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Jangan Panik Dolar Rp17.700, DPR-Pemerintah Cari Solusi Buat Rupiah

Jangan Panik Dolar Rp17.700, DPR-Pemerintah Cari Solusi Buat Rupiah

May 19, 2026
Emiten Ini Ubah Haluan Bisnis dan Caplok Dua Perusahaan Singapura

Emiten Ini Ubah Haluan Bisnis dan Caplok Dua Perusahaan Singapura

May 19, 2026
Rupiah Tembus Rp 17.650/USD, Suku Bunga BI Ditahan Atau Naik?

Rupiah Tembus Rp 17.650/USD, Suku Bunga BI Ditahan Atau Naik?

May 19, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .