• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Berguguran! Kospi Terjun 10%, Ini Biang Keroknya

Bursa Asia Berguguran! Kospi Terjun 10%, Ini Biang Keroknya

July 28, 2026
Harga Saham Naik Tajam, BEI Gembok Saham ALKA dan BKDP

Harga Saham Naik Tajam, BEI Gembok Saham ALKA dan BKDP

July 29, 2026
Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Hartanya Ternyata Segini

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Hartanya Ternyata Segini

July 29, 2026
Asing Net Buy Rp 9,17 Triliun di Sesi 1, Apa Penyebabnya?

Asing Net Buy Rp 9,17 Triliun di Sesi 1, Apa Penyebabnya?

July 29, 2026
IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

July 29, 2026
Saham Chip Rontok, Kospi Ambles 10% Lagi

Saham Chip Rontok, Kospi Ambles 10% Lagi

July 29, 2026
ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara

ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara

July 29, 2026
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo Rp 9,3 T di MAPI

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo Rp 9,3 T di MAPI

July 29, 2026
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Melonjak 4% ke USD 83/barel

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Melonjak 4% ke USD 83/barel

July 29, 2026
IHSG Anjlok Lebih dari 1% & Merosot ke Level 6.000-an

IHSG Anjlok Lebih dari 1% & Merosot ke Level 6.000-an

July 29, 2026
Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5%

Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5%

July 29, 2026
Breaking News! IHSG Turun 1,51% ke Bawah 6.050

Breaking News! IHSG Turun 1,51% ke Bawah 6.050

July 29, 2026
Stok AS Menyusut & OPEC+ Siap Tahan Produksi, Harga Minyak Naik 4%

Stok AS Menyusut & OPEC+ Siap Tahan Produksi, Harga Minyak Naik 4%

July 29, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 29, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Bursa Asia Berguguran! Kospi Terjun 10%, Ini Biang Keroknya

1 day ago
in News
Bursa Asia Berguguran! Kospi Terjun 10%, Ini Biang Keroknya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia berguguran pada perdagangan Selasa (28/7/2026), dipimpin oleh kejatuhan pasar Korea Selatan setelah saham-saham semikonduktor dihantam aksi jual besar-besaran. Indeks acuan Kospi bahkan sempat terkena trading halt sebelum akhirnya memperdalam pelemahan hingga lebih dari 10%.

Korea Exchange (KRX) mengumumkan penghentian sementara perdagangan pada pukul 10.13 waktu setempat setelah KOSPI merosot 542,24 poin atau 8,02% ke level 6.213,51 dari penutupan sebelumnya di 6.755,75.

Trading halt diberlakukan ketika Kospi turun sedikitnya 8% dan bertahan di level tersebut selama satu menit. Setelah diaktifkan, seluruh perdagangan saham di Korea Securities Market, kecuali obligasi, dihentikan selama 20 menit. Investor hanya dapat memasukkan order pembatalan selama periode tersebut.

Usai penghentian sementara berakhir, perdagangan kembali dibuka melalui mekanisme single-price call auction selama 10 menit. Penghentian juga berlaku untuk perdagangan derivatif berbasis ekuitas, termasuk kontrak berjangka (equity futures) dan futures spread.

Mengutip Reuters, aksi jual di Korea Selatan terjadi di tengah gelombang pelemahan saham teknologi global yang dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).

Investor mulai mempertanyakan apakah investasi raksasa di sektor AI akan mampu menghasilkan keuntungan yang sepadan, setelah reli spektakuler saham-saham teknologi selama dua tahun terakhir.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Wall Street Journal melaporkan Nvidia tengah berdiskusi untuk memberikan jaminan pembiayaan sekitar US$250 miliar kepada OpenAI sebagai bagian dari proyek pembangunan pusat data berskala besar. Saham Nvidia pun turun sekitar 5% pada perdagangan sebelumnya, sementara Philadelphia Semiconductor Index (SOX) di Wall Street terkoreksi 2,2%.

Pada saat yang sama, laporan The Information menyebut perusahaan China Shanghai Yuliangsheng mulai memproduksi massal mesin litografi immersion deep ultraviolet (DUV), teknologi penting dalam pembuatan chip yang selama ini didominasi perusahaan Belanda ASML. Kabar tersebut memicu kekhawatiran bahwa China semakin cepat mengejar ketertinggalan dalam industri semikonduktor.

Sentimen itu membuat saham ASML anjlok lebih dari 8% di Amsterdam pada perdagangan sebelumnya dan memicu aksi jual di saham-saham chip Asia.

Di Korea Selatan, dua raksasa semikonduktor SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing merosot sekitar 13%, menjadi penekan utama KOSPI. Kedua saham tersebut kini telah kehilangan hampir 50% dari rekor tertingginya yang dicapai bulan lalu, sementara KOSPI sendiri telah terkoreksi lebih dari 30% dari level puncaknya.

Di Jepang, saham produsen memori Kioxia anjlok 18%, sedangkan Advantest dan Tokyo Electron masing-masing merosot sekitar 11%. Di Taiwan, saham TSMC juga tertekan sehingga menyeret indeks Taiex turun lebih dari 4%.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, indeks Nikkei 225 Jepang turun 4,24% ke 62.177,31, sementara Taiex Taiwan melemah 4,21% ke 41.798,23.

Di China, indeks Shenzhen Component turun 3,42% ke 13.664,80, sedangkan Shanghai Composite melemah 0,98% ke 3.820,52. Saham CXMT Corp, yang sehari sebelumnya melonjak 466% saat debut di Bursa Shanghai, juga terkoreksi sekitar 7% pada perdagangan pagi.

Tekanan juga terjadi di Asia Tenggara. Indeks PSEi Filipina melemah 1,21%, FTSE Bursa Malaysia KLCI turun 0,29%, dan Straits Times Index (STI) Singapura turun 0,20%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong masih menguat tipis 0,06%, sedangkan NZX 50 Selandia Baru naik 0,26%.

Di luar sektor teknologi, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Harga minyak Brent melanjutkan penurunan setelah sehari sebelumnya anjlok hampir 9%, seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan positif dan terdapat “peluang besar” tercapainya kesepakatan.

Meski harga minyak turun dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melemah ke sekitar 4,64%, pasar masih memperkirakan sekitar 38% peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan ini.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga Saham Naik Tajam, BEI Gembok Saham ALKA dan BKDP

Harga Saham Naik Tajam, BEI Gembok Saham ALKA dan BKDP

July 29, 2026
Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Hartanya Ternyata Segini

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Hartanya Ternyata Segini

July 29, 2026
Asing Net Buy Rp 9,17 Triliun di Sesi 1, Apa Penyebabnya?

Asing Net Buy Rp 9,17 Triliun di Sesi 1, Apa Penyebabnya?

July 29, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .