• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Dibuka di Zona Merah, Kospi Korea Anjlok 5,36%

Bursa Asia Dibuka di Zona Merah, Kospi Korea Anjlok 5,36%

July 2, 2026
Belum Laporan Lapkeu 2025, BEI Suspensi 3 Emiten Sekaligus

Belum Laporan Lapkeu 2025, BEI Suspensi 3 Emiten Sekaligus

July 2, 2026
PGAS Buka Suara Soal Penyesuaian Harga Gas LNG Industri

PGAS Buka Suara Soal Penyesuaian Harga Gas LNG Industri

July 2, 2026
Danantara Akan Merger 7 BUMN Logistik, Kenapa?

Danantara Akan Merger 7 BUMN Logistik, Kenapa?

July 2, 2026
Ini Penyebab IHSG Melesat Lebih dari 1%

Ini Penyebab IHSG Melesat Lebih dari 1%

July 2, 2026
Breaking, IHSG Melesat 1% Lebih Dekati Level 5.800

Breaking, IHSG Melesat 1% Lebih Dekati Level 5.800

July 2, 2026
Masih Menarik! Asing Tampung Saham ANTM, Net Buy Tembus 306,45 M

Masih Menarik! Asing Tampung Saham ANTM, Net Buy Tembus 306,45 M

July 2, 2026
IHSG Sesi Dibuka Menguat 0,68% ke Level 5.735

IHSG Sesi Dibuka Menguat 0,68% ke Level 5.735

July 2, 2026
Breaking News! Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000 Lagi

Breaking News! Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000 Lagi

July 2, 2026
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

July 2, 2026
IHSG Bergairah, Asing Malah Lepas 10 Saham Ini

IHSG Bergairah, Asing Malah Lepas 10 Saham Ini

July 2, 2026
BSI (BRIS) Tuntaskan Transformasi IT, Siap Jadi Big Bank Baru RI

BSI (BRIS) Tuntaskan Transformasi IT, Siap Jadi Big Bank Baru RI

July 2, 2026
Asing Terciduk Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Bangkit

Asing Terciduk Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Bangkit

July 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Bursa Asia Dibuka di Zona Merah, Kospi Korea Anjlok 5,36%

2 hours ago
in Market
Bursa Asia Dibuka di Zona Merah, Kospi Korea Anjlok 5,36%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (3/7/2026), mengikuti penurunan yang terjadi di Wall Street seiring aksi ambil untung investor pada saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.

Melansir CNBC, indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan dengan anjlok 5,36% saat pembukaan perdagangan. Penurunan tajam tersebut mendorong Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan selama lima menit guna meredam volatilitas pasar, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 3,55%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,70%, sedangkan Topix masih mampu menguat tipis 0,13%. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 0,59% pada awal perdagangan.

Sentimen negatif di Asia mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat yang ditutup melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Indeks Dow Jones sempat melonjak 423,46 poin dan menyentuh rekor tertinggi intraday sebelum akhirnya memangkas seluruh kenaikan dan ditutup nyaris stagnan.

Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,2% dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,7%. Pelemahan tersebut terjadi seiring investor mengurangi eksposur pada saham-saham produsen chip yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar.

Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. ETF VanEck Semiconductor (SMH) merosot 5,4%, sementara saham Micron Technology dan Sandisk masing-masing anjlok lebih dari 10%.

Meski demikian, Strategist Ned Davis Research Rob Anderson menilai rotasi keluar dari saham semikonduktor merupakan perkembangan yang sehat bagi pasar saham. Menurutnya, salah satu ciri pasar bullish selama ini adalah terjadinya rotasi sektor yang berkelanjutan.

Anderson mengatakan peralihan minat investor ke sektor siklikal non-komoditas dapat menjadi bukti tambahan bahwa pasar saham memasuki paruh kedua tahun ini dalam kondisi yang kuat. Ia juga menilai tren tersebut membuka peluang berlanjutnya pasar bullish hingga jauh ke paruh kedua 2026.

Pelaku pasar kini juga menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Juni. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 115.000 lapangan kerja pada bulan lalu, yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter dan prospek pasar keuangan ke depan.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Belum Laporan Lapkeu 2025, BEI Suspensi 3 Emiten Sekaligus

Belum Laporan Lapkeu 2025, BEI Suspensi 3 Emiten Sekaligus

July 2, 2026
PGAS Buka Suara Soal Penyesuaian Harga Gas LNG Industri

PGAS Buka Suara Soal Penyesuaian Harga Gas LNG Industri

July 2, 2026
Danantara Akan Merger 7 BUMN Logistik, Kenapa?

Danantara Akan Merger 7 BUMN Logistik, Kenapa?

July 2, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .