Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (3/7/2026), mengikuti penurunan yang terjadi di Wall Street seiring aksi ambil untung investor pada saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.
Melansir CNBC, indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan dengan anjlok 5,36% saat pembukaan perdagangan. Penurunan tajam tersebut mendorong Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan selama lima menit guna meredam volatilitas pasar, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 3,55%.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,70%, sedangkan Topix masih mampu menguat tipis 0,13%. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 0,59% pada awal perdagangan.
Sentimen negatif di Asia mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat yang ditutup melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Indeks Dow Jones sempat melonjak 423,46 poin dan menyentuh rekor tertinggi intraday sebelum akhirnya memangkas seluruh kenaikan dan ditutup nyaris stagnan.
Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,2% dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,7%. Pelemahan tersebut terjadi seiring investor mengurangi eksposur pada saham-saham produsen chip yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar.
Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. ETF VanEck Semiconductor (SMH) merosot 5,4%, sementara saham Micron Technology dan Sandisk masing-masing anjlok lebih dari 10%.
Meski demikian, Strategist Ned Davis Research Rob Anderson menilai rotasi keluar dari saham semikonduktor merupakan perkembangan yang sehat bagi pasar saham. Menurutnya, salah satu ciri pasar bullish selama ini adalah terjadinya rotasi sektor yang berkelanjutan.
Anderson mengatakan peralihan minat investor ke sektor siklikal non-komoditas dapat menjadi bukti tambahan bahwa pasar saham memasuki paruh kedua tahun ini dalam kondisi yang kuat. Ia juga menilai tren tersebut membuka peluang berlanjutnya pasar bullish hingga jauh ke paruh kedua 2026.
Pelaku pasar kini juga menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Juni. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 115.000 lapangan kerja pada bulan lalu, yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter dan prospek pasar keuangan ke depan.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google

















