• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

September 5, 2026
CT Turun Gunung Bagi-bagi Tips Rahasia Sukses ke Warga Lampung

CT Turun Gunung Bagi-bagi Tips Rahasia Sukses ke Warga Lampung

September 5, 2026
Video: Sektor Fokus Leasing Saat Daya Beli Tertekan

Video: Sektor Fokus Leasing Saat Daya Beli Tertekan

September 5, 2026
CT Ungkap Sosok ‘Musuh Besar’, Siapa Dia?

CT Ungkap Sosok ‘Musuh Besar’, Siapa Dia?

September 5, 2026
BI Bongkar ‘Kuncian’ Agar Rupiah Bisa Perkasa Lawan Dolar AS

BI Bongkar ‘Kuncian’ Agar Rupiah Bisa Perkasa Lawan Dolar AS

September 5, 2026
38 Bank di RI Sudah Ditutup Dalam 3 Tahun, Ini Namanya

38 Bank di RI Sudah Ditutup Dalam 3 Tahun, Ini Namanya

September 5, 2026
Bos BI Bawa Kabar dari Pertemuan G20: Dunia Tak Baik-Baik Saja

Bos BI Bawa Kabar dari Pertemuan G20: Dunia Tak Baik-Baik Saja

September 5, 2026
Jangan Panik! Bos BI Beberkan ‘Jurus Jitu’ Agar Tak Jadi Korban Scam

Jangan Panik! Bos BI Beberkan ‘Jurus Jitu’ Agar Tak Jadi Korban Scam

September 5, 2026
Anggota DPR Ini Bongkar Cara Investasi Rp 300 Ribu Bisa Jadi Kaya

Anggota DPR Ini Bongkar Cara Investasi Rp 300 Ribu Bisa Jadi Kaya

September 5, 2026
Siap-Siap! BI Bilang QRIS Mau Masuk ke HK, Saudi, Timor Leste & India

Siap-Siap! BI Bilang QRIS Mau Masuk ke HK, Saudi, Timor Leste & India

September 5, 2026
Warga Negara Asing Makin Doyan Pakai QRIS, Transaksi Tembus Rp5,9 T

Warga Negara Asing Makin Doyan Pakai QRIS, Transaksi Tembus Rp5,9 T

September 5, 2026
Nagita Bongkar Rahasia yang Bikin Raffi Terjun ke Saham, Ini Ceritanya

Nagita Bongkar Rahasia yang Bikin Raffi Terjun ke Saham, Ini Ceritanya

September 5, 2026
RI Siap Lawan Arus Saat Ekonomi Dunia Memburuk-Tak Bisa Diprediksi

RI Siap Lawan Arus Saat Ekonomi Dunia Memburuk-Tak Bisa Diprediksi

September 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, September 5, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

33 minutes ago
in Market
Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah
Share on FacebookShare on Twitter

BI ungkap stabilitas rupiah dipengaruhi keseimbangan supply-demand dolar, ekspor, impor, investasi asing, arus modal, fundamental, dan sentimen global.


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendartasaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)



Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta membeberkan sejumlah faktor yang menentukan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, kunci utama menjaga stabilitas rupiah adalah keseimbangan antara pasokan (supply) dan permintaan (demand) valuta asing (valas), khususnya dolar AS. Hal itu disampaikannya dalam acara Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendartasaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).



Filianingsih menjelaskan, ketika pasokan dolar di dalam negeri meningkat sementara permintaannya relatif rendah, rupiah berpotensi menguat. Sebaliknya, jika permintaan dolar meningkat saat pasokannya terbatas, harga dolar akan naik sehingga rupiah mengalami tekanan. “Jadi ini sebetulnya kalau kita bicara nilai tukar, itu sama seperti bicara supply demand,” ujar Filianingsih. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendartasaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).



Menurutnya, ekspor menjadi salah satu sumber utama pasokan valas bagi Indonesia. Ketika melakukan ekspor, Indonesia memperoleh devisa, termasuk dolar AS. Pasokan valas juga dapat bertambah melalui investasi asing, baik ketika investor membeli surat berharga Indonesia maupun menanamkan modal secara langsung di dalam negeri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendartasaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).



Di sisi lain, impor menjadi salah satu faktor yang meningkatkan permintaan dolar. Pembayaran barang dan jasa dari luar negeri umumnya menggunakan valuta asing sehingga peningkatan impor akan mendorong kebutuhan dolar. Arus dana keluar atau outflow ketika investor asing melepas asetnya di Indonesia dan merepatriasi dana ke luar negeri juga dapat meningkatkan permintaan valas. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendartasaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).



Filianingsih mengatakan terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, yakni fundamental, struktural, dan sentimen. Faktor fundamental berkaitan dengan kondisi neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan. Sementara faktor struktural berkaitan dengan keseimbangan pasokan dan permintaan valas dari pelaku domestik maupun asing. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendartasaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).



Adapun faktor sentimen berkaitan dengan kondisi global, termasuk gejolak geopolitik dan perubahan harga komoditas. Ia mencontohkan konflik di Timur Tengah yang dapat mendorong kenaikan harga minyak dan pada akhirnya memengaruhi permintaan dolar AS. “Pada saat ada perang di Timur Tengah, minyaknya naik, maka harga US dollar juga akan meningkat,” katanya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendartasaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).



Filianingsih menjelaskan rupiah cenderung menguat ketika pasokan dolar meningkat, antara lain akibat ekspor yang tumbuh dan masuknya investasi asing. Sebaliknya, rupiah berpotensi melemah ketika kebutuhan dolar meningkat akibat impor maupun arus modal keluar. Ia mencontohkan, jika kurs turun dari Rp17.000 menjadi Rp15.000 per US$1, kondisi tersebut berarti rupiah menguat karena diperlukan lebih sedikit rupiah untuk membeli satu dolar AS. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

September 5, 2026
CT Turun Gunung Bagi-bagi Tips Rahasia Sukses ke Warga Lampung

CT Turun Gunung Bagi-bagi Tips Rahasia Sukses ke Warga Lampung

September 5, 2026
Video: Sektor Fokus Leasing Saat Daya Beli Tertekan

Video: Sektor Fokus Leasing Saat Daya Beli Tertekan

September 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .