• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Tembus Rp16.880, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI

Dolar AS Tembus Rp16.880, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI

January 15, 2026
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

May 21, 2026
Perputaran Dana US,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

Perputaran Dana US$3,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

May 21, 2026
Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

May 21, 2026
DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

May 21, 2026
OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

May 21, 2026
92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

May 21, 2026
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

May 21, 2026
BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

May 21, 2026
Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Tembus Rp16.880, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI

4 months ago
in Lifestyle
Dolar AS Tembus Rp16.880, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah Garuda ditutup tertekan 0,15% ke level Rp16.880/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 24 April 2025, ketika rupiah ditutup di level Rp16.865/US$.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat dibuka menguat hingga 0,33% dan berada di level Rp16.800/US$ pada awal perdagangan. Namun, seiring berjalannya perdagangan, tekanan jual terus meningkat sehingga rupiah berbalik melemah hingga ditutup di zona terendah hari ini.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,05% atau terapresiasi ke level 99,186.


Penguatan dolar AS ini menjadi salah satu faktor eksternal yang menekan pergerakan rupiah, seiring meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi dolar.

Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Federal Reserve/ The Fed) di tengah rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid. Data menunjukkan inflasi produsen AS pada November meningkat tipis, disusul penjualan ritel yang tumbuh lebih kuat dari perkiraan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak memiliki rencana untuk memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meredam kekhawatiran pasar terkait independensi bank sentral AS. Meski demikian, pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini, dengan peluang pemangkasan suku bunga mulai terbuka pada pertengahan tahun.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menegaskan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga di tengah tekanan global.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, menyatakan bahwa pergerakan mata uang global pada awal 2026, termasuk Indonesia, masih dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed, di tengah meningkatnya kebutuhan valuta asing domestik pada awal tahun.

Meski menghadapi tekanan eksternal tersebut, Erwin menegaskan Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan stabilisasi yang dilakukan secara berkesinambungan.

Langkah tersebut mencakup intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) off-shore di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, Domestic NDF (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain itu, berlanjutnya aliran masuk modal asing, khususnya ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham, serta posisi cadangan devisa yang memadai, dinilai turut menjadi faktor penopang stabilitas rupiah di tengah volatilitas pasar keuangan global.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .